SUKABUMIHEADLINE.com l Pemerintah Arab Saudi dilaporkan mulai membuka pintunya bagi para warga dan investor dari Israel. Bahkan, sikap terbuka Arab Saudi tersebut diklaim terjadi saat Riyadh masih belum memiliki hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.
Diberitakan Israel Globes bahwa Saudi akan membuka pintu bagi pelancong Israel untuk berkunjung ke dua pulaunya di Laut Merah, Tiran, dan Sanafir. Pulau itu sendiri nantinya akan dihubungkan dengan jembatan menuju wilayah Mesir.
“Arab Saudi akan segera mengizinkan orang Israel untuk mendapatkan visa turis untuk mengunjungi pulau Tiran dan Sanafir yang akan menyediakan hotel dan kasino,” tulis Al Mayadeen dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (27/1/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk informasi, Pulau Tiran dan Sanafir sendiri dibeli Arab Saudi dari Mesir pada tahun 2016. Sebelumnya, Pulau Tiran telah didemiliterisasi sesuai perjanjian normalisasi Mesir-Israel pada 1979.
Kedua pulau tersebut dinilai strategis meskipun tidak memiliki sumber daya alam yang besar, mengingat lokasinya yang menjadi pintu masuk dari Laut Merah menuju Eliat, pusat ekonomi dan perdagangan Israel.
Pada Juni lalu, Riyadh juga disebutkan tengah menarik minat investor Negeri Zionis itu untuk berinvestasi di wilayahnya. CEO Kamar Dagang Israel Nirit Ofir mengatakan kepada kantor berita Al-Monitor bahwa sektor swasta di kedua belah pihak telah menarik Tel Aviv dan Riyadh dalam posisi yang semakin erat dari segi ekonomi.
“Arab Saudi mengincar teknologi pertanian Israel dengan banyak minat, karena mereka dapat membantu Riyadh mencapai ketahanan pangan,” tulis laporan itu.
Sebelumnya Saudi melarang masuknya warga Israel ke wilayahnya dan tidak menjalankan hubungan diplomatik dengan negara itu. Hal ini terkait tindakan okupansi Israel atas wilayah Palestina.
Meski begitu, kedua negara disebut-sebut sempat melakukan komunikasi. Di tahun 2020, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan dilaporkan mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS)
Saat itu, tetangga-tetangga Saudi seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain telah memutuskan untuk menormalisasi hubungannya dengan Tel Aviv. Ini dilakukan dengan mediasi oleh Amerika Serikat, yang saat itu dipimpin Presiden Donald Trump.