sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh Indonesia. Ia menolak pemakaian atap seng yang dinilai mudah panas serta berkarat. Kebijakan tersebut akan dijalankan melalui gerakan proyek gentengisasi melibatkan pemerintah pusat dan daerah.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).
Niat Prabowo tersebut tentunya menjadi peluang baik bagi industri genteng tradisional dan semi modern di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah produsen genteng tradisional di Sukabumi yang sempat lesu, kini memiliki harapan untuk bangkit lagi, di tengah gempuran produk-produk genteng hasil perusahaan besar dari luar daerah.
Produsen genteng tradisional di Sukabumi
Industri genteng di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, merupakan sentra produksi kerajinan tanah liat tradisional yang menghasilkan genteng press untuk atap rumah.
Beberapa produsen memproduksi genteng jenis Morando dan tradisional lainnya. Meskipun ada persaingan dari genteng modern/metal, industri lokal tetap beroperasi melayani kebutuhan material atap.
Wilayah ini memiliki sejarah panjang dalam pembuatan genteng, bahkan melibatkan pekerja tahanan pada era 1960-an hingga 1970-an. Pengrajin setempat fokus pada pembuatan genteng press atau cetak dari bahan tanah liat, menjadikan Gunungguruh dikenal sebagai salah satu wilayah produksi genteng di Sukabumi, dengan sejarah penggunaan tenaga kerja tahanan.
Di sisi lain, industri tradisional menghadapi persaingan dari material modern yang dianggap lebih tahan lama, ringan, dan tidak memerlukan perawatan intensif seperti genteng tanah liat tradisional.
Padahal, produk yang dihasilkan, khususnya jenis Morando/tradisional, sering digunakan untuk hunian, villa, dan resort di wilayah Sukabumi karena memberikan kesan klasik.
Kini, produsen semi modern di Sukabumi juga memproduksi jenis genteng Plentong, Morando, dan kodok. Produsen lokal umumnya memproduksi genteng press tanah liat, termasuk tipe Morando yang populer karena tampilannya yang estetis dan tradisional.
Selain genteng tanah liat tradisional, kawasan Sukabumi, seperti di Karang Tengah, Kecamatan Cibadak juga menjadi sentra produksi dan pemasaran berbagai jenis atap, termasuk genteng keramik, beton, dan metal pasir.
Produsen genteng di Sukabumi
Produsen dan penjual genteng di Sukabumi antara lain Maestro Atap Sukabumi yang berlokasi di Jl. Raya Karang Tengah, Cibadak. Selain itu, CV Indobata, perusahaan ini spesialisasi memproduksi aneka produk beton, termasuk genteng beton, paving block, kanstin, dan roster di Kampung Karang Hilir Jl. Raya Karang Tengah, Karang Tengah, Kecamatan Cibadak.
Lalu, pabrik genteng pres Harapan Hidup (HH Super). Pabrik ini memproduksi berbagai macam genteng press (tanah liat), bata muka, dan loster, pabrik genteng press yang memproduksi berbagai aksesori atap seperti nok (wuwung) di Kampung/Desa Bojong, Kecamatan Cikembar.
Kebijakan gentengisasi Prabowo tentunya memberikan tantangan sekaligus harapan tinggi bagi produsen genteng tradisional dan semi modern di Sukabumi untuk terus berkembang.









