sukabumiheadline.com – India memimpin ekspor beras global tahun 2025 dengan proyeksi 22 juta metrik ton, jauh di atas pesaingnya, didukung oleh kebijakan pelonggaran ekspor. Namun, pasar beras global 2025 didominasi oleh negara-negara Asia.
Tidak ada Indonesia dalam daftar pengekspor beras terbesar di dunia. Sementara empat negara tetangga, yakni Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Myanmar bersaing ketat dengan proyeksi masing-masing sekitar 1,5 hingga 8 juta ton.
Berikut adalah estimasi 10 negara pengekspor beras terbesar di dunia pada tahun 2025, berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), Statista, dan laporan perdagangan terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Total volume perdagangan global diperkirakan mencapai sekitar 59,7 juta metrik ton, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (29/4/2026).
- India: 22 juta metrik ton (eksportir terbesar)
- Thailand: 7,5 juta metrik ton
- Vietnam: 7,5 juta – 8 juta metrik ton
- Pakistan: 5,3 juta metrik ton
- Kamboja: 3,4 juta metrik ton
- Amerika Serikat: 3,2 juta metrik ton
- Myanmar: 1,5 juta metrik ton
- Brasil: 1,3 juta metrik ton
- China: (Masuk dalam proyeksi top 10 negara pengirim utama)
- Paraguay: (Masuk dalam proyeksi top 10 negara pengirim utama)
Kekinian, Malaysia berencana ekspor beras dari Indonesia, namun masih tertahan di tahap negosiasi harga. Hingga kini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan lantaran perbedaan harga yang masih cukup lebar.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, pembahasan dengan Malaysia saat ini masih tertahan oleh proses tawar-menawar harga. Sementara dari sisi kualitas, ia menyatakan Malaysia sudah cocok dengan beras Indonesia, atau dalam hal ini tidak ada persoalan.
“Kami nego untuk harga kemarin. Nah harga yang belum cocok, karena kalau kualitas mereka sudah oke, nggak ada masalah,” ungkap Rizal, Rabu (22/4/2026) lalu.
10 negara penghasil beras terbesar di dunia

India, Thailand, dan Vietnam merupakan tiga dari 10 pengekspor beras terbesar di dunia pada 2025. Sementara itu China, India, dan Bangladesh menjadi tiga dari 10 negara penghasil beras terbesar di dunia, di mana China menyumbang lebih dari 28% total produksi global.
Indonesia menduduki peringkat tinggi sebagai salah satu produsen utama, seringkali di posisi ke-3 atau ke-4. Produksi ini didominasi oleh negara-negara Asia yang menyumbang lebih dari 84% beras dunia.
Berikut adalah daftar negara penghasil beras terbesar di dunia pada 2024:
- China: Produsen terbesar dengan produksi lebih dari 144 juta metrik ton per tahun.
- India: Penghasil beras terbesar kedua, dengan kontribusi sekitar 19,5% – 24,5% terhadap total produksi global.
- Bangladesh: Peringkat ketiga dengan hasil panen yang signifikan, seringkali mencapai lebih dari 36 juta metrik ton.
- Indonesia: Produsen beras terbesar ke-4 di dunia dan produsen terbesar di Asia Tenggara dengan produksi lebih dari 34 juta ton per musim.
- Vietnam: Produsen dan eksportir besar, seringkali masuk lima besar dunia.
- Thailand: Salah satu produsen utama dan lumbung padi penting di Asia Tenggara.
- Myanmar: Negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar produsen besar.
- Filipina: Produsen utama di kawasan ASEAN.
- Pakistan: Produsen beras penting di Asia Selatan.
- Amerika Serikat: Salah satu produsen non-Asia yang signifikan dalam daftar.
Untuk informasi, laju pertumbuhan produksi beras Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di antara produsen utama lainnya. Produksi padi Indonesia paling banyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.









