Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengangguran sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pengangguran sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya tentang kepuasan publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Diketahui survei dilakukan sejak 5 hingga 19 Juli 2026.

Hasilnya, sebanyak 37,9% publik menilai kondisi ekonomi nasional dalam keadaan buruk, dan 11,5% menyatakan sangat buruk. Dengan demikian, 49,4% publik menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk dan sangat buruk.

Dalam pernyataannya, Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyebut populasi survei ini merupakan seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan tatap muka, dengan margin of error sebesar +/- 3.7%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hanya sekitar 15,7 persen warga yang melihat kondisi ekonomi nasional secara positif,” kata Deni, dikutip Senin (27/7/2026).

“Sebaliknya, sekitar separuh masyarakat, 49,4 persen, menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk,” lanjut dia.

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com
Ilustrasi warga miskin – sukabumiheadline.com

Selain itu, rilis SMRC juga memotret evaluasi negatif pada kondisi ekonomi melonjak tajam dalam 9 bulan terakhir. Pada survei November 2025, hanya 22,7% warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk.

Saat ini, meningkat signifikan menjadi 31,7% pada survei Februari-Maret 2026, dan semakin tinggi pada survei Juli 2026 menjadi 49,4%. Sedangkan, 33,9% responden lainnya menilai kondisi ekonomi biasa saja.

Deni menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap ekonomi telah menjadi pandangan yang dominan, bukan hanya dirasakan oleh kelompok kecil.

Kondisi politik 

Sementara itu, hanya 13,5% responden menilai keadaan politik saat ini baik. Sedangkan 42,8% responden lainnya menilai buruk kondisi politik. Di luar itu, asa 33,6% responden menilai kondisi politik saat ini sedang saja dan 10,2% menjawab tidak tahu.

“Jadi hampir tiga kali lipat juga yang mengatakan buruk atau sangat buruk. Ini konsisten kan, pembelahan sikapnya dari sisi politik maupun dari sisi ekonomi,” ujar Deni.

Untuk perbandingan, November 2025, terdapat 35,8 persen publik yang menilai keadaan politik baik.

Berita Terkait

Pernah ribut soal bahasa Sunda, Asep Nana Mulyana jabat Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jampidsus
Profil Sudaryono, kader Partai Gerindra jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang mundur
Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi
Heran, laporan keuangan BGN era Dadan dapat WTP BPK
Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan
Program KDMK kerjasama dengan UI agar kepala desa naik kelas
Empat kali serang balik pengkritik, Prabowo: Silakan cari negara lain
Pemprov Jawa Barat akan perangi LGBTQ

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:49 WIB

Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:42 WIB

Pernah ribut soal bahasa Sunda, Asep Nana Mulyana jabat Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:57 WIB

Profil Sudaryono, kader Partai Gerindra jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang mundur

Senin, 20 Juli 2026 - 16:17 WIB

Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:18 WIB

Heran, laporan keuangan BGN era Dadan dapat WTP BPK

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB