Ternyata ini satu-satunya alasan KAI perluas elektrifikasi jalur KRL hingga Sukabumi

- Redaksi

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com

Ilustrasi KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengungkap satu-satunya alasan mengembangkan sistem elektrifikasi jalur Bogor hingga ke Sukabumi, yakni demi menggenjot jumlah penumpang.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, KAI berencana memperluas jaringan elektrifikasi pada lintas Bogor guna meningkatkan aksesibilitas transportasi. Upaya ini bertujuan untuk mendukung percepatan pertumbuhan pusat ekonomi serta pembangunan hunian layak pada kawasan penyangga.

Dalam keterangannya, Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, mengungkap KAI mencatat volume penumpang lintas Bogor telah mencapai 155.009.997 pelanggan sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sebanyak 38.203.481 orang juga tercatat menggunakan moda transportasi tersebut sejak Januari hingga akhir Maret 2026. Baca selengkapnya: Soal KRL Sukabumi, KAI: Pelanggan KA Pangrango terus meningkat

“Mobilitas masyarakat terus berkembang mengikuti aktivitas yang semakin tersebar. Layanan transportasi perlu bergerak seiring dengan perubahan tersebut agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas,” ujar Anne Purba, dikutip Senin (13/4/2026).

Berita Terkait: Giliran Menhub bicara pembangunan jalur KRL Sukabumi dan Cikampek

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Ia menjelaskan tren kenaikan pelanggan menjadi dasar utama bagi perusahaan untuk melakukan penguatan layanan. Modernisasi sarana operasional dan prasarana terus dipacu melalui kerja sama antarlembaga pemerintah guna mendukung produktivitas masyarakat.

Potensi pertumbuhan penumpang juga terjadi pada rute Sukabumi yang kini mencatatkan angka pelanggan sekitar 1.109.398 orang. Data menunjukkan triwulan pertama 2026 telah mencatatkan sekira 281.659 orang yang menggunakan layanan KA Pangrango.

“Tren di lintas Bogor hingga Sukabumi menunjukkan ruang pertumbuhan yang terus terbuka. Ini menjadi bagian dari arah pengembangan layanan ke depan, termasuk melalui penguatan berbasis elektrifikasi,” ujar Anne.

Ilustrasi pemasangan jaringan listrik KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pekerjaan pemasangan jaringan listrik KRL Commuter Line – sukabumiheadline.com

Proyek perpanjangan jalur kabel listrik aliran atas ini dipercaya memberikan banyak manfaat positif bagi perkembangan wilayah setempat. Hal itu mencakup peningkatan frekuensi jadwal perjalanan setiap hari dan terciptanya durasi waktu tempuh yang lebih cepat.

Sektor properti juga ikut merasakan keuntungan melalui ketersediaan hunian yang tertata rapi bagi masyarakat di daerah penyangga. Pembangunan wilayah hunian baru akan memecah tumpukan warga agar tidak lagi terfokus di pusat kota yang padat.

Rencana tersebut sesuai visi Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan pembangunan perumahan rakyat yang disampaikan Senin (6/4/2026). Keterkaitan moda transportasi dan penyediaan pemukiman merupakan faktor kunci dalam menciptakan keadilan distribusi kemakmuran di seluruh wilayah.

“Transportasi dan kawasan hunian saling terhubung dalam membentuk pola kehidupan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin luas, pertumbuhan dapat berlangsung lebih merata, membuka ruang bagi kawasan-kawasan yang berkembang dengan lebih rapi, nyaman, dan semakin layak untuk ditinggali,” kata Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudya.

Perusahaan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah dalam menyediakan angkutan publik berkualitas demi melayani mobilitas warga masyarakat luas. Segenap pemangku kepentingan mengharapkan kebijakan ini mampu memicu tumbuhnya pusat-pusat perekonomian wilayah baru di masa yang datang.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi buka-bukaan soal rencana besar pemerintah tersebut. Dudy menjelaskan perpanjangan jalur KRL ini dilakukan melalui pemasangan listrik aliran atas (LAA) alias elektrifikasi, Kamis (9/4/2026).

Untuk menuju Cikampek, pemerintah akan memasang LAA dari Cikarang. Sementara untuk sampai ke Sukabumi, elektrifikasi dilakukan dari arah Bogor. Baca selengkapnya: Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek

Berita Terkait

Bank bjb Official Banking Partner Persib Bandung
Ratusan ton daun cincau diekspor ke China dan ASEAN, peluang untuk petani Sukabumi
Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang
5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman
KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland
Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini
Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Bank bjb Official Banking Partner Persib Bandung

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Ratusan ton daun cincau diekspor ke China dan ASEAN, peluang untuk petani Sukabumi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:47 WIB

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Berita Terbaru

Kawasan hutan primer (hijau) dan kawasan tutupan hutan yang hilang (pink) - GNW

Lingkungan

GNW: Sukabumi kehilangan 160 ha hutan primer basah dalam 4 tahun

Minggu, 16 Agu 2026 - 02:26 WIB

Ilustrasi Prabowo Subianto - sukabumiheadline.com

Nasional

Revisi UU, Prabowo mau izinkan kewarganegaraan ganda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB