sukabumiheadline.com – Acara silaturahmi yang digelar Viking Serang Banten di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (8/6/2026) malam sekira pukul 00.10 WIB.
Namun, kegiatan tersebut berujung ricuh setelah diduga terjadi penyerangan oleh sekelompok orang yang disebut berasal dari salah satu komunitas suporter sepak bola, The Jakmania.
Video penyerangan beredar di berbagai platform media sosial (medsos). Tampak dalam tayangan video, sejumlah pelaku datang membawa kayu dan melakukan aksi perusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Viking Serang Bantern, Ogi Pratama, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan roadshow dan silaturahmi di Korwil Viking Kecamatan Kragilan hampir selesai dilaksanakan.
Acara kemudian ditutup sekitar pukul 00.00 WIB dan para peserta bersiap untuk makan bersama.
Namun, saat kegiatan berlangsung, datang rombongan bermotor yang diduga berjumlah lebih
dari 20 kendaraan.
Ogi menyebut di dalam rombongan tersebut terdapat seorang ketua The Jakmania Kabupaten Serang yang berinisial R.
“Ketika melintas, mereka melihat bendera Viking Kragilan yang terpasang di rumah anggota. Beberapa orang kemudian turun dan diduga berusaha mengambil bendera tersebut,” ujar Ogi dalam pengakuannya, dikutip sukabumiheadline.com dari unggahan di akun Instagram @bantenbroh, Selasa (9/6/2026).
Ogi juga disebut sempat berusaha mempertahankan bendera tersebut. Situasi kemudian memanas dan berujung pada dugaan aksi pemukulan.
Menurut Ogi, sejumlah orang diduga melakukan penyerangan menggunakan helm dan potongan kayu. Akibat kejadian itu, dua anggota Viking mengalami luka, masing-masing berupa sobekan di bagian bibir dan memar pada pelipis.
Tidak hanya itu, seorang balita berusia 2 tahun yang berada di lokasi disebut sempat terjatuh dan terinjak saat kepanikan terjadi. Sementara seorang anak berusia 7 tahun mengalami trauma dan terus menangis akibat syok melihat kejadian tersebut.
“Anak saya yang berusia dua tahun terjatuh saat kejadian. Saya langsung memeluknya. Saat itu darah dari korban mengenai anak saya. Adapun anak saya yang berusia tujuh tahun mengalami syok karena melihat penyerangan tersebut,” kata Ogi.
Ogi sendiri sudah melakukan pelaporan ke kepolisian atas aksi penyerangan yang dialaminya.
Video serupa juga beredar di sejumlah akun berbagai platform media sosial. Sebagian besar netizen mengutuk aksi penyerangan tersebut dan berharap polisi menindak tegas para pelaku.









