4 tren isu utama 2026 warga Sukabumi harus aware: Ekbis, teknologi, sospol, ekonomi hijau

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Human-Centered Tech di Indonesia - sukabumiheadline.com

Human-Centered Tech di Indonesia - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sejumlah pakar membahas isu utama, dari mulai ekonomi dan bisnis, teknologi, ekonomi hijau, dan sosial dan politik. Warga Sukabumi, Jawa Barat, terutama yang sedang merencanakan atau menyusun konsep bisnis, dan atau politik di tahun depan, harus aware terhadap isu-isu yang diprediksi akan menjadi tren pada 2026.

Tren isu utama untuk tahun 2026 melibatkan ekonomi berkelanjutan, inovasi teknologi (khususnya AI dan keamanan siber), dan stabilitas geopolitik, dengan narasumber dari berbagai lembaga dan pakar industri.

Berikut adalah rincian tren isu spesifik dengan narasumber terkait, dikutip sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Ekonomi dan bisnis

Isu utama yang akan menjadi tren di bidang ekonomi dan bisnis pada 2026, dengan pakar Anggawira (Sekjen HIPMI), Ryan Kiryanto (Ekonom Senior LPPI), Gulat Me. Manurung (Ketum DPP Apkasindo), Fadhil Hasan (Ekonom Senior Indef), adalah berikut:

  • Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 5,33% pada tahun 2026, meskipun lembaga independen lainnya memproyeksikan angka yang lebih konservatif (4,7%–5,0%). Target pemerintah sendiri di atas 5,4%.
  • Investasi Asing Langsung (FDI): Ekonom optimis FDI akan tetap solid, ditopang oleh industri logam dasar.
  • Inovasi sebagai Kunci Persaingan: Para pakar menilai inovasi akan menjadi kunci utama bagi daya saing bisnis di tahun 2026, seperti yang dibahas dalam acara seperti ABF (Antara Business Forum) dan Trend Maker Summit.
  • Program B50: Pemerintah berencana mengimplementasikan program B50 (campuran biodiesel 50%) pada 2026 untuk mengurangi impor solar, namun tantangan pasokan CPO (minyak kelapa sawit mentah) masih menjadi isu utama.
Baca Juga :  Ternyata ada 9 pulau di Kabupaten Sukabumi, ini daftar nama dan lokasinya

2. Teknologi

Ilustrasi green economic - sukabumiheadline.com
Ilustrasi bisnis dan green economic – sukabumiheadline.com

a. Teknologi Berpusat pada Manusia (Human-Centered Tech)

Bernard Marr, seorang futurist teknologi mengungkap prediksi tren teknologi konsumen akan berfokus pada fitur yang mengingatkan bahwa manusia memegang kendali dan dapat berinteraksi sesuai keinginan.

b. Kecerdasan Buatan (AI) Fisik

Sementara itu, Gartner mengidentifikasi AI Fisik (Physical AI) sebagai salah satu tren teknologi strategis teratas untuk tahun 2026, mempercepat penerapan kecerdasan di sektor manufaktur dan logistik.

Di Indonesia, jenis-jenis serangan siber antara lain meliputi phishing, yakni serangan yang semakin canggih menggunakan rekayasa sosial untuk menipu korban agar memberikan informasi sensitif. Lalu ransomware, yaitu Serangan yang mengenkripsi data dan meminta tebusan, seringkali melumpuhkan operasional perusahaan dan layanan publik, seperti yang terjadi pada Pusat Data Nasional (PDN).

Kemudian malware, yakni perangkat lunak berbahaya yang menyusup secara diam-diam untuk mencuri data, seperti spyware yang bisa mencuri informasi login dan data kartu kredit. Selanjutnya ada DDoS, yakni serangan yang membanjiri server dengan lalu lintas data untuk melumpuhkan layanan digital, sering menargetkan situs e-commerce dan layanan publik.

c. Keamanan Siber dan Privasi Data

Isu keamanan siber dan pergeseran kebijakan terhadap privasi data akan menjadi fokus penting, mendorong penggunaan blockchain untuk transparansi rantai pasokan dan pemerintahan.

Baca Juga :  Jabatan dan komposisi jenis kelamin 4 ribu PPPK di Kabupaten Sukabumi, terbanyak guru

Kebocoran data pribadi yang bocor dari sistem penyimpanan, kemudian diperjualbelikan di dark web dan dapat digunakan untuk kejahatan lebih lanjut.

3. Sosial dan Politik

a. Stabilitas Fiskal

Arah kebijakan pembiayaan anggaran tahun 2026 dari Kementerian Keuangan tetap dijaga secara pruden untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mengendalikan defisit dan memberdayakan SMV (Special Mission Vehicle).

b. Program Kesejahteraan

Program-program pemerintah yang menjadi isu hangat termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembahasan kesejahteraan ojek online (ojol) serta isu haji 2026.

c. Kerja Sama Sains-Kebijakan Global

Selanjutnya, Dewan Sains Internasional (ISC) akan bekerja sama erat dengan PBB pada tahun 2026 untuk memperkuat interaksi sains-kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis bukti dalam skala global.

4. Lingkungan dan Keberlanjutan

Ilustrasi teknologi, ekonomi hijau dan keberlanjutan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi teknologi, ekonomi hijau dan keberlanjutan – sukabumiheadline.com

a. Ekonomi Hijau

Green Economic Outlook 2026 menjadi forum penting untuk mendiskusikan arah ekonomi hijau Indonesia, tren regulasi, dan investasi berkelanjutan.

Perusahaan didorong melihat faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai bagian inti strategi bisnis. Pendekatannya membantu mengurangi risiko, menarik investasi berkelanjutan, dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan.

b. Fokus Isu Lingkungan

Hari Pers Nasional (HPN) 2026 akan fokus pada isu lingkungan dengan menggaungkan “Green Democracy” (Demokrasi Hijau).

c. Warna Tren 2026

Menurut WGSN dan Coloro, “Teal Transformatif” akan menjadi warna pada 2026, melambangkan tanggung jawab ekologis yang semakin dituntut konsumen.

Berita Terkait

Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan
Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Ayam ras, buras, itik, puyuh: Merinci produksi telur di Sukabumi
Daftar shuttle bus Sukabumi-Jakarta plus tarif dan jadwal, tawarkan kenyamanan dan tepat waktu
Untuk tahu/tempe 70% masih impor, segini kebutuhan dan produksi kedelai di Sukabumi
Kementerian PU: Konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Parungkuda-Sukabumi Barat 71,95%
Daftar negara tujuan ekspor ubi kayu Sukabumi dan olahan
Setelah Unilever sponsori Persib, 3 investor lainnya antre

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 10:00 WIB

Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:32 WIB

Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ayam ras, buras, itik, puyuh: Merinci produksi telur di Sukabumi

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:00 WIB

Daftar shuttle bus Sukabumi-Jakarta plus tarif dan jadwal, tawarkan kenyamanan dan tepat waktu

Senin, 9 Februari 2026 - 22:10 WIB

Untuk tahu/tempe 70% masih impor, segini kebutuhan dan produksi kedelai di Sukabumi

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131