sukabumiheadline.com – Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade menyebut pembangunan jalur kereta rel listrik (KRL) hingga ke Sukabumi, Jawa Barat, sebagai investasi jangka panjang.
Pria yang juga Wakil Ketua Komisi VI itu menyebut Presiden Prabowo Subianto menyiapkan pengembangan besar-besaran jaringan KRL Jabodetabek dan sekitarnya guna meningkatkan kapasitas layanan transportasi massal. Prabowo disebut akan membangun jalur KRL baru sampai Sukabumi, Cikampek, dan Cilegon.
Hal itu disampaikan Andre pada rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR bersama Direktur Utama (Dirut) PT KAI Bobby Rasyidin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya

Bos klub Semen Padang FC itu menyebut, pemerintah akan memperluas jaringan KRL yang saat ini telah beroperasi agar dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan melayani lebih banyak penumpang.
“Pak Prabowo memberikan perhatian besar kepada para pengguna kereta atau anak kereta. Karena itu, pemerintah akan memperluas jaringan KRL agar masyarakat memiliki pilihan transportasi yang semakin nyaman dan terjangkau,” kata Andre, dikutip dari TV Parlemen.
Ia juga menjelaskan jalur KRL yang saat ini beroperasi dari Jakarta hingga Cikarang akan diperpanjang menuju Cikampek. Pembangunan jalur tersebut ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini dan selanjutnya diteruskan hingga Purwakarta.
Berita Terkait: Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Sukabumi dikebut

Selain itu, jalur KRL Jakarta-Bogor yang sudah beroperasi juga akan dikembangkan hingga Sukabumi. Sementara itu, untuk Jakarta-Rangkasbitung, pemerintah akan memperbesar kapasitas stasiun terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembangunan jalur menuju Cilegon, Banten.
“Ke depan akan ada pengembangan KRL Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Cilegon. Ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo terhadap masyarakat pengguna transportasi publik,” ujar dia.
Ditambahkan Andre, pengembangan jaringan tersebut tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan layanan, tetapi juga meningkatkan kapasitas angkutan penumpang harian.
“Saat ini jumlah pengguna KRL berkisar 1,1 hingga 1,3 juta orang per hari. Dengan pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas yang direncanakan, targetnya bisa meningkat hingga sekitar 1,6 juta pengguna per hari,” jelasnya.

Ia menilai pengembangan KRL tersebut akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan kawasan-kawasan penyangga Jakarta.
“Ini investasi jangka panjang untuk transportasi publik Indonesia. Semakin banyak masyarakat menggunakan kereta, semakin efisien mobilitas dan semakin baik kualitas hidup masyarakat perkotaan,” pungkas dia.









