5 Fakta Pengusaha asal Cibadak Sukabumi Dikubur Hidup-hidup oleh Dukun Pengganda Uang

- Redaksi

Rabu, 5 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi jasad korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara. l Istimewa

Evakuasi jasad korban pembunuhan dukun pengganda uang di Banjarnegara. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CIBADAK – Kabar menghebohkan datang dari Banjarnegara, Jawa Tengah, terkait pengungkapan pembunuhan berantai oleh seorang dukun pengganda uang, Mbah Slamet Tohari (46).

Diketahui, dari hasil autopsi menyebutkan salah seorang korbannya adalah Paryanto (53), seorang warga Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Adapun, modus pelaku menghabisi Paryanto adalah penipuan (Pasal 378 KUHP). Diketahui, korban menagih janji dukun tersebut terkait uang yang dijanjikan, tapi akhirnya dibunuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 5 fakta Paryanto, seorang pengusaha asal Cibadak yang dibunuh hidup-hidup oleh Mbah Slamet.

1. Pebisnis Barang Antik dan Tinggal di Cisaat

Diperoleh informasi jika Paryanto selama ini dikenal sebagai pebisnis barang antik dan batu akik. Sebelum terjun ke bisnis itu, Paryanto merupakan kontraktor. Hal itu diungkapkan anak Paryanto, GE.

“Ayah saya bisnis di bidang kaya semacam perbatuan, terus barang-barang antik,” kata remaja berusia 15 tahun itu.

2. Warga Cibadak Tinggal di Cisaat

Paryanto disebut sudah tidak memiliki keluarga. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, sedangkan mantan istri dan anaknya tinggal di Subang Jaya, Kota Sukabumi.

Paryanto lahir di Jakarta, 24 Januari 1970, dan beralamat sesuai KTP di Kampung Pasar RT 01/03, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mobil milik Paryanto dibiarkan rusak. l Istimewa
Mobil milik Paryanto dibiarkan rusak. l Istimewa

Meskipun demikian, Paryanto memilih tinggal seorang diri di sebuah kontrakan di wilayah Kampung Rambay, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Sementara, rumah Paryanto di Karang Tengah dibiarkan dalam keadaan kosong dan rusak serta tidak berpenghuni.

3. Sudah Diingatkan Anak Agar Tidak Ikut Penggandaan Uang

Baca Juga :  Ujian berat warga Jampang Tengah Sukabumi belum berakhir, diaspal hanya tahan 3 bulan

Sementara, GE sendiri mengaku terakhir bertemu dengan ayahnya tersebut pada awal Januari 2023. GE mengantar ayahnya ke Banjarnegara sekira November-Desember 2022.

Diakui GE, dirinya pernah mengingatkan ayahnya agar tidak ikut-ikutan dalam kegiatan penggandaan uang.

“Saya sempat mengingatkan ayah untuk berhenti ikut-ikutan uka-uka (penggandaan uang), karena dengan bisnis yang dijalaninya, penghasilan ayah sudah cukup,” kata GE.

4. Diracun dan Dikubur Hidup-hidup 

Informasi dihimpun, Paryanto dibunuh pelaku dengan cara dikubur hidup-hidup setelah sebelumnya dipaksa menenggak minuman ringan yang dicampur obat tidur dan potasium saat ritual.

Pelaku nekad membunuh Paryanto lantaran kesal karena terus menerus ditagih setelah sebelumnya korban PO dijanjikan akan melipatgandakan uang korban yang telah disetorkan, dari Rp70 juta menjadi Rp5 miliar.

Fakta tersebut disampaikan Heri Purnama Tanjung, kuasa hukum keluarga korban di Sukabumi. Menurut Heri, untuk mendatangkan uang hasil penggandaan dari yang disetorkan Paryanto kepada Mbah Slamet, harus dilakukan ritual dengan bertapa tanpa tidur.

Korban kemudian diberi minuman ringan dalam kemasan yang sudah dicampur racun. Saat korban melakukan ritual dan sudah meminum racun tersebut, pelaku mempersiapkan kuburan dengan menggali lubang sambil menunggu reaksi racun dalam tubuh korban.

“Setelah lemas tidak berdaya tapi masih dalam hidup, korban dimasukkan ke lubang yang sudah dipersiapkan tersebut,” kata Heri.

Keterangan tersebut, ujar Heri, didapatkan dari petugas medis yang melakukan autopsi terhadap jasad korban Paryanto. Korban masih sempat bertahan beberapa waktu sebelum akhirnya meninggal dunia di dalam timbunan tanah.

Baca Juga :  Ingin Didengar Banyak Orang, Gadis Sukabumi Ini Bernyanyi Lewat YouTube

Heri menyatakan, saat dievakuasi dari lubang yang dibuat pelaku, hanya jasad Paryanto yang masih utuh. Mungkin karena baru dikubur selama dua pekan.

“Tetapi korban yang lain ada yang masih utuh setengah dan ada juga sudah jadi tengkorak. Saya pikir pelaku ini sangat sadis dalam melakukan pembunuhan ini,” ujar dia.

Setelah jenazah korban selesai diautopsi pada Senin (3/4/2023), pihak keluarga dari Sukabumi langsung menjemput ke Banjarnegara membawa jenazah.

Tiba pada Selasa (4/4/2023) sekira pukul 08.00 WIB, korban langsung dimakamkan di TPU Selamanjah, Karang Tengah, sekira pukul 09.00 WIB.

5. Korban Sudah Menyerahkan Uang Rp90 Juta

Heri  juga mengungkapkan total kerugian materi dari Paryanto mencapai lebih dari Rp90 juta. Hal tersebut terlihat dari mutasi rekening milik korban. Jumlah tersebut belum termasuk barang-barang korban yang menjadi barang bukti diduga dibuang ke beberapa daerah oleh pelaku.

“Kalau dari orang tua GE sekitar Rp90 juta lebih. Itu dari mutasi rekening Rp90 juta mungkin lebih dari itu karena uang tunainya kita nggak tahu. Handphone dibuang di kali di Cirebon, kalau mobil (rental) di Wonosobo,” kata Heri.

Heri menyatakan, kuasa hukum akan terus mengawal kasus pembunuhan berencana dengan cara diracun terkait penipuan penggandaan uang itu.

Proses hukum masih berjalan karena belum semua jasad ditemukan. Kemungkinan jumlah korban masih banyak. Saat ini baru 12 jasad korban yang ditemukan. Baca lengkap: Warga Sukabumi dan 11 Korban Dibunuh Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara

Berita Terkait

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:01 WIB

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Berita Terbaru

Kebun Alpukat Cidahu Ayeuna - Ist

UMKM

Mengintip dua kebun alpukat di Cidahu Sukabumi

Kamis, 5 Feb 2026 - 21:42 WIB

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Politik

Ketum PKB keukeuh ingin Pilkada oleh DPRD

Kamis, 5 Feb 2026 - 19:29 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131