Ajak Disiplin dan Merendah, Lebih Dekat dengan Rider Loba Gaya Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 25 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas RLG Sukabumi | Istimewa

Komunitas RLG Sukabumi | Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Patut disyukuri jika generasi millenial memilih beraktivitas di luar dan berkelompok. Setidaknya di tengah gempuran trend teknologi digital yang seolah memaksa mereka untuk lebih banyak berinteraksi secara virtual.

Dengan begitu, silaturahim menjalin persahabatan dan kebersamaan tetap terpelihara, dengan membentuk kelompok atau komunitas atas dasar kesamaan hobi tertentu.

Demikian halnya dengan komunitas sepeda Rider Loba Gaya (RLG) di Sukabumi. Bagi anggota komunitas ini, mengayuh sepeda bukan berarti untuk pamer, melainkan untuk mengetahui keadaan sekitar orang dengan sudut pandang yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapannya, pengendara lebih bijak dan tetap merendah ketika beraktivitas di tengah-tengah masyarakat.

“Dengan adanya komunitas sepeda ini, kami mengumpulkan orang-orang yang berani berprestasi dalam olahraga sepeda,” aku Fernando Sutedja (32 Tahun) Ketua Komunitas Sepeda Rider Loba Gaya (RLG), Minggu, 25 Juli 2021.

Kepada sukabumiheadline.com, Fernando menambahkan, komunitas sepeda ini mulai merintis sejak 2017 silam yang beranggotakan 15 orang dan rutin kumpul dan bersepeda bersama.

“Sejak 2017, ada 15 anggota dan masing-masing anggota tentunya wajib memiliki sepeda. Kami selalu mengadakan pertemuan di rumah salah anggota secara bergiliran,” kata Fernando lagi.

Tambah dia, kelihaian dalam mengendarai sepeda sangat dibutuhkan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Selain itu, kemahiran bersepeda juga dibutuhkan, setidaknya demi menjaga keselamatan diri sendiri.

“Kami semua pernah mengalami terjatuh saat sepeda. Kan suka berjejer saling berdekatan, jadi kalau ada satu saja anggota yang hilang keseimbangan, akibatnya kami bisa jatuh bersamaan,,” ujarnya.

Disinggung soal maraknya hobi gowes sepeda saat ini, berbagai macam perlombaan pun sering digelar.

“Bulan Februari tahun 2018, salah satu anggota kami, Fahmi Kaelani mengikuti salah satu lomba sepeda di Sukabumi, alhamdulillah menempati posisi lima besar,” tutup dia.

Berita Terkait

Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi
Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo
Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi
Polda Jabar bakal bentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan
Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran
Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia
Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi

Senin, 18 Mei 2026 - 02:44 WIB

Polda Jabar bakal bentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan

Sabtu, 4 April 2026 - 04:46 WIB

Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran

Berita Terbaru

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB

Striker Persib Bandung, Balsa Sekulic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Persija vs Persib: Maung kalah 2-1

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:32 WIB

Ilustrasi air minum dalam kemasan (AMDK) - sukabumiheadline.com

Bisnis

Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:17 WIB