sukabumiheadline.com – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya tentang kepuasan publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Diketahui survei dilakukan sejak 5 hingga 19 Juli 2026.
Hasilnya, sebanyak 37,9% publik menilai kondisi ekonomi nasional dalam keadaan buruk, dan 11,5% menyatakan sangat buruk. Dengan demikian, 49,4% publik menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk dan sangat buruk.
Dalam pernyataannya, Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyebut populasi survei ini merupakan seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan tatap muka, dengan margin of error sebesar +/- 3.7%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hanya sekitar 15,7 persen warga yang melihat kondisi ekonomi nasional secara positif,” kata Deni, dikutip Senin (27/7/2026).
“Sebaliknya, sekitar separuh masyarakat, 49,4 persen, menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk,” lanjut dia.

Selain itu, rilis SMRC juga memotret evaluasi negatif pada kondisi ekonomi melonjak tajam dalam 9 bulan terakhir. Pada survei November 2025, hanya 22,7% warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk.
Saat ini, meningkat signifikan menjadi 31,7% pada survei Februari-Maret 2026, dan semakin tinggi pada survei Juli 2026 menjadi 49,4%. Sedangkan, 33,9% responden lainnya menilai kondisi ekonomi biasa saja.
Deni menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap ekonomi telah menjadi pandangan yang dominan, bukan hanya dirasakan oleh kelompok kecil.
Kondisi politik
Sementara itu, hanya 13,5% responden menilai keadaan politik saat ini baik. Sedangkan 42,8% responden lainnya menilai buruk kondisi politik. Di luar itu, asa 33,6% responden menilai kondisi politik saat ini sedang saja dan 10,2% menjawab tidak tahu.
“Jadi hampir tiga kali lipat juga yang mengatakan buruk atau sangat buruk. Ini konsisten kan, pembelahan sikapnya dari sisi politik maupun dari sisi ekonomi,” ujar Deni.
Untuk perbandingan, November 2025, terdapat 35,8 persen publik yang menilai keadaan politik baik.









