Tanah longsor timpa jalan di Kadudampit Sukabumi, 1 mobil pick up tertimbun

- Redaksi

Selasa, 12 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Diguyur hujan berjam-jam, tebing tanah setinggi sekitar 20 meter di Kampung Cibodas, perbatasan Desa Sukamaju dengan Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/11/2024) longsor.

Longsoran tersebut menimbun ruas Jalan Kadudampit – Kramat dengan tinggi sekitar 1, meter, lebar 3 meter panjang 20 meter.

Selain itu dilaporkan sementara, satu unit mobil pick up yang sedang parkir di sekitar lokasi kejadian ikut tertimbun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga, Andri Kurniawan (45) mengungkapkan kejadian tanah longsor saat dirinya menuju pulang ke rumah di Desa Sukamaju. Beberapa puluh meter setelah melintas lokasi tiba-tiba mendengar suara gemuruh.

“Spontan saya langsung melihat ke belakang ternyata ada tanah longsor,” ungkap Andri kepada awak media di lokasi kejadian Kampung Cibodas, Senin malam.

Andri yang juga diketahui sebagai Ketua Sehati Gerak Bersama, melihat terjadi tanah longsor langsung mengecek lokasi, dan melaporkan kejadian yang baru dilihatnya kepada para sukarelawan sosial kemanusiaan melalui telepon dan WhatsApp group.

“Ada satu unit mobil bak terbuka yang terseret dan tertimbun longsoran. Mobil sedang di parkir, dan sopirnya berada di lokasi pemancingan, tadi saya sudah bertemu,” kata Andri.

Tanah longsor ini, lanjut dia, selain menimbun ruas jalan alternatif menuju Kota Sukabumi, juga menimbun akses jalan menuju lokasi pemancingan dan tempat parkir kendaraan.

“Mobil yang tertimbun itu diparkir di akses jalan menuju pemancingan,” ujar Andri sambil menunjuk ke arah mobil yang sebagiannya tertimbun dengan bantuan cahaya senter.

Menurut Andri, karena tertimbun tanah longsor, ruas jalan alternatif tersebut tidak dapat dilintasi. Sehingga para pengendara kendaraan bermotor dari kedua arah mencari jalur lain.

Upaya pembersihan jalan tidak bisa dilakukan langsung karena khawatir terjadi longsor susulan dan menjelang malam hari. Meskipun ia bersama beberapa warga sempat berupaya membersihkan material longsoran dengan cara manual.

Upaya pembersihan akhirnya dilakukan setelah Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi serta tim Sehati Gerak Bersama tiba di lokasi.

Evakuasi mobil butuh alat berat

Sub Koordinator Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Medi Abdul Hakim menjelaskan dugaan sementara tanah longsor dipicu hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi selama beberapa hari terakhir ini.

“Hari ini saja hujan sejak siang sampai malam ini masih juga turun,” jelas Medi kepada awak media di lokasi kejadian, Senin malam.

Menurut informasi warga, di atas lokasi tanah longsor terdapat kebun singkong milik masyarakat dan juga terdapat saluran irigasi untuk ke persawahan. Namun ia belum bisa mengecek ke lokasi karena waktu sudah malam hari dan kondisi masih hujan.

“Saat ini kami utamakan dulu penanganan longsoran yang menimbun jalan agar bisa dilintasi,” ujar Medi.

“Untuk evakuasi mobil dilakukan besok, karena juga butuh alat berat untuk membersihkan material longsoran,” sambung dia.

Untuk sementara, lanjut dia, dalam kejadian tanah longsor tidak menimbulkan korban jiwa dan luka. Hanya ada satu unit mobil pick up dalam keadaan kosong yang diparkir di dasar tebing tanah.

“Kami khawatir terjadi longsoran susulan. Karena di pinggir atas jalan terdapat gawir dengan beberapa rumput pohon bambu yang sudah miring,” kata Medi.

“Kami akan melanjutkan penanganan tanah longsor ini Selasa pagi (hari ini) dan sekaligus mengecek lokasi yang di atas tanah longsoran,” sambung dia.

Penanganan tanan longsor di antaranya melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kadudampit, Pemerintah Desa Sukamaju dan Cipetir, BPBD, Damkar, PMI, Sehati Gerak Bersama serta seluruh sukarelawan dan masyarakat.

Berita Terkait

Bupati Sukabumi respons “ulah ngopi wae” dari netizen
Jalan Kabupaten di Nyalindung Sukabumi 4 tahun rusak, warga: Sudah sering diukur
Rifaldi, biker Sukabumi terjungkal akibat kabel menjuntai ke jalan
DPRD Kabupaten Sukabumi dorong ekosistem pendidikan inklusif, aman, dan memberdayakan
Nizam Syafei Sukabumi tewas dianiaya, ayah kandung jadi tersangka
Diduga depresi 3 kali gagal berumahtangga, PNS di Sukabumi ini memilih akhiri hidup
Pemkab Sukabumi bangun belasan sarana air bersih, yuk cek lokasi, anggaran dan hasilnya
Bermasalah, TKW asal Sukabumi dan Cianjur dipulangkan dari Malaysia

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 00:01 WIB

Jalan Kabupaten di Nyalindung Sukabumi 4 tahun rusak, warga: Sudah sering diukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:03 WIB

Rifaldi, biker Sukabumi terjungkal akibat kabel menjuntai ke jalan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:04 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi dorong ekosistem pendidikan inklusif, aman, dan memberdayakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:02 WIB

Nizam Syafei Sukabumi tewas dianiaya, ayah kandung jadi tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 21:38 WIB

Diduga depresi 3 kali gagal berumahtangga, PNS di Sukabumi ini memilih akhiri hidup

Berita Terbaru

Ilustrasi populasi manusia - sukabumiheadline.com

Internasional

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB