sukabumiheadline.com – Kasus kematian Nizam Syafei (NS), seorang anak berusia 12 tahun diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ibu tirinya, TR (47) di Kampung Leuwinanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu menjadi pemberitaan media lokal dan nasional. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Kekinian, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (24/2/2026) dari podcast Denny Sumargo, Anwar Satibi (38), ayah dari NS, mengungkap fakta bawah almarhum anaknya itu tidak pernah menderita sakit.
“Anak saya ini, selama ini sebetulnya gak pernah sakit,” ungkap Anwar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau anak saya pernah sakit, dia dulunya kan sama-sama juga (tinggal bersama – red) dibawa ke dokter mungkin ya,” imbuhnya.
Diketahui, Nizam sendiri sedang mondok di salah satu pondok pesantren. Namun, karena menjelang bulan Ramadhan, Nizam diliburkan.
“Bukan hanya anak saya, semua libur, karena mau bulan puasa. Mau munggahan gitu,” kata Anwar.
“Dia (Nizam) memang ada sedikit luka (kemerahan) dinlubang hidung. Itu karena dia pilek, jadi suka diini kan,” jelasnya sambil mempraktikkan menyeka hidung.
Hingga suatu waktu, jelas Anwar, ketika ia sedang pergi ke Kota Sukabumi, tiba-tiba ditelepon oleh TR yang memberitahukan bahwa Nizam menderita sakit dan terus menerus memanggil nama Anwar.
“Nah, akhirnya saya berkemas dan langsung pulang,” katanya.
Sesampainya di rumah, Anwar mengaku kaget menyaksikan anaknya itu dalam kondisi tubuh penuh luka, namun tidak mau berbicara sama sekali.
“Saya tanya, kenapa? Tapi anak saya ini tidak mau menjawab. Diam terus, sambil mempermainkan ujung selimut dengan tangannya,” jelasnya, sambil mempraktikkan sikap Nizam saat melinting selimut dengan jari jemari.
“Sampai, setelah beberapa saat, anak saya ini bicara. Minta maaf ke saya. “Yah, maafin dede ya,’ katanya sambil membelai pipi saya. Lalu saya tanya lagi, ‘minta maaf kenapa? Saya ini kan bapakmu,'” paparnya.
“Pernah kamu tanya gak sama istri? Kenapa gitu,” tanya Densu.
“Pernah, bang,” jawab Anwar.
Anwar bercerita, ia bertanya kepada TR, kenapa tubuh Nizam seperti itu, terdapat banyak luka dan kulitnya melepuh.
“Pernah saya tanya kenapa (Nizam Syafei) jadi begini? Pernah sampai saya mau pukul (istrinya). Jawabannya, ya begitu. Polos aja, seperti merasa tidak bersalah. Alasannya (Nizam Syafei) sakit panas,” papar Anwar.
“Ternyata, anak saya kalau dipukulnya tidak di situ (di rumah),” tambahnya.
“Di mana? tanya Densu.
“Di luar, bang. Jadi dibawa ke gang , dekat kuburan. Dipukulnya pakai kayu. Saya pernah tanya Nizam, katanya pakai kayu,” ungkap Anwar.
Baca Juga: Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026

Di sisi lain, jika terjadi perselisihan antara anak angkat TR dengan Nizam, sang ibu tiri selalu berpihak ke anak angkat.
“Kalau ada apapun dengan anak saya, itu yang dihantam anak saya, Bang,” ungkap Anwar ke Denny Sumargo.
Keyakinan Anwar semakin kuat ketika Nizam dirawat di rumah sakit. Seorang dokter menyatakan bahwa kondisi Nizam bukan disebabkan sakit panas.
“Ketika di rumah sakit, ada dokter nyamperin. Saya gak tahu dokter atau perawat ya, pakai baju gitu lah (seragam medis – red),” kata dia.
“Nah, di dokter perempuan itu bilang, ‘Mohon maaf ya, kami tahu mana (luka melepuh) yang disebabkan sakit panas dan mana yang bukan. Anak ini mengalami penyiksaan.’ Nah, dari situ saya mulai meluap emosi saya,” jelas Anwar.
“Tapi saya masih tahan karena menghargai banyak orang kan di situ,” katanya.
Setelah Nizam dinyatakan meninggal dunia, Anwar mengaku sempat ragu dengan tawaran autopsi dari pihak rumah sakit. Namun akhirnya ia mengizinkan, karena ada sesuatu yang dinilai janggal dan harus diungkap.
“Tadinya saya ragu, karena saya kan tahu autopsi itu seperti apa. Tapi karena ada yang janggal dan harus diungkap, akhirnya saya setuju, autopsi,” kata Anwar.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Anwar juga bercerita mengenai alasan kenapa Nizam ikut dengan dirinya, bukan dengan ibu kandungnya. Ia beralasan karena enggan bertemu dengan suami baru mantan istrinya.
Menurut Anwar, ibu kandung Nizam, Lisnawati, turut menghadiri proses penghuburan. Baca selengkapnya: Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri
Bantahan ibu tiri
Sedangkan, TR (ibu tiri Nizam Syafei) sendiri sebelumnya telah membantah tuduhan yang viral di media sosial, terutama setelah NS sempat menyebut namanya sebagai pihak yang memaksa ia minum air mendidih sebelum meninggal dunia.
“Tuduhan dari netizen seperti itu semua tidak benar. Saya tidak sekeji itu. Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena faktor panas dalam,” kata TR.
TR mengakui semenjak berita anak meninggal akibat disiksa ibu tiri yang merujuk kepada NS viral di media sosial, dirinya mendapat berbagai penghakiman dari netizen. TR menyebut saat ini masih menjalani pemeriksaan kepolisian.
“Saya tidak tahu pulang ke mana, karena kena mental. Dampak dari berita ini saya dan orang tua saya jadi korban. Kasihan bapak saya yang sedang sakit tidak ada yang urus,” kata TR. Baca selengkapnya: Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir
Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan mereka menangani kasus ini dengan ekstra hati-hati. Ia menyebut kasus ini tak cuma didasarkan pada kesaksian verbal, tetapi juga pada bukti medis yang valid secara hukum. Baca selengkapnya: Polres Sukabumi temukan unsur pidana kematian Nizam, ibu tiri: Karena takdir
Kasus kematian Nizam juga mendapatkan atensi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia bahkan mengaku sempat menangis melihat video Nizam ketika di rumah sakit. Baca selengkapnya: Bikin nangis Wakil Ketua Komisi III DPR RI, minta ibu tiri Nizam di Sukabumi jadi tersangka









