sukabumiheadline.com – Hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan, tren elektabilitas partai politik yaitu Partai Gerindra, PDI-P, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengalami sedikit penurunan dalam satu tahun terakhir (Oktober 2025-Agustus 2026).
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro mengatakan, tren elektabilitas Partai Golkar dan Demokrat cukup stabil.
“Tren elektabilitas partai politik, Gerindra. PDI-P, dan PKB cenderung mengalami sedikit penurunan,” kata Yoki Alvetro yang disiarkan secara daring di Poltracking TV, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah tren elektabilitas 5 partai politik versi Poltracking Indonesia:
- Partai Gerindra: 24,1 persen pada Oktober 2025, lalu naik di angka 26,1 persen (Maret 2026), turun 25,9 persen (Mei 2026), 23,5 persen (Juli 2026), dan stabil di angka 23,2 persen (Agustus 2026).
- PDI-Perjuangan: 15,7 persen pada Oktober 2025, lalu turun 15,4 persen (Maret 2026), turun lagi di angka 14,4 persen (Mei 2026), kembali turun di angka 12,3 persen (Juli 2026), dan berada di angka 11,6 persen (Agustus 2026).
- Partai Golkar: 9,5 persen (Oktober 2025), lalu turun di angka 9,0 persen (Maret 2026), sedikit naik 9,2 persen (Mei 2026), kemudian naik lagi 11,4 persen (Juli 2026), dan turun di angka 10,4 persen (Agustus 2026).
- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 8,4 persen pada Oktober 2025, lalu sedikit turun berada di angka 8,1 persen (Maret 2026), lalu naik di angka 8,5 persen (Mei 2026), naik lagi menjadi 9,8 persen (Juli 2026), dan turun menjadi 6,2 persen (Agustus 2026).
- Partai Demokrat: 5,4 persen (Oktober 2025), lalu naik di angka 5,6 persen (Maret 2026), sedikit naik 6,1 persen (Mei 2026), kemudian naik lagi 6,9 persen (Juli 2026), dan turun di angka 6,1 persen (Agustus 2026).
Survei ini dilakukan pada 14-20 Agustus 2026. Sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/-2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei dilakukan melalui wawancara secara tatap muka dengan responden terpilih pada survei Poltracking di Agustus ini.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.









