Akhir Pekan, Semua Kawasan Wisata Pantai Palabuhanratu Sukabumi Diserbu Pengunjung

- Redaksi

Sabtu, 8 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung wisata pantai. l Dok. sukabumiheadlines.com

Pengunjung wisata pantai. l Dok. sukabumiheadlines.com

SUKABUMIHEADLINES.com l PALABUHANRATU – Menyambut libur akhir pekan, sejumlah kawasan objek wisata pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ramai diserbu wisatawan. Sabtu (8/1/2022) sore.

Pantauan di lapangan mulai dari Pantai Citepus Istana Presiden, Citepus Ruang Terbuka Hijau, Citepus Kebon Kalapa, Citepus Istiqomah Kecamatan Palabuhanratu ramai di serbu wisatawan.

Tidak hanya itu, Pantai Karanghawu yang berada di Desa/Kecamatan Cisolok juga tampak sejak pagi hingga menjelang sore sudah diserbu wisatawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya sejak pagi sudah ramai pengunjung di Pantai Karanghawu ini,” ujar Waldi Aftar anggota Balawista yang melakukan pengawasan di Pantai Karanghawu kepada sukabumiheadlines.com.

Dijelaskan Waldi, ramainya wisatawan, berdasarkan pantauan dari nomor polisi kendaraan dan berkomunikasi dengan beberapa wisatawan, rata rata mengaku berasal dari Sukabumi.

“Sebenarnya kalau dilihat lebih ramai wisatawan satu minggu ke belakang sih saat libur Natal dan Tahun baru, kalau  sekarang sudah agak sepi,” jelasnya.

Alhamdulillah sejauh ini masih aman, tidak terjadi laka laut, kita tidak bosan terus menghimbau ke para pengunjung untuk tidak berenang terlalu tengah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kemitraan dan Kerjasama Balawista Kabupaten Sukabumi Rizky faizal Rakhmat mengungkapkan, ramainya pengunjung terjadi hampir di semua kawasan objek wisata pantai. Namun, menurutnya, dibanding pada libur sebelumnya jumlah kunjungan berkurang.

Alhamdulillah ramai, hasil laporan dan pantauan di Pantai Citepus lumayan ramai pengunjung,” ungkapnya.

“Untuk antisipasi terjadi laka laut, kami siapkan petugas di masing masing pos pantau, di sesuaikan dengan banyak tidaknya wisatawan yang ada di objek wisata itu,” sambungnya.

“Dengan jumlah petugas yang kami turunkan tiga sampai empat orang per pos, dari 16 pos penjagaan mulai dari Palangpang hingga Cisolok,” tandasnya.

Berita Terkait

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu
Wafa dan Kania, dua perempuan pelajar Sukabumi tewas tenggelam di pantai
Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:58 WIB

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:42 WIB

12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB