sukabumiheadline.com – Warga Sukabumi, Jawa Barat, mungkin sudah familiar dengan merek minyak goreng kemasan Filma dan Ibumu, tetapi mungkin tidak banyak yang tahu jika minyak goreng tersebut diproduksi oleh Grup Sinar Mas.
Padahal kabar terbaru, perusahaan yang juga memproduksi buku tulis Sinar Dunia tersebut akan menginvestasikan uangnya sebesar Rp3,2 triliun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lantas, bergerak di bidang apa Grup Sinar Mas? Di kecamatan mana perusahaan yang didirikan Eka Tjipta Widjaja itu akan menginvestasikan uangnya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah sejarah pendirian, profil Grup Sinar Mas dan rencana investasi triliunan Rupiah di Kabupaten Sukabumi dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.
Sejarah Sinar Mas dan perkembangan tujuh pilar bisnisnya
Sinar Mas (ditulis terpisah-red) didirikan oleh pengusaha sukses, Eka Tjipta Widjaja. Berawal dari usaha kelontong, Sinar Mas kini memiliki tujuh pilar bisnis.
Mengutip dari laman resmi perusahaan, Sinar Mas adalah nama merek sebuah perusahaan di Indonesia yang berkomitmen pada praktik bisnis berkelanjutan.
Sejarah Sinar Mas
Bagaimana sejarah berdirinya Sinar Mas? Sinar Mas didirikan oleh Eka Tjipta Widjaja. Kota Surabaya menjadi kota tempat nama CV Sinar Mas diresmikan.
Kemudian, Eka Tjipta Widjaja mendirikan perusahaan-perusahaan lainnya. Produk-produk dari berbagai pilar usaha Sinar Mas sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Mengguritanya nama dan bisnis Sinar Mas menjadi bukti dari kerja keras, tangan dingin, perjuangan, dan sikap pantang menyerah Eka Tjipta Widjaja. Berikut sejarah singkat lahirnya tujuh pilar bisnis Sinar Mas.
7 pilar bisnis Sinar Mas
Berkembang pesatnya bisnis Sinar Mas dibuktikan dengan hadirnya tujuh pilar usaha. Apa saja pilar bisnis Sinar Mas? Sinar Mas bergerak dalam tujuh pilar bisnis, yakni Pulp dan Kertas, Agribisnis dan Pangan, Layanan Keuangan, Pengembang dan Realestat, Telekomunikasi, Energi dan Infrastruktur, dan Layanan Kesehatan.
Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasan berikut.
1. Sinar Mas Agribusiness and Food
Berdirinya Sinar Mas Agribusiness and Food berawal dari pabrik penyulingan minyak nabati dan kopra yang dilakukan pada tahun 1968 disusul dengan berdirinya pabrik Bitung Manado Oil Limited di Sulawesi Utara.
2. Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas
Ekspansi bisnis pun mulai dilakukan pada tahun 1972 dengan mengakusisi pabrik soda kimia atau Tjiwi Kimia. Pabrik ini menjadi cikal bakal pabrik kertas pertama Sinar Mas yang produknya kini digunakan oleh seluruh masyarakat baik di Indonesia maupun dunia.
Selain itu, pada tahun 1986, Eka Tjipta Widjaja mendirikan Sinar Mas Forestry sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini menandakan bahwa Sinar Mas tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga peduli dengan lingkungan sekitar.
3. Sinar Mas Land
Pada tahun yang sama, Sinar Mas juga mendirikan bisnis pengembang dan realestat bersama dengan PT Duta Pertiwi. Kini, pilar bisnis pengembang dan realestat dikenal dengan nama Sinar Mas Land. Sinar Mas Land menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia mulai dari perumahan, hotel, kawasan industri dan komersial, resor wisata, dan kota mandiri yang tersebar di Indonesia, Asia, hingga Eropa.
4. Sinar Mas Financial Services
Semakin mengepakkan sayapnya, Sinar Mas merambah bisnis keuangan yang dinamakan PT Internas Artha Leasing Company tahun 1982 dan menjadi salah satu perusahaan keuangan yang terintegrasi.
5. Sinar Mas Energy and Infrastructure
Pada tahun 1996, Sinar Mas mendirikan PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang energi penyedia pasokan listrik di wilayah yang terdapat fasilitas atau tempat produksi produk-produk Sinar Mas.
6. Sinar Mas Communication & Technology
Semakin tingginya pengguna telekomunikasi di Indonesia membuat Sinar Mas turut serta menggeluti bidang telekomunikasi dengan mendirikan perusahaan Smartfren yang merupakan hasil penggabungan dengan provider Fren pada tahun 2006.
7. Sinar Mas Healthcare
Selain menyediakan kebutuhan hidup sehari-hari, Sinar Mas juga berfokus dalam layanan kesehatan ditandai dengan didirikannya Eka Hospital dan layanan online SehatQ. Eka Hospital menjadi salah satu rumah sakit berstandar internasional yang saat ini telah memiliki empat cabang di Indonesia.
Berita Terkait:
Proyek Inisiatif Sinar Mas
Tidak hanya berfokus pada dunia bisnis, Sinar Mas juga memiliki beberapa proyek inisiatif yang hingga saat ini masih terus berjalan.
1. Yayasan Dharma Eka Tjipta Widjaja
Didirikan pada tahun 2006, organisasi nirlaba ini memiliki visi meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan, dan kemandirian masyarakat. Dengan tujuan untuk berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara secara berkelanjutan, seperti tercermin dalam semboyan “Menanam Kebaikan Menuai Kesejahteraan”.
2. Sinarmas World Academy (SWA)
Merupakan lembaga pendidikan yang didirikan untuk siswa dari umur dini hingga kelas 12, lembaga ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkompeten.
3. ITSB
Merupakan lembaga pendidikan tinggi yang terdapat di Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat. Yayasan ITSB menggandeng Institut Teknologi Bandung, Pemerintah Kabupaten Bekasi, dan Sinar Mas dengan visi Eco-Industry Oriented.
4. Prasetiya Mulia Business School
Merupakan lembaga pendidikan tinggi yang didirikan beberapa sektor privat, salah satunya Sinar Mas. Lembaga pendidikan ini bertujuan untuk menghasilkan para pebisnis andal yang bermartabat, berbudaya, dan beretika.
5. Tzu Chi Cabang Sinar Mas
Yayasan ini didirikan dengan berlandaskan welas asih dan kemurahan hati. Berfokus pada ranah amal, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Tzu Chi Cabang Sinar Mas menjadi wadah relawan Tzu Chi Indonesia di kelompok usaha Sinar Mas.
Rekomendasi Redaksi: Apakabar PLTB Sukabumi? Terbesar se-Asia, dipindah ke Sidrap, dicaplok BREN
Investasi Rp3,2 triliun di Sukabumi

Salah satu anak perusahaan Grup Sinar Mas yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur, PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) memenangkan lelang dua blok panas bumi. DSSA menilai hal itu memiliki nilai strategis yang signifikan. Untuk diketahui, DSSA merupakan emiten dari Grup Sinar Mas. Baca selengkapnya: Lelang harta karun WKP PLTP Cisolok Sukabumi dimenangkan DSSA
Melalui anak perusahaan PT Daya Anugerah Sejati Utama (DASU), DSSA berhasil menjadi pemenang lelang untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Cisolok-Cisukarame di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, serta WKP Nage yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Perusahaan memilih WKP Cisolok dan Nage karena keduanya memiliki potensi yang relevan untuk dikembangkan, terutama dalam mendukung percepatan kebutuhan listrik di masing-masing wilayah,” ujar Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan DSSA, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (15/11/2024).
Untuk memenangkan lelang Blok Cisolok, PT DASU harus bersaing dengan PT Ormat Geothermal Indonesia. DSSA unggul dalam lelang ini karena menawarkan program eksplorasi dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan PT OGI.
Penetapan pemenang untuk DSSA dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam acara International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) pada Rabu (18/9/2024).
Baca Juga: PLTP Salak Sukabumi 1980-2024, dari Unocal hingga Star Energy
PT DASU akan menginvestasikan sekitar US$210,5 juta atau setara Rp3,22 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.322 per dolar AS) untuk pengembangan Blok Cisolok.
Susan juga menyatakan bahwa perusahaan menargetkan agar kedua blok panas bumi ini mulai beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2031.
“DSSA telah menyiapkan investasi lebih dari US$400 juta, dengan target COD untuk kedua blok pada tahun 2031,” katanya.
Berita Terkait:
Meskipun telah memenangkan lelang sejak 2023 lalu, namun hingga kini belum ada aktivitas perusahaan di lokasi PLTP Cisolok-Cisukarame. Hal itu diungkap Kepala Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Okih Suryadi.
“Belum ada aktivitas, pak,” singkat Okih saat dikonfirmasi sukabumiheadline.com melalui aplikasi perpesanan.
Baca Juga:
PLTP Cisolok-Sukarame Sukabumi
Untuk diketahui, blok panas bumi Cisolok-Cisukarame memiliki luas konsesi mencapai 15.580 hektare, dengan 4.260 hektare di antaranya merupakan hutan konservasi yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, potensi panas bumi di WKP Cisolok diperkirakan mencapai 45 Mega Watt (MW).