Warga Sukabumi waspada banjir dan longsor musim hujan, BMKG: Hari ini mulai La Nina

- Redaksi

Kamis, 1 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hujan deras - Istimewa

Ilustrasi hujan deras - Istimewa

sukabumiheadline.com – Tinggal di daerah yang rawan bencana hidrologi, warga Kabupaten dan Kota Sukabumi, Jawa Barat, wajib waspada. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut La Nina akan datang hari ini, 1 atau 2 Agustus 2024.

La Nina adalah salah satu fenomena alam yang terjadi secara periodik di Samudera Pasifik. Fenomena ini menyebabkan suhu muka laut di wilayah tersebut mengalami penurunan, sehingga udara terasa lebih dingin dari biasanya. BMKG mengatakan, datangnya La Nina menandakan bahwa fenomena El Nino telah berakhir.

La Nina juga berdampak pada curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata, sehingga dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kampung Lio Cicurug, Kabupaten Sukabumi ke.bali diterjang banjir - Istimewa
Kampung Lio Cicurug, Kabupaten Sukabumi ke.bali diterjang banjir – Istimewa

Menurut Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Supari, saat terjadi La Nina, angin timuran yang bersifat lembap karena membawa uap air dari Samudera Pasifik menuju Indonesia mengalami peningkatan.

Akibatnya, awan mengalami penambahan pembentukan, sehingga berpotensi meningkatkan curah hujan. Menurut prediksi BMKG dan sejumlah lembaga iklim dunia, La Nina akan berada pada intensitas lemah.

“La Nina diprediksi mulai terjadi Agustus 2024, meskipun peluangnya tidak mencapai 80 persen,” kata Supari, Senin, (29/7/2024) dikutip dari kompas.com.

Namun, hingga saat ini, BMKG masih terus melakukan monitoring terkait kehadiran La Nina di Indonesia.

Ilustrasi hujan lebat
Ilustrasi hujan lebat – Istimewa

Apabila merujuk pada data historis, La Nina kemungkinan bisa terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera bagian tengah dan utara.

Dampak fenomena La Nina di Indonesia umumnya adalah meningkatnya curah hujan bulanan mulai 10 hingga 40 persen di atas ambang normal.

“Musim kemarau akan sedikit lebih basah dibandingkan normalnya,” ungkap Supari.

Peningkatan curah hujan saat La Nina memungkinkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, bahkan badai tropis.

Namun, Supari mengatakan, karena intensitas La Nina tergolong lemah, maka dampak yang akan dirasakan Indonesia tidak begitu signifikan.

Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada menyambut datangnya fenomena La Nina.

Sebab menurutnya peningkatnya curah hujan di musim kemarau dapat merugikan, khususnya bagi sektor pertanian dan perkebunan.

Berita Terkait

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi soroti perubahan status lahan HGU jadi HGB di Ciambar
5 tahun jadi tunawisma di Banyuwangi, Saprudin ingin pulang ke Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi ingin lahan HGB terlantar di Ciambar untuk kepentingan masyarakat
Saling bacok dua kelompok di Sukalarang Sukabumi, 5 orang diamankan
Di Sukabumi Menhan dan Wapang TNI ingatkan skill menembak dan bela diri: Mutlak
Kontrakan RBC Sukabumi digeledah, pengedar narkoba ditangkap di Cisaat
ASN Dishub Kabupaten Sukabumi akui pelecehan seksual ke 3 siswi PKL: Hanya bercanda
Ruang kerja diubah jadi room karaoke, Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi lecehkan 3 siswi PKL

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 10:00 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi soroti perubahan status lahan HGU jadi HGB di Ciambar

Kamis, 24 September 2026 - 23:50 WIB

5 tahun jadi tunawisma di Banyuwangi, Saprudin ingin pulang ke Sukabumi

Kamis, 24 September 2026 - 16:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi ingin lahan HGB terlantar di Ciambar untuk kepentingan masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 16:00 WIB

Saling bacok dua kelompok di Sukalarang Sukabumi, 5 orang diamankan

Selasa, 22 September 2026 - 23:00 WIB

Di Sukabumi Menhan dan Wapang TNI ingatkan skill menembak dan bela diri: Mutlak

Berita Terbaru