sukabumiheadline.com – Kapulaga adalah rempah aromatik berbentuk polong kecil berisi biji hitam, dikenal sebagai “Ratu Rempah” karena aroma kuat dan manfaatnya, digunakan dalam masakan gurih (kari, gulai) dan manis, serta minuman, dan memiliki khasiat kesehatan seperti melancarkan pencernaan dan pernapasan.
Kapulaga memiliki nama lain Kardamon, Kapol (Sunda), dan Palago (Sumatra). Ada dua jenis kapulaga, yakni hijau dan hitam, dengan kapulaga hitam memiliki rasa lebih kuat dan smoky.
18 kecamatan penghasil kapulaga di Sukabumi, kenali manfaatnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Ciemas: 41.000
- Waluran: 5.950
- Jampang Kulon: 10.000
- Kalibunder: 620.470
- Tegalbuleud: 105.000
- Cidolog: 1.423.000
- Sagaranten: 966.200
- Cidadap: 450.000
- Curugkembar: 578.500
- Pabuaran: 481.825
- Lengkong: 271.000
- Warungkiara: 1.500
- Bantargadung: 346.500
- Cireunghas: 158.000
- Sukalarang: 37.500
- Cisaat: 800
- Cidahu: 2.400
- Cisolok: 37.00
Karakteristik, manfaat dan cara konsumsi kapulaga
Kapulaga berbentuk buah polong kecil, hijau atau cokelat kehitaman, berisi biji hitam aromatik hangat, kuat, sedikit pedas, dan harum.
Jenis kapulaga ada hijau (lebih umum) dan kapulaga hitam (rasa lebih kuat, smoky). Rempah ini lazim digunakan sebagai penguat rasa pada kari, gulai, hidangan Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Selain itu, untuk penyedap minuman teh, kopi, dan minuman herbal.
Kapulaga juga bermanfaat sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, asma, batuk, dan pilek, membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi masalah lambung.
Selain itu, kapulaga dapat membantu membuka saluran pernapasan, meredakan asma, batuk, dan pilek, memiliki efek anti radang.
Kapulaga dikonsumsi dengan cara dikunyah langsung, diseduh, atau direbus. Biji bisa dihaluskan menjadi bubuk atau digunakan utuh. Untuk rasa lebih kuat, biji bisa disangrai atau digoreng sebentar.









