Ulasan lengkap kilang modular Sukabumi, untuk kurangi impor BBM skala cepat

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oil Refinery atau kilang minyak - Ist

Oil Refinery atau kilang minyak - Ist

sukabumiheadline.com – Pembangunan kilang minyak modular di Sukabumi, Jawa Barat, akan segera terwujud. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Baca selengkapnya: Pemerintah akan bangun kilang minyak Sukabumi nilai investasi Rp160 triliun, ini fungsinya

Bahlil mengungkapkan bahwa tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk pembangunan 17 kilang minyak modular sudah hampir rampung.

“Yang 17 kilang, sekarang FS-nya hampir final. Tim kami yang ke beberapa negara di Afrika dan Amerika sudah balik,” kata Bahlil di sela-sela rapat Koordinasi Persiapan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Kantor BKPM, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/10/2025). Baca selengkapnya: Feasibility study pembangunan kilang modular Sukabumi hampir rampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia sedang mengambil langkah strategis untuk mengatasi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Salah satu rencana yang kini menjadi sorotan adalah pembangunan kilang minyak modular berukuran kecil, yang dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan kilang konvensional. Melalui proyek ini, Indonesia berharap dapat menekan biaya impor dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Kilang modular memiliki keunggulan berupa sistem pre-fabrikasi, yang memungkinkan pembangunannya selesai lebih singkat. Berbeda dengan kilang konvensional yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, kilang modular dapat dirakit lebih cepat karena komponen utamanya dibuat di pabrik sebelum dipasang di lokasi.

Sebanyak 17 kilang modular tersebut nantinya akan tersebar di sejumlah lokasi seperti di Jawa, Kalimantan, hingga

Selain Sukabumi, beberapa daerah yang menjadi target pembangunan mencakup Natuna, Surabaya, Halmahera Utara, hingga Fakfak. Dilansir dari Reuters pada Rabu (15/10/2025), pemerintah menilai pendekatan ini lebih realistis untuk memenuhi kebutuhan energi dalam waktu singkat. Baca selengkapnya: Mengenal kilang modular yang akan dibangun Danantara di Sukabumi

Langkah ini juga erat kaitannya dengan perjanjian pembelian produk energi senilai 15 miliar dolar AS yang telah diteken Indonesia dengan mitra luar negeri.

Menurut laporan Bloomberg Energy (2025), kesepakatan ini tidak hanya memberikan akses terhadap pasokan energi yang lebih stabil, tetapi juga membuka ruang kerja sama dalam transfer teknologi pengolahan minyak. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang berdaya saing.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan Danantara, lembaga pengelola investasi strategis nasional atau sovereign wealth fund. Reuters melaporkan bahwa Danantara telah menandatangani kontrak senilai 8 miliar dolar AS dengan perusahaan energi Amerika Serikat, KBR Inc., yang dikenal berpengalaman dalam pembangunan kilang modular. Kerja sama lintas negara ini menunjukkan upaya Indonesia untuk menyeimbangkan kebutuhan domestik dengan dukungan dari investor global.

Baca Juga: Ternyata ini tujuan kilang minyak Sukabumi dibangun

Meskipun terkesan menjanjikan, sejumlah analis energi meragukan efektivitas pendekatan modular ini. Mengutip International Energy Agency (IEA), kapasitas kilang modular rata-rata hanya sekitar seperlima dari kilang konvensional sehingga tidak dapat menopang industri petrokimia berskala besar.

Selain itu, biaya operasional yang lebih tinggi akibat skala produksi terbatas bisa menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan proyek.

Indonesia sendiri sudah lama berhadapan dengan kendala dalam proyek kilang berskala besar. Rencana modernisasi kilang Pertamina di beberapa daerah kerap tertunda, sementara kerja sama dengan Rosneft dari Rusia di Tuban berjalan lambat. Menurut Energy World (2024), stagnasi proyek kilang besar mendorong pemerintah mencari alternatif modular sebagai solusi sementara.

Pendekatan ini dinilai lebih realistis karena dapat menghasilkan output cepat meskipun dengan skala terbatas. Kilang modular dapat berfungsi sebagai solusi darurat untuk mengurangi impor bensin, terutama saat permintaan domestik terus meningkat.

Namun, untuk jangka panjang, pembangunan kilang besar tetap diperlukan agar Indonesia mampu bersaing di pasar petrokimia global.

Jika proyek kilang modular berhasil, Indonesia berpotensi memperkuat ketahanan energi dan mengurangi tekanan terhadap devisa negara. Dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk harga BBM yang lebih stabil dan pasokan yang terjamin.

Bahlil menjelaskan, kilang yang akan dibangun menggunakan model kilang modular, yakni unit pengolahan minyak berskala kecil yang bisa dibangun lebih cepat dan dengan investasi modal lebih ringan dibandingkan kilang tradisional skala besar.

Berita Terkait: Bangun kilang minyak Sukabumi, Danantara gandeng 3 perusahaan AS ini

Namun, seperti dicatat Bloomberg (2025), jika proyek ini gagal memenuhi target, strategi modular justru bisa membebani keuangan negara.

Bagi Indonesia, pembangunan kilang modular bukan hanya soal infrastruktur energi, melainkan juga ujian atas kemampuan negara berinovasi dalam menghadapi keterbatasan.

Dengan segala peluang dan risikonya, kilang modular kini menjadi taruhan penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi nasional.

Berita Terkait

Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih
Mulai 6 Maret 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama
Daftar kecamatan penghasil jagung di Sukabumi, ratusan ribu ton!
Meski berlaku WFH di perusahaan, hak upah dan cuti pegawai tak boleh hilang
KDM rekrut besar-besaran lulusan SD jadi tenaga teknis lapangan, gaji Rp4,2 juta
Lawan rentenir, warga bisa pinjam uang ke Kopdes Merah Putih, bunga 6% per tahun
Purbaya: Anggaran MBG mau dipangkas Rp40 triliun
Rekor! Okupansi KA Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi capai 201%

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:11 WIB

Bunyi aturan baru, DAU dan Dana Desa bisa digunakan untuk Kopdes Merah Putih

Senin, 6 April 2026 - 18:05 WIB

Mulai 6 Maret 2026, bayar pajak kendaraan di Jabar tak perlu KTP pemilik lama

Kamis, 2 April 2026 - 16:50 WIB

Daftar kecamatan penghasil jagung di Sukabumi, ratusan ribu ton!

Rabu, 1 April 2026 - 22:09 WIB

Meski berlaku WFH di perusahaan, hak upah dan cuti pegawai tak boleh hilang

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:26 WIB

KDM rekrut besar-besaran lulusan SD jadi tenaga teknis lapangan, gaji Rp4,2 juta

Berita Terbaru

Honda HRD 125 - Honda

Otomotif

Ini spesifikasi Honda HRD 125, skutik petualang seharga Beat

Selasa, 7 Apr 2026 - 04:30 WIB

Ilustrasi WhatsApp - sukabumiheadline.com

Teknologi

Nikmati fitur penterjemah WhatsApp otomatis ke 20 bahasa

Selasa, 7 Apr 2026 - 02:19 WIB

Bendera Persib Bandung - sukabumiheadline.com

Olahraga

Resmi, Persib disanksi Rp148 Juta buntut Bobotoh rusuh

Senin, 6 Apr 2026 - 06:14 WIB