sukabumiheadline.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengungkap satu-satunya alasan mengembangkan sistem elektrifikasi jalur Bogor hingga ke Sukabumi, yakni demi menggenjot jumlah penumpang.
Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, KAI berencana memperluas jaringan elektrifikasi pada lintas Bogor guna meningkatkan aksesibilitas transportasi. Upaya ini bertujuan untuk mendukung percepatan pertumbuhan pusat ekonomi serta pembangunan hunian layak pada kawasan penyangga.
Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, mengungkap KAI mencatat volume penumpang lintas Bogor telah mencapai 155.009.997 pelanggan sepanjang 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sebanyak 38.203.481 orang juga tercatat menggunakan moda transportasi tersebut sejak Januari hingga akhir Maret 2026. Baca selengkapnya: Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat
“Mobilitas masyarakat terus berkembang mengikuti aktivitas yang semakin tersebar. Layanan transportasi perlu bergerak seiring dengan perubahan tersebut agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas,” ujar Anne Purba, dikutip Senin (13/4/2026).
Berita Terkait: Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek

Ia menjelaskan tren kenaikan pelanggan menjadi dasar utama bagi perusahaan untuk melakukan penguatan layanan. Modernisasi sarana operasional dan prasarana terus dipacu melalui kerja sama antarlembaga pemerintah guna mendukung produktivitas masyarakat.
Potensi pertumbuhan penumpang juga terjadi pada rute Sukabumi yang kini mencatatkan angka pelanggan sekitar 1.109.398 orang. Data menunjukkan triwulan pertama 2026 telah mencatatkan sekira 281.659 orang yang menggunakan layanan KA Pangrango.
“Tren di lintas Bogor hingga Sukabumi menunjukkan ruang pertumbuhan yang terus terbuka. Ini menjadi bagian dari arah pengembangan layanan ke depan, termasuk melalui penguatan berbasis elektrifikasi,” ujar Anne.

Proyek perpanjangan jalur kabel listrik aliran atas ini dipercaya memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan wilayah setempat. Hal itu mencakup peningkatan frekuensi jadwal perjalanan setiap hari dan terciptanya durasi waktu tempuh yang lebih cepat.
Sektor properti juga ikut merasakan keuntungan melalui ketersediaan hunian yang tertata rapi bagi masyarakat di daerah penyangga. Pembangunan wilayah hunian baru akan memecah tumpukan warga agar tidak lagi terfokus di pusat kota yang padat.
Rencana tersebut sesuai visi Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan pembangunan perumahan rakyat yang disampaikan Senin (6/4/2026). Keterkaitan moda transportasi dan penyediaan pemukiman merupakan faktor kunci dalam menciptakan keadilan distribusi kemakmuran di seluruh wilayah.
“Transportasi dan kawasan hunian saling terhubung dalam membentuk pola kehidupan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin luas, pertumbuhan dapat berlangsung lebih merata, membuka ruang bagi kawasan-kawasan yang berkembang dengan lebih rapi, nyaman, dan semakin layak untuk ditinggali,” kata Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudya.
Perusahaan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah dalam menyediakan angkutan publik berkualitas demi melayani mobilitas warga masyarakat luas. Segenap pemangku kepentingan mengharapkan kebijakan ini mampu memicu tumbuhnya pusat-pusat perekonomian wilayah baru di masa yang datang.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi buka-bukaan soal rencana besar pemerintah tersebut. Dudy menjelaskan perpanjangan jalur KRL ini dilakukan melalui pemasangan listrik aliran atas (LAA) alias elektrifikasi, Kamis (9/4/2026).
Untuk menuju Cikampek, pemerintah akan memasang LAA dari Cikarang. Sementara untuk sampai ke Sukabumi, elektrifikasi dilakukan dari arah Bogor. Baca selengkapnya: Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek









