Kementan turun tangan perbaiki saluran irigasi rusak di Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan RI lakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak di Nyalindung, Kabupaten Sukabumi - Kementan RI

Kementan RI lakukan perbaikan saluran irigasi yang rusak di Nyalindung, Kabupaten Sukabumi - Kementan RI

sukabumiheadline.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI meninjau kondisi saluran irigasi rusak di Desa Wangungreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, agar segera dilakukan perbaikan.

Dalam keterangan persnya, Kementan menyebut perbaikan saluran irigasi tersebut merupakan prioritas utama mengingat diprediksi musim kemarau panjang terjadi mulai Mei.

“Tujuan kita ke sini adalah mengecek langsung mengenai surat yang disampaikan Pak Kades Wangunreja, Kecamatan Nyalindung,” kata Kepala Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementan sekaligus Penanggung Jawab (Pj) Swasembada Berkelanjut Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (13/5/2026)?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari laporan ada beberapa titik saluran irigasi yang rusak akibat bencana longsor dan sudah mengalami pendangkalan, bahkan banjir sehingga menyebabkan air irigasi ke sawah tidak lancar. Kerusakan saluran irigasi primer tersebut memberikan dampak cukup serius terhadap pengurangan luasan lahan sawah dan indeks pertanaman (IP) padi.

Kondisi ini menyebabkan pontesi tanam dari luas baku sawah (LBS) Desa Wangunreja sebesar 322 hektar hanya dapat ditanami 128 hektar atau 39,75% sehingga kehilangan LBS seluas 194 hektar atau sebanyak 61,25 persen.

Dikatakan, kerusakan saluran irigasi pun berdampak pada Indeks IP Padi di Desa Wangunreja. Sebelum terjadi bencana IP nya 300 atau tanam tiga kali setahun, namun setelah terjadi bencana IP menjadi 200 atau tanam dua kali. “Kehadiran kita di sini untuk melihat langsung dan mencari solusinya,” ungkap Leli.

Leli menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, perbaikan saluran irigasi yang rusak bersifat urgent sehingga seluruh jajaran Kementan telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan stakeholders terkait menghadapi musim kemarau panjang yang dimulai bulan Mei.

Kursus penyuluh pertanian

Kepastian kondisi saluran irigasi yang baik merupakan kunci untuk berfungsinya kegiatan pompanisasi dalam menjamin ketersediaan air irigasi dan keberhasilan produksi padi.

“Petani kalaupun kita persenjatai dengan pompa air kalau dari saluran primernya rusak seperti ini, berarti pompa bagaiman bisa digunakan. Karena itu perbaikan saluran irigasi harus segera dilakukan sebagai upaya untuk mendukung upaya swasembada berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana mengapresiasi respon cepat terkait usulan perbaikan saluran irigasi yang mengalami kerusakan dan pendangkalan akibat bencana pada 28 Desember 2025.

Bantuan yang diharapkan yakni normalisasi galian sedimen di jaringan/saluran irigasi induk Cimandiri kewenangan UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, dengan menggunakan alat berat sepanjang 12 KM dari bendungan induk Cimandiri Desa Neglasari sampai Desa Wangunreja berbatasan dengan Desa Tanjungsari Kecamatan Jampang Tengah.

“Kami juga meminta bantuan pembangunan gorong-gorong pembuangan air dan tanggul penahan tanah menggunakan boronjong di lokasi yang terkena bencana,” ujarnya.

Kepala Satuan Unit Pelayanan Cimandiri-Cibareno, Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air, Propinsi Jawa Barat, Dhani Erawan mengatakan, pihaknya telah melakukan penanggulangan sementara terhadap dampak bencana atau longsor saluran irigasi primer di Desa Wangunrejo.

Bersama pemerintah desa dari akhir tahun 2025 sampai Januari 2026 dengan melakukan pengerukan menggunakan beko kecil dan bantuan plastic geomembran untuk menanggulangi secara sementara sehingga air bisa mengalir mengairi sawah. “Cuman memang belum maksimal,” ujarnya.

Untuk penanggulanya, Dhani mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke dalam Inpres No.2 tapi memang 2 titik yang mengalami kerusakan ini tidak bercover DED (Detail Engineering Design) karena masih tahun lama.

“Kami terus berusaha untuk mengajukan DED mandiri agar Inpres No.2 itu berjalan. Rencana pengerjaanya kita tunggu karena turunnya anggaran itu melalui BBWS Citarum,” kata Dhani.

Adapun tindak lanjut yang disepakati dalam kunjungan ini diantaranya Kepala Desa Wangunreja Bersama Kepala UPTD dan Penyuluh Pertanian melakukan poligonisasi dan melaporkan alih fungsi lahan kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Perlunya koordinasi yang lebih intens dalam perencanaan luas tanam/pola tanam antara Kepala UPTD Pertanian Wilayah 5 Kabupaten Sukabumi dengan Kepala Unit Pelaksana Komisi Irigasi UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno Jawa Barat, Koordinator Penyuluh Wilayah 5, Koordinator Penyuluh Nyalindung dan penyuluh Wilayah Binaan.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB