Awet, dalam 8 tahun jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi hanya turun 1%

- Redaksi

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rutilahu milik salah seorang warga miskin di Kabupaten Sukabumi - Istimewa

Rutilahu milik salah seorang warga miskin di Kabupaten Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Fakta menyedihkan terungkap dalam laporan Kabupaten Sukabumi Dalam Angka 2024 Badan Pusat Statistik (BPS), di mana selama 8 tahun terakhir, jumlah penduduk miskin di Sukabumi hanya turun sebanyak 1 persen.

Berdasarkan data yang sama, pada 2023 Kabupaten Sukabumi berpenduduk sebanyak 2.802.404 jiwa. Jumlah tersebut terbagi 1.380.930 jiwa berjenis kelamin perempuan dan laki-laki sebanyak 1.421.474 jiwa.

Baca Juga:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Garis Kemiskinan

Untuk informasi, mengutip dari laman resmi BPS, Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.

Baca Juga:

Dengan demikian, penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari.

Baca Juga:

Garis Kemiskinan, jumlah dan persentase penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi, 2016–2023

Mengutip dari laman resmi BPS Kabupaten Sukabumi, pada 2016 garis kemiskinan sebesar Rp270.055/kapita/per bulan. Sedangkan jumlah penduduk miskin sebanyak 198,7 ribu orang atau 8,13 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:

Pada 2017, garis kemiskinan sebesar Rp284.603/kapita/per bulan, jumlah penduduk miskin sebanyak 197,1 ribu, atau 8,04 persen. Lalu pada 2018, garis kemiskinan sebesar Rp302.213/perkapita/per bulan jumlah penduduk miskin sebanyak 166,3 ribu, atau 6,76 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya pada 2019, garis kemiskinan Rp309.676/kapita/bulan, ada 153,3 ribu penduduk miskin, atau 6,22 persen.
Tahun 2020 garis kemiskinan sebesar Rp328.284/perkapita/per bulan, 175,1 ribu penduduk miskin, atau 7,09 persen.

Berita Terkait: 

Kemudian pada 2021, garis kemiskinan sebesar Rp342.094/perkapita/per bulan, 194,35 ribu penduduk miskin, atau 7,70 persen. 2022, garis kemiskinan Rp357.636, ada 186,28 ribu penduduk miskin, 7,34 persen. Pada 2023, garis kemiskinan sebesar Rp392.705, dengan 178,7 ribu penduduk miskin, atau setara 7,01 persen dari total jumlah penduduk.

Melihat data di atas, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi turun sebanyak 1,1 persen selama 8 tahun terakhir, di mana pada 2016 sebanyak 8,13 persen, turun jadi 7,01 persen pada 2023.

Berita Terkait

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB