11 kecamatan di Sukabumi diterjang banjir dan longsor, karya KDM rungkad

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

11 kecamatan di Sukabumi diterjang banjir dan longsor, Tugu Jabar Istimewa rungkad diterjang longsor - Ist

11 kecamatan di Sukabumi diterjang banjir dan longsor, Tugu Jabar Istimewa rungkad diterjang longsor - Ist

sukabumiheadline.com – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, memicu bencana banjir dan longsor yang menerjang belasan kecamatan di Kabupaten Sukabumi, sepanjang akhir pekan kemarin.

​Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, sedikitnya 15 bencana menerjang 11 kecamatan dalam kurun 12 jam terjadi pada Ahad (11/1/2026) lalu.

​Halnitu diungkap Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna. Ia menjelaskan, cuaca ekstrem berlangsung sejak Ahad pagi memicu bencana alam, seperti longsor dan banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terhitung sejak Ahad pukul 07.10 WIB hingga sore, laporan kejadian bencana masuk dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, dan Parakansalak.

“Selain itu, dari P2BK Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Kecamatan Palabuhanratu,” ujar jelas dalam keterangan resminya, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, bencana tanah longsor menjadi ancaman paling mendominasi, seperti longsor yang menutup akses Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua, di Kampung Cipamunguan, Kecamatan Simpenan.

​Bencana longsor juga terjadi di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog. Lalu di Kabandungan, longsor menimpa satu unit rumah di Kampung Cianaga.

​Sementara itu, bencana longsor yang terjadi di Kampung Ranca Oray, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, membuat tugu Jabar Istimewa, yang merupakan tagline Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, yang terletak di sisi Jalan Provinsi rungkad (ambruk) tergerus longsor hingga ke dasar tebing.

Longsor juga menggerus tembok penahan tanah (TPT) jalan tersebut hingga ambruk ke jurang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun berjanji segera memperbaiki jalan rusak akibat longsor tersebut.

Selain itu, bencana banjir akibat luapan air juga merendam pemukiman dan akses jalan di Kecamatan Ciemas dan Cidolog, termasuk di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat.

​”Kami mengimbau, masyarakat yang tinggal di daerah tebing dan bantaran sungai, agar tetap waspada. Jika hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam dengan intensitas tinggi, segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman,” pinta Daeng.

Berita Terkait

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi
4 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya kapolsek baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB