5+3 inovasi bahan baku genteng: Tak harus lempung, dari sabut kelapa hingga graphene

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengrajin genteng tradisional - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pengrajin genteng tradisional - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh Indonesia. Ia menolak pemakaian atap seng yang dinilai mudah panas serta berkarat. Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui gerakan proyek gentengisasi melibatkan pemerintah pusat dan daerah.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

Niat Prabowo tersebut tentunya menjadi peluang baik bagi industri genteng tradisional dan semi modern di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Baca selengkapnya: Proyek gentengisasi Prabowo, tantangan bagi industri genteng di Sukabumi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jika selama ini kita kenal tanah lempung sebagai bahan baku pembuatan genteng, ternyata tidak. Bahkan, belakangan pasir juga menjadi pilihan produsen genteng.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa semen juga bisa diproduksi dengan bahan baku alternatif, dari mulai sabut kelapa, sampah plastik, ijuk, hingga graphene.

Baca Juga: Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Ilustrasi rumah tradisional Sunda menggunakan genteng - sukabumiheadline.com
Ilustrasi rumah tradisional Sunda menggunakan genteng – sukabumiheadline.com

Berikut adalah 8 bahan baku genteng selain lempung, dirangkum sukabumiheadline.com dari sejumlah riset, Sabtu (7/2/2026).

8 bahan baku genteng selain lempung

Inovasi bahan baku genteng saat ini berfokus pada keberlanjutan (ramah lingkungan), pengurangan limbah, peningkatan daya tahan, dan efisiensi energi. Tren inovasi ini mencakup penggunaan material komposit, limbah daur ulang, serta teknologi pintar.

Berikut adalah beberapa inovasi bahan baku genteng terbaru:

1. Genteng Komposit dari Sampah Plastik dan Kaca: Kombinasi limbah plastik (seperti PET atau PP) dan kaca bekas digunakan untuk membuat genteng komposit yang kuat, ringan, dan tahan lama. Inovasi ini membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan.

Bahan baku ini sudah diuji berdasarkan hasil riset mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Abdul Rahman Jalil, dalam karyanya yang berjudul Inovasi Genteng Komposit dengan Menggunakan Plastik dan Kaca Bekas (Innovation of Composite Roof Using Used Plastic and Glass).

2. Genteng Beton dengan Limbah Styrofoam & Sabut Kelapa:

Bahan ini dikutip dari hasil riset berjudul Pemanfaatan Limbah Styrofoam Dan Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Tambah Genteng Beton, karya Edy Hermanto, Kamaluddin Lubis, Fauziah Dwi Astuti, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area.

Pemanfaatan limbah styrofoam sebagai campuran bahan semen untuk mengurangi berat genteng beton, serta serat sabut kelapa sebagai bahan tambah untuk meningkatkan daya tahan dan kelenturan.

3. Genteng Serat Alam (Pelepah Pisang & Ijuk): Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan genteng dari limbah pelepah pisang. Selain itu, serat ijuk juga digunakan sebagai komposit serat alam yang ramah lingkungan dan mampu terdegradasi secara alami.

Ketiga mahasiswa UNNES tersebut, Elok Ana Nuraini, Leni Sintawati dan Luthfi Hanum Saputri, merupakan satu tim pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), membuat hasil karya penelitian dengan memanfaatkan limbah pertanian serat pelepah pisang sebagai bahan campuran pembuatan genteng elastis dengan teknik cetak tekan, dalam tulisan berjudul Pemanfaatan Limbah Pertanian Serat Pelepah Pisang Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Genteng Elastis Teknik Cetak Tekan.

4. Genteng Komposit Abu Boiler Kelapa Sawit (ABKS): Menggunakan campuran limbah abu boiler kelapa sawit, serat ban bekas, dan as-pal sebagai bahan baku genteng komposit polimer, sebagaimana dikutip dari hasil penelitian berjudul Pembuatan Komposit Polimer Berpenguat Serat Sintetik untuk Bahan Baku Genteng, karya Nuning Aisah’, Hanedi Darmasetiawan’, Sudirman’ dan Aloma Karo Karo, mahasiswa IPB University, Jurusan Fisika FMIPA.

5. Genteng Metal Berpasir (Zincalume): Inovasi metal pasir, seperti dilansir di laman resmi Bumi Lancang Kuning Pusaka, menggunakan baja lapis zincalume. Ini menawarkan daya tahan tinggi terhadap karat, korosi, dan perubahan cuaca, serta memiliki lapisan pasir yang berfungsi meredam kebisingan.

Ilustrasi pengrajin genteng - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pengrajin genteng – sukabumiheadline.com

Sementara itu, tiga bahan baku lainnya dikutip dari cobexair.com didalam artikel bahasa Inggris berjudul 5 Innovative Roofing Materials for Modern Homes, yakni:

5+1. Genteng UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride): Material ini ramah lingkungan karena dapat didaur ulang. Genteng UPVC memiliki lapisan anti-UV yang membuatnya tahan terhadap cuaca ekstrim dan panas matahari, sehingga ruangan di bawahnya lebih sejuk.

5+2. Genteng Surya (Solar Tiles): Genteng inovatif yang mengintegrasikan panel surya fotovoltaik ke dalam material atap. Ini memberikan fungsi ganda: perlindungan rumah dan pembangkit energi bersih.

5+3. Atap Graphene: Penggunaan material grafena (graphene) untuk melapisi genteng, yang meningkatkan kekuatan struktural dan ketahanan terhadap cuaca, menjadikannya sangat awet.

Inovasi bentuk dan metode

Selain bahan, inovasi juga terjadi pada bentuk, seperti “triple roof tile” dari beton yang menggabungkan tiga genteng menjadi satu unit interlock, mempercepat pemasangan dan meningkatkan efisiensi.

Di Indonesia, terdapat juga dorongan penggunaan kembali genteng tanah liat dengan teknologi press modern (program gentengisasi).

Berita Terkait

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat
32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak
Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan
Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar
10 ribu ton! 38 kecamatan penghasil kacang panjang di Sukabumi, kaya protein nabati, vitamin, dan mineral
Membanding produksi daging kerbau, sapi, kambing, domba dan babi di Sukabumi
Daftar kecamatan penghasil petai Sukabumi, produksi ribuan ton

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:56 WIB

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:09 WIB

32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:00 WIB

Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:27 WIB

Lumbung padi di Jawa Barat: Indramayu juara, Sukabumi 5 besar

Berita Terbaru

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Purbaya: Anggaran MBG mau dipangkas Rp40 triliun

Kamis, 26 Mar 2026 - 00:51 WIB