sukabumiheadline.com – Janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memanjakan warga di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, khususnya di bidang kesehatan bakal segera terwujud. Baca selengkapnya: Warga Pajampangan dimanja KDM, ini program 2026 di selatan Sukabumi
Tahun ini, RSUD Jampangkulon di Kabupaten Sukabumi, diproyeksikan memiliki fasilitas helipad untuk mendukung layanan kesehatan darurat udara.
Pengadaan ambulans helikopter dan landasannya ini bertujuan untuk mempercepat evakuasi pasien gawat darurat dari wilayah Jampang ke rumah sakit. Fasilitas ini mendukung peran RSUD Jampangkulon sebagai salah satu rumah sakit rujukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana melengkapi RSUD yang terletak di Jl. Cibarusah No. 1 tersebut dengan helipad diungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Selain Jampang Kulon, rencana serupa akan diwujudkan di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
Hal itu merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menjawab persoalan klasik layanan kesehatan di wilayah selatan.
Selain menggelontorkan anggaran Rp49 miliar untuk penambahan ruang layanan, Dedi Mulyadi menggagas penyewaan helikopter khusus untuk mendukung operasional RSUD Jampang Kulon dan RSUD Pameungpeuk.
Langkah ini muncul setelah Direktur RSUD Jampang Kulon, Lusi Apriani, mengungkap kondisi rumah sakit yang kerap mengalami over kapasitas.
Tekanan layanan di rumah sakit milik Pemprov Jabar itu, kata Lusi, dinilai perlu dijawab dengan penambahan fasilitas sekaligus terobosan sistem rujukan cepat.
Menanggapi kondisi tersebut, Dedi memastikan pembangunan fisik segera berjalan tahun ini.
“Tahun ini ada pembangunan, anggarannya Rp49 miliar untuk tambahan ruang layanan,” kata Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Senin (23/2/2026).

Namun, persoalan di Jampang Kulon tak hanya soal ruang perawatan. Lusi juga mengeluhkan sulitnya mempertahankan tenaga medis, terutama dokter spesialis, yang enggan bertugas di wilayah dengan akses jauh dan medan sulit.
Fenomena dokter ‘kabur’ dari daerah terpencil menjadi tantangan serius pemerataan layanan kesehatan di Jawa Barat. Dedi pun merespons dengan pendekatan berbeda, yakni dengan layanan mobilitas udara.
“Atau perlu saya siapin heli? Ada helipad di situ enggak? Nanti saya mau kontrak sama heli, status kontraknya gubernur aja. Di mana heli itu nanti digunakan untuk dokter kunjungan. Itu termasuk untuk angkut pasien yang harus diangkut ke rumah sakit,” ucapnya.
Skema yang disiapkan, Dinas Kesehatan akan menyewa helikopter selama satu tahun dengan sistem on call. Armada tersebut disiapkan khusus untuk kebutuhan medis, baik mengantar dokter spesialis kunjungan maupun mengevakuasi pasien rujukan dari wilayah selatan yang memiliki cakupan luas dan akses sulit.
“Dinas Kesehatan nanti sewa heli setahun, on call. Nanti Rumah Sakit Jampang Kulon, Rumah Sakit Pameungpeuk, dilengkapi helipad dan Pemprov akan menyewa heli,” ujarnya.
Dedi menegaskan, kebijakan penyewaan helikopter ini bukan fasilitas pribadi kepala daerah. Melainkan murni untuk peningkatan layanan kesehatan.
“Bukan untuk kepentingan gubernur, keliling naik heli, tapi untuk kepentingan paramedis menggunakan heli sebagai sarana cepat menangani pasien dan agar dokter-dokter spesialis itu mau berkunjung ke sana,” tutupnya.
Untuk informasi, berbeda dengan mobil siaga, ambulans dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan medis. Dari mulai masker, alat pendeteksi tekanan darah, tempat tidur lipat yang memiliki roda, hingga tabung oksigen. Baca selengkapnya: Ini fasilitas medis di Ambulans Helikopter dan Ambulans Laut untuk warga pedalaman









