sukabumiheadline.com – Abdul El-Sayed, sosok politikus Muslim Amerika Serikat (AS) yang kini tengah menjadi perbincangan di negaranya, bahkan di Indonesia.
Hal itu tak lain karena kemenangannya dalam pemilihan pendahuluan Senat di Michigan dinilai telah mengguncang Partai Demokrat. Pemilihan pendahuluan merupakan pemilihan internal partai untuk menentukan kandidat yang akan maju dalam pemilu.
Sementara itu, kekuatan kedua partai tersebut di Michigan relatif seimbang. Namun, letika Partai Republik menghadapi tantangan berat dalam pemilu akibat kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, para pemilih Demokrat justru memilih penantang calon dari Republik dari sayap kiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alhasil, perebutan kursi Senat AS dari Michigan pada pemilu November mendatang semakin penting karena hasilnya dapat ikut menentukan partai mana yang menguasai Senat.
Hasil pemilihan pendahuluan di lima negara bagian pada Selasa (4/8/2026) memberikan gambaran mengenai suasana hati para pemilih Amerika Serikat (AS), tiga bulan menjelang pemilu paruh waktu. Pemilu tersebut digelar pada pertengahan masa jabatan presiden untuk memilih anggota Kongres dan sejumlah pejabat daerah.
Abdul El-Sayed berbicara dalam konferensi pers di depan monumen Spirit of Detroit, tak lama setelah memenangi nominasi Partai Demokrat untuk calon senator Amerika Serikat dari Michigan, di Detroit, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu di Missouri, para pemilih dengan tegas menolak usulan yang akan mempersulit masyarakat mengubah konstitusi negara bagian melalui dukungan warga.
Dalam beberapa tahun terakhir, mekanisme tersebut digunakan untuk mendorong kebijakan yang didukung Partai Demokrat, tetapi hampir tidak mungkin disahkan oleh badan legislatif negara bagian yang dikuasai Partai Republik.
Kebijakan itu antara lain perlindungan hak aborsi dan kenaikan upah minimum.
Sementara itu, para pemilih di Kansas menolak usulan yang akan mewajibkan para hakim Mahkamah Agung negara bagian mengikuti pemilihan umum.
Profil Abdul El-Sayed
Abdulrahman Mohamed El-Sayed nama lengkapnya, lahir pada 31 Oktober 1984 di Rochester Hills, Michigan, dari pasangan imigran asal Mesir, berkampanye dengan mengusung agenda sayap kiri.
El-Sayed sendiri dikenal sebagai seorang dokter, ahli epidemiologi, dan politikus. Ia didukung sejumlah tokoh liberal terkemuka, termasuk Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren, serta anggota DPR AS Alexandria Ocasio-Cortez.
Kemenangan Abdul El-Sayed
Kemenangannya dalam persaingan sengit memperebutkan pencalonan Senat dari Partai Demokrat di Michigan pada Selasa malam sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Selama berminggu-minggu, ia unggul cukup jauh atas anggota DPR AS Haley Stevens dalam berbagai jajak pendapat.
Namun, proyeksi hasil akhirnya ternyata jauh lebih ketat daripada yang diperkirakan dalam survei-survei tersebut. Hal itu kembali menimbulkan pertanyaan mengenai keakuratan jajak pendapat modern.
Meski demikian, ketatnya hasil pemilihan tidak mengurangi besarnya dampak kemenangan mantan pejabat kesehatan Michigan itu terhadap Partai Demokrat.
Sebaliknya, Stevens mendapat dukungan dari para pemimpin Partai Demokrat di Washington. Ia memiliki rekam jejak sebagai pejabat terpilih di Michigan dan dukungan dana yang besar, termasuk US$ 32 juta dari Komite Urusan Publik AS-Israel (AIPAC).
Kelompok-kelompok dari luar persaingan tersebut juga jauh lebih banyak mendukung Stevens daripada El-Sayed, dengan perbandingan sembilan berbanding satu.
Namun, semua keunggulan itu tidak cukup untuk membawanya menang. Dalam debat maupun saat berkampanye di hadapan pemilih, El-Sayed terbukti sebagai kandidat yang lebih piawai. Para pemilih Demokrat juga tampak menerima sejumlah kebijakan yang ditawarkannya.
Kebijakan tersebut meliputi jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah, upaya menurunkan harga obat, kenaikan pajak bagi kalangan kaya, serta reformasi pendanaan kampanye.
Slogan kampanyenya, “keluarkan uang dari politik, masukkan ke kantong rakyat”, menjadi seruan yang banyak digunakan oleh kandidat sayap kiri dalam rangkaian pemilu kali ini.
Kemenangan tersebut mempertemukan El-Sayed dengan mantan anggota DPR AS dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilu November mendatang. Rogers maju tanpa lawan dalam pemilihan pendahuluan partainya.
Persaingan itu kemungkinan menjadi ujian paling besar untuk membuktikan apakah kandidat sayap kiri dapat memenangi pemilu di negara bagian yang benar-benar menjadi medan perebutan kedua partai.
Mengingat kemenangan El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan cukup tipis, ia masih harus bekerja keras untuk menyatukan Partai Demokrat menjelang pemungutan suara pada November.
El-Sayed meraih hasil baik di kalangan pemilih liberal berpendidikan tinggi. Namun, ia masih harus merebut dukungan pemilih berpenghasilan rendah yang memilih Stevens di Detroit maupun daerah-daerah pedesaan.
Pilihan kelompok pemilih tersebut tampaknya tidak tercermin dengan baik dalam jajak pendapat sebelum pemilihan.
Jika El-Sayed kalah dari Rogers, hasil itu akan menjadi pukulan besar bagi harapan Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Senat AS. Terlebih, belum pernah ada kandidat Partai Republik yang memenangi pemilihan Senat di Michigan sejak 1994.
Namun, jika El-Sayed menang, keberhasilannya dapat menjadi bukti bagi kubu sayap kiri Partai Demokrat bahwa politikus dengan agenda serupa juga mampu memenangi pemilu di negara bagian yang diperebutkan kedua partai.









