sukabumiheadline.com – Merespons banyaknya keluhan warga terkait kondisi Jalan Kabupaten rusak ruas Parungkuda-Kabandungan, Jawa Barat, Bupati Sukabumi Asep Japar menggelontorkan anggaran lebih besar pada 2026, dibanding 2025, untuk memperbaiki akses yang menghubungkan empat kecamatan tersebut.
Jalan penghubung Kecamatan Parungkuda, Bojonggenteng, Kalapanunggal hingga Kabandungan itu, kerap dikeluhkan warga di media sosial. Kerusakan jalan kian parah, terlebih saat musim penghujan seperti saat ini.
Karenanya, Asep Japar mengaku sangat memahami keresahan warga dan pengguna jalan. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi pun harus memperhitungkan dengan matang, mengingat luas wilayah dan keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya memahami keluhan pengguna jalan tersebut dan kami juga selalu mendengarkan kritikan masyarakat. Namun, kami juga harus memperhitungkan dengan matang di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran seperti saat ini,” kata Asep Japar kepada sukabumiheadline.com, Kamis (7/5/2026).
Namun demikian, kata bupati, pihaknya sudah menganggarkan kenaikan anggaran perbaikan jalan tersebut lebih dari 100 persen pada 2026, ketimbang tahun sebelumnya.
“Untuk ruas jalan Parungkuda sampai Kabandungan, alhamdulillah tahun ini ada penanganan di beberapa segmen dengan kenaikan anggaran lebih dari 100 persen pada tahun ini, dan akan mulai digarap dalam dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Lebih jauh, bupati menambahkan, untuk tahun 2026 pihaknya menargetkan penanganan jalan rusak sepanjang 114,15 kilometer di seluruh wilayah yang dipimpinnya.
“Untuk target penanganan jalan tahun 2026 ini total sepanjang 114,15 kilometer,” jelas Asep Japar.
Selain penanganan jalan, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, pun melakukan perbaikan hingga rekonstruksi pendukung kemantapan jalan. Dari mulai pemasangan bronjong, tembok penahan tanah (TPT) hingga perbaikan jembatan.
“Kan tidak hanya menangani jalan, tapi juga pelangkap lainnya untuk memperpanjang usia kemantapan jalan, seperti jembatan, TPT, selokan tembok, bahu jalan, dan pemasangan bronjong di titik-titik rawan longsor,” paparnya.
“Penanganan pun tidak selalu rekonstruksi. Beberapa di antaranya, penanganan untuk tujuan agar kondisi jalan tidak turun status,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Asep Japar juga meyakinkan, ia dan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, memiliki komitmen untuk membangun, khususnya infrastruktur jalan, sesuai visi dan misi kepala daerah.
“Saya dan pak Haji Andreas menjabat sebagai bupati dan wakil bupati kurang lebih satu tahun dua bulan. Banyak pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Banyak netizen yang menyampaikan kritik, ‘bupati tong ngopi wae, jalan omean,” imbuhnya.
“Tapi saya dan pak Haji Andreas tetap komitmen untuk fokus membangun sesuai dengan visi misi,” pungkas bupati.









