Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto mengutuk para pakar yang mengkritik kebijakan pemerintah saat berpidato dalam Hari Ulang Tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Ia menyebut ada pakar-pakar yang merasa terlalu pintar sehingga menjadi goblok.

Lembaga riset demokrasi dan tata kelola pemerintah, Public Virtue Research Institute atau PVRI, mengkritik ucapan Prabowo yang melabeli para pakar yang tak setuju dengan kebijakan pemerintah dengan sebutan goblok.

Seperti diketahui, Prabowo sendiri mengeklaim tak mempersoalkan kritik yang diarahkan kepadanya. Namun, ia berujar, dia tidak terima jika kritik itu berupa fitnah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan seorang intelektual memiliki tanggung jawab untuk jujur.

“Saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, intellectual honesty,” ucap Prabowo.

Direktur Eksekutif PVRI Muhammad Naziful Haq menilai ucapan Prabowo adalah serangan terhadap ilmuwan yang mendedikasikan diri pada ilmu untuk memecahkan berbagai masalah kenegaraan.

“Pernyataan yang bersifat umpatan itu bukan kali pertama dilontarkan Presiden secara terbuka. Itu menandai sikap anti-pengetahuan,” kata Naziful dalam keterangannya, Ahad, 20 September 2026.

Menurut Naziful, seorang pemimpin seharusnya punya kompetensi dasar dalam berdemokrasi, termasuk kemampuan mendengar dan bersikap ilmiah. Pemimpin dalam negara demokrasi, kata dia, harus punya sikap ingin tahu dan cinta ilmu pengetahuan itu diperlukan saat menentukan prioritas dan target kebijakan.

Namun, ia berujar, umpatan terhadap pakar adalah tanda pemimpin tak cukup rendah hati untuk mendengar kritik. Padahal, Naziful mengatakan demokrasi akan selalu membutuhkan suara-suara kritis terhadap penguasa. “Ini hal sederhana yang sebenarnya lebih besar daripada apa pun,” tuturnya.

Berita Terkait

Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?
1 di Sukabumi, membanding 10 monumen knalpot hasil razia, keren mana?
Dari 5 jadi 8 tahun, kini kades usul lagi perpanjangan masa jabatan tanpa pilkades
Purbaya dicopot, ini profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan baru
Profil Eva Stevany Rataba, anggota DPR RI masuk kategori desil 4 yang rentan miskin
Kebakaran di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi, AMAN Banten Kidul desak tingkatkan mitigasi bencana
Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:42 WIB

Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains

Kamis, 17 September 2026 - 23:00 WIB

Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?

Selasa, 15 September 2026 - 17:47 WIB

1 di Sukabumi, membanding 10 monumen knalpot hasil razia, keren mana?

Senin, 14 September 2026 - 23:30 WIB

Dari 5 jadi 8 tahun, kini kades usul lagi perpanjangan masa jabatan tanpa pilkades

Senin, 14 September 2026 - 16:17 WIB

Purbaya dicopot, ini profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan baru

Berita Terbaru

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:42 WIB

Marc Klok, pemain Persib Bandung - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Olahraga

Marc Klok: Hari ini Persib ke Jepara untuk menang

Minggu, 20 Sep 2026 - 17:40 WIB

Ilustrasi istri memarahi suami yang berada di dalam penjara - sukabumiheadline.com

Hikmah

Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:34 WIB