sukabumiheadline.com – Anwar Satibi (AS) yang merupakan ayah kandung Nizam Syafei (NS), bocah asal Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang tewas diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya, TR (47), itu mengungkap informasi mengejutkan. Baca selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Dalam podcast bersama Denny Sumargo atau Densu, AS mengungkap informasi yang bersifat pribadi tentang kondisi dalam rumah tangganya. Kepada Densu, AS mengungkap bahwa istrinya lebih sayang kepada anak angkatnya ketimbang NS.
Menurut AS, di kanal YouTube Denny Sumargo, ibu tiri Nizam memiliki dua anak angkat, satu perempuan dan satu laki-laki. Menurut pria berusia 38 tahun itu, anak angkat perempuan sudah bekerja. Sedangkan, anak angkat laki-laki yang sehari-hari dipanggil Dede masih berusia sekira 18 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita Terkait: Ibu tiri resmi jadi tersangka kasus meninggalnya Nizam di Sukabumi

Kedua anak angkat tersebut pada awalnya dipungut oleh ayah kadung TR yang bernama Haji Eep. Namun, karena mertuanya itu sudah semakin tua, hak asuh keduanya akhirnya dialihkan kepada TR. Selanjutnya, TR memasukkan kedua anak angkat tersebut ke kartu keluarga.
Menurutnya, anak angkat pertama yang perempuan merupakan anak dari hubungan terlarang seorang anggota polisi dengan siswi SMA.
“Jadi dia (TR) memiliki dua anak angkat, yang satu itu hasil anak SMA, hubungan terlarang dengan anggota, melahirkan, diadopsi oleh orang tuanya, Haji Eep ini. Karena istri saya ini gak punya anak, diambillah, diadopsi. Dialihkan hak asuhnya,” papar AS.
AS menejelaskan, anak angkat pertama seorang perempuan sudah besar dan bekerja. Sedangkan, Dede saat ini baru duduk di bangku sekolah kelas tiga SMA.
“Jadi dia pernah nikah,” tanya Densu.
“Pernah,” jawab AS.
“Oh janda,” kata Densu.
“Pernah nikah, tapi gak punya anak. Malah mantan suaminya juga mantan anggota kepolisian juga. Nah, yang itu sekarang sudah kerja ya di kesehatan, udah besar,” kata Anwar.
Berita Terkait: Ayah bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri ungkap fakta Nizam sebelum meninggal dunia
Sedangkan, Dede anak seorang pekerja migran asal Jampang Kulon yang bekerja di Arab Saudi.
Diketahui, ibu kandung Dede pulang dari Arab Saudi dalam kondisi hamil. Sedangkan, di Jampang Kulon, wanita tersebut memiliki suami. Sehingga, kehadiran Dede selalu menjadi pemicu pertengkaran antarsuami-istri tersebut. Karena merasa kasihan terhadap Dede, orang tua TR akhirnya memutuskan memungut anak tersebut.
“Nah, ada TKW bekerja di Arab Saudi, baliknya bawa anak, di sininya punya suami, anak kecil gitu ya. Itu pun sama, yang ngambil tuh bukan istri saya dulu. Yang ambil tuh orang tuanya dulu, Haji Eep, mertua saya,” ungkap AS.
“Usia tiga tahun, dia di Bandung. Nah, lalu diambil sama istri saya ke Jampang (Sukabumi), dibikinkan akta (kelahiran), atas nama istri saya juga. Sekarang udah (kelas 3) SMA,” jelas AS.
“Nah, kalau ada apa-apa (pertengkaran dengan korban Nizam), itu yang dihantam anak saya, bang,” kata AS.
Ternyata, kata AS, Dede tergolong nakal. Bahkan, pernah diperiksa polisi karena terlibat pencurian handphone. Selain itu, Dede juga pernah mengajari Nizam merokok hingga sakit batuk.
“Banyak keanehan lah, bang,” kata AS.
Baca Juga: Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026
Pernah juga suatu ketika, sepulang AS kerja, ia mendapati Dede keluar dari kamar sang istri dalam keadaan memakai celana kolor dan tanpa baju. Sedangkan, istrinya memakai daster, dalam kondisi setengah telanjang. Ketika ditanya oleh AS, Dede beralasan habis memijat TR.
“Pernah saya pulang kerja, dia (Dede) mengaku habis mijit istri saya. Alasan dia, saya enggak melihat dia lagi mijit. Cuma pas saya datang, anak itu keluar dari kamar, pakai kolor doang. Ngakunya habis mijitin Mama (TR). Saya gak curiga, saya pikir seperti hubungan anak dengan ibunya,” jelas AS.
Pernah suatu ketika, jelas AS, Dede dan NS sedang berada berdua di dalam kamar katanya sedang main game.
“Istri saya bilang, ‘Yah, coba sama ayah. Sama mama gak nurut’,” kata AS.
Di kamar, AS menyaksikan kedua anak tersebut sedang memainkan handphone. Karena penasaran, AS akhirnya merebut handphone milik Dede. AS mengaku kaget, karena ketika ia mengecek folder file di hp tersebut, ia mendapati koleksi video tidak senonoh.
“Yang saya kaget, banyak film bokep di hp-nya,” kata AS.
AS lalu bertanya, dari mana Dede mendapatkan video-video tersebut. Kala itu, Dede beralasan kiriman teman.
“Kalau memang kiriman teman, kenapa gak dihapus?” katanya.
Pernah suatu waktu, karena sudah kesal dengan kelakuan Dede, akhirnya disepakati oleh AS dan TR bahwa Dede dan NS harus sama-sama mondok di pesantren.
Namun, seiring waktu berjalan, pernah TR melarang AS untuk pulang cepat ke rumah. Namun karena penasaran, AS memutuskan pulang ke rumah tanpa memberitahu istrinya.
Sesampainya di rumah, AS kaget karena di rumah seperti sedang pesta. Banyak makanan dan buah-buahan tersaji. Ternyata ia melihat ada Dede di rumah, bukan di pesantren.
“Di situlah saya marah. Ada apa ini? Terkesan ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.
AS juga menceritakan bahwa ia pernah memarahi Dede, sampai Dede keluar pernyataan yang mengagetkan bagi AS.
“‘Yah, Dede juga diajarin gak bener sama mama,” ungkap AS, namun tidak menceritakan lebih jauh maksudnya.
AS juga mengungkap pengalaman yang membuatnya kaget. Kata dia, ia pernah mengajak Dede mandi di sungai kecil. Namun, ia mengaku kaget ketika melihat Dede yang bertubuh kecil, tetapi memiliki kemaluan berukuran besar dibanding anak lain seusianya.
“Pernah saya ajak mandi di selokan, terus dia kan berdiri. Saya kaget, ternyata anunya (alat kelamin) gede. Badannya memang kecil, tapi anunya gede,” ungkap AS.
Ditambahkan AS, hingga kini, setelah meninggalnya Nizam, ia tidak mengetahui di mana keberadaan Dede. Ia berprasangka terkesan sangat istri menyembunyikan anak angkatnya itu.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, AS sendiri dilaporkan oleh mantan istrinya yang sekaligus ibu kandung NS, Lisnawati, atas tuduhan penelantaran anak. Baca selengkapnya: Terbuka peluang tersangka baru kasus remaja Sukabumi diduga tewas dianiaya ibu tiri
Menurut Kapolres Sukabumi AKBP Saiman, pihaknya masih menunggu keterangan lengkap dari pelapor. Menurutnya, Anwar Satibi mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap korban. Baca selengkapnya: Ungkap chat aneh ayah kandung Nizam bocah Sukabumi tewas usai dianiaya, Lisnawati: Temperamental








