sukabumiheadline.com – PT Sinar Armada Globalindo (SAG) memperkenalkan Max EV, van listrik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi penumpang. Kendaraan ini menawarkan kapasitas angkut yang besar, dipadukan dengan jarak tempuh yang cukup panjang dalam sekali pengisian daya.
SAG Max EV dibangun sebagai kendaraan listrik murni dengan mengandalkan baterai berkapasitas besar dan motor listrik yang diklaim mampu menunjang mobilitas harian maupun operasional bisnis.
Max EV ditenagai baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) berkapasitas 100,46 kWh. Baterai mendukung sistem pengisian cepat menggunakan konektor CCS2, sehingga pengisian daya dari 20 persen hingga 100 persen dalam waktu 1 jam saja dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 440 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Motor dengan tenaga nominal 60 kW dan tenaga maksimum 120 kW. Motor listrik tersebut mampu menghasilkan torsi puncak 360 Nm, sehingga diharapkan dapat memberikan performa yang memadai untuk mengangkut penumpang maupun barang.
Adapun dimensi Max EV memiliki panjang 5.440 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 2.285 mm, dengan wheelbase mencapai 3.110 mm.
Dilengkapi ABS dan EBD Untuk menunjang kenyamanan berkendara, Max EV menggunakan suspensi leaf spring, sementara sistem pengeremannya mengandalkan rem cakram di roda depan dan belakang.
Dari sisi keselamatan, kendaraan ini sudah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Sementara sektor kaki-kaki menggunakan ban berukuran 215/75 R15 yang dipadukan dengan velg aluminium.
Harga SAG Max EV
Van listrik ini memiliki konfigurasi tempat duduk 15+1, sehingga dapat mengangkut hingga 16 orang, termasuk pengemudi.
Untuk harga, SAG Max EV saat ini masih bersifat sementara dan masih berpeluang mengalami penyesuaian sebelum dipasarkan secara resmi. Max EV saat ini dibanderol Rp825 juta off the road.
Dengan spesifikasi tersebut, Max EV diposisikan sebagai van listrik untuk berbagai kebutuhan transportasi penumpang, mulai dari layanan shuttle, pariwisata, hingga operasional perusahaan yang mulai beralih ke kendaraan berbasis listrik.









