Apakabar PLTB Sukabumi? Terbesar se-Asia, dipindah ke Sidrap, dicaplok BREN

- Redaksi

Senin, 9 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PLTB - Istimewa

Ilustrasi PLTB - Istimewa

sukabumiheadline.com – Rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga saat ini masih simpang siur. Bahkan, proyek kemudian dialihkan dulu ke Sulawesi Selatan.

Bahkan, kabar terbaru menyebut jika proyek tersebut dicaplok oleh perusahaan swasta milik orang terkaya di Indonesia dan nomor 24 di dunia.

Padahal, rencana pembangunan proyek tersebut sudah dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo. Bahkan sejak 2019 silam. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pun sesumbar bahwa pembangunan PLTB di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi berkapasitas 150 megawatt (MW) itu akan terlaksana dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PLTB di Kecamatan Ciemas ini akan menjadi yang terbesar di Asia, saat ini eksplorasi sudah dilakukan sehingga pembangunan dipastikan terlaksana,” kata Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum (ketika itu), Rabu, (8/9/2019) lalu.

Menurutnya, Ciemas sejak lama sudah diprioritaskan menjadi lokasi pembangunan PLTB karena memiliki sumber daya angin yang baik untuk membangkitkan tenaga listrik. Berbagai penelitian dari para ahli pun sudah dilakukan, akhirnya setelah menunggu beberapa lama pembangunan ini bisa terealisasi.

Baca Juga:

Menurut Uu, manfaat dari pembangunan ini tidak hanya dirasakan untuk masyarakat di Kabupaten Sukabumi karena akan menyerap tenaga kerja sebanyak 300 orang, tetapi juga nasional, karena memasok energi listrik.

Baca Juga:

Uu berharap, dalam rekruitmen tenaga kerja perusahaan wajib memprioritaskan warga sekitar dahulu, jangan sampai masyarakat setempat hanya menjadi penonton.

“Adanya PLTB persediaan listrik akan terjaga karena ini merupakan energi terbarukan yang tidak akan habis dan setelah beroperasi tidak membutuhkan biaya operasional yang besar karena energi yang didapatkan bersumber dari angin yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Rekomendasi Redaksi: Berharap panas geothermal Gunung Salak di lumbung kemiskinan Sukabumi

Terlebih Jokowi saat meresmikan PLTB Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menyebut Kabupaten Sukabumi juga akan memiliki pembangkit listrik serupa.

Baca Juga :  Jadi orang terkaya ke-5 di Asia, ini profil 2 perusahaan Prajogo Pangestu di Sukabumi

“PLTB Sidrap saat ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, tetapi PLTB di Kecamatan Ciemas nantinya akan menjadi yang terbesar di Asia. Ini akan menjadi kebanggaan warga Sukabumi dan Jabar, apalagi lokasinya tidak jauh dari objek wisata Geopark Ciletuh sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan,” kata Jokowi.

Untuk informasi, PLTB Sidrap memiliki 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 meter. Panjang baling-balingnya 57 meter dan masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW. Total kapasitas yang dihasilkan oleh 30 turbin mencapai 75 MW.

Rekomendasi Redaksi: Sejarah PLTP Gunung Salak, Setor Puluhan Miliar Rupiah per Tahun ke Kas Pemkab Sukabumi

Ilustrasi PLTB - Kemenkominfo
Ilustrasi PLTB – Kemenkominfo

Dipindah ke Sulawesi

Lantas, bagaimana kabar kelanjutan proyek PLTB Sukabumi tersebut?

Dijawab oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami bahwa rencana pembangunan PLTB tidak gagal. Marwan memastikan rencana pembangunan PLTB tetap berjalan dan akan diteruskan.

Namun, kata Marwan, hingga kini proyek tersebut masih terkendala persoalan lahan. Diketahui, lahan yang akan digunakan merupakan milik Perhutani. Karenanya, proyek itu kemudian dialihkan ke Sidrap, Sulawesi Selatan, terlebih dahulu.

“Enggak ada yang gagal, apalagi menjadi tiga perusahaan kalau tidak salah yang akan memanfaatkan potensi angin untuk jadi energi itu,” kata Marwan.

Berita Terkait: 

“Adapun terkait ecogreen, kita menginisiasi untuk kemudian juga untuk energi baru terbarukan, energi angin, walaupun dipindahkan ke Sulawesi ini sudah mulai terus, dimulai sebenarnya dari Sukabumi semuanya,” yakin Marwan.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan bahwa pihaknya masih mengharapkan proyek itu, segera terwujud.

Ade menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat di Bandung pada Selasa, 6 Juni 2023 lalu.

“Adanya penambahan kuota ini tentunya untuk mewujudkan sumber energi terbarukan dan memenuhi kebutuhan listrik khususnya di Kabupaten Sukabumi. Penambahan kapasitas ini juga diajukan oleh pihak kontraktor, PT UPC Renewables Indonesia, yang menunjukkan komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan,” kata Ade dikutip dari Antara, Selasa (6/6/2023) lalu.

Rekomendasi Redaksi: Kisah Jembatan Lapuk Tetangga Star Energy Geotermal Salak Sukabumi Telan Korban Jiwa

Baca Juga :  Intip bisnis BREN di Sukabumi bernilai triliunan Rupiah, sahamnya diburu investor

Dicaplok BREN

Terbaru, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy (Barito Wind), telah menuntaskan akuisisi PT UPC Sukabumi Bayu Energi dan PT UPC Lombok Timur Bayu Energi dengan total nilai US$ 4,68 juta atau setara Rp72,8 miliar.

Untuk diketahui, BREN merupakan perusahaan milik Prajogo Pangestu yang juga menaungi Star Energy Geotermal Salak (SEGS). Baca selengkapnya: Punya aset triliunan Rupiah di Sukabumi, mantan sopir angkot masuk Top 5 orang terkaya di Asia

Rampungnya pengambilalihan dua perusahaan PLTB tersebut sekaligus melengkapi transaksi BREN sebelumnya yang menuntaskan akuisisi PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2) dengan harga US$ 5,17 juta atau Rp80,5 miliar pada 15 Desember 2023 lalu.

Menurut Direktur BREN, Merly, perseroan membeli sebanyak 19.364 saham atau mewakili 51% saham PLTB Sukabumi dari UPC Renewables Asia IV Limited (Asia IV) dan UPC Sukabumi (HK) Ltd (Sukabumi HK) seharga US$ 1,55 juta.

BREN juga membeli utang (development loan participation) PLTB Sukabumi dari PT UPC Renewables Indonesia (UPCRI) sebesar US$ 312,3 ribu dan US$ 2,18 juta dari UPC Renewables Ltd (UPCRL).

Serupa dengan PLTB Sukabumi, BREN yang merupakan anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), juga mengambil alih sebanyak 10.200 saham atau mencerminkan 51% saham PLTB Lombok dengan harga sebesar US$ 3,12 juta.

“BREN melalui BWE (Barito Wind) mengambil alih saham PLTB dari PT UPC Renewables Asia VII Limited (Asia VIII) dan UPC Lombok (HK) Ltd (Lombok HK) yang bertindak selaku penjual,” jelas Merly dalam keterangan tertulis, Rabu (3/1/2024) lalu.

Adapun, tujuan pengambilalihan saham PLTB Sukabumi dan Lombok tersebut, tutur Merly, untuk mengembangkan usaha dan memperkuat posisi bisnis grup perseeroan di bidang energi baru terbarukan (EBT).

Ditambahkan Merly, transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi. Sebab para penjual pembangkit listrik tenaga angin itu tidak terafiliasi dengan perseroan.

Transaksi itu juga bukan transaksi material karena nilainya tidak mencapai 20% dari ekuitas BREN berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023. Jika dibandingkan antara total aset PLTB Sukabumi dan Lombok dibagi dengan total aset perseroan, tidak mencapai 20%.

Jika laba bersih PLTB Sukabumi dan Lombok dibagi dengan laba bersih BREN, totalnya tidak mencapai 20%.

“Perbandingan antara pendapatan usaha PLTB Sukabumi dan Lombok dibagi dengan pendapatan usaha perseroan juga tidak mencapai 20%,” papar Merly.

Berita Terkait

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta
Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?
Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak
Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon
Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi
Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?
Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 10:00 WIB

Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?

Rabu, 2 April 2025 - 03:32 WIB

Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak

Selasa, 1 April 2025 - 00:01 WIB

Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda

Senin, 31 Maret 2025 - 13:00 WIB

Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:00 WIB

Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB