Bupati Sukabumi respons “ulah ngopi wae” dari netizen

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sukabumi Asep Japar - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Bupati Sukabumi Asep Japar - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Bupati Sukabumi Asep Japar mengakui banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan, khususnya infrastruktur jalan rusak di daerah yang dipimpinnya.

Selama sekira satu tahun dan dua bulan memimpin bersama Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, ia mengaku mendapatkan banyak masukan dan keluhan masyarakat terkait jalan.

“Perjalanan saya dengan pak Haji Andreas menjabat sebagai bupati dan wakil bupati kurang lebih satu tahun dua bulan banyak pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Banyak pekerjaan-pekerjaan, khususnya infrastruktur masih banyak terutama jalan-jalan yang bolong,” kata Asep Japar, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Asep Japar dalam sambutan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XLVII tingkat Kabupaten Sukabumi 2026, di Komplek Ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), Kecamatan Kadudampit.

Eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi itu juga mengakui banyak netizen yang menyampaikan kritik, “bupati tong ngopi wae (bupati jangan ngopi terus – red).

“Banyak netizen yang menyampaikan bahwa ‘bupati tong ngopi wae, jalan omean,” katanya disambut tawa hadirin.

Selanjutnya, Bupati Sukabumi menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk membangun, khususnya infrastruktur jalan, sesuai visi dan misi kepala daerah.

“Mudah-mudahan pada kesempatan yang berbahagia ini, (perwakilan warga) semua kecamatan hadir, para kyai juga hadir, para ulama. Mohon disampaikan bahwa saya dengan pak Haji Andreas tetap komitmen untuk membangun jalan sesuai dengan visi misi,” yakin dia.

Untuk informasi, acara berlangsung hingga 4 – 7 Mei 2026, diikuti 427 peserta dari 47 kecamatan, melombakan tilawah, tahfidz, tafsir, dan kaligrafi, serta bertujuan memperkuat syiar Islam dan mencetak generasi qurani.

Sementara itu, menurut data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, total panjang jalan di kabupaten terluas di Jawa Barat ini mencapai 1.424,36 kilometer, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kondisi Baik: 572,16 km di antaranya dalam kondisi baik
  • Kondisi Sedang: 290,67 km kondisi sedang
  • Rusak Ringan: 54,05 km dalam kondisi rusak ringan
  • Rusak Berat: 507,48 km dalam kondisi rusak berat

Data di atas menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah pemerintah daerah, terutama karena lebih dari 500 kilometer jalan berada dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan penanganan serius

Dinas PU Kabupaten Sukabumi memastikan tetap mengoptimalkan penanganan jalan rusak di tahun 2026, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan panjangnya ruas jalan berstatus milik kabupaten.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terbaru