sukabumiheadline.com – Besek bambu, kemasan terbuat dari irisan pohon bambu yang dianyam berbentuk kotak atau persegi panjang. Kemasan besek bambu ini populer digunakan warga Sukabumi hingga sekira tahun 1990-an.
Namun, perlahan tapi pasti, gempuran berbagai model kemasan dari bahan baku plastik dan styrofoam yang dibuat lebih menarik dan simpel, membuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Sukabumi yang memproduksi besek bambu kian terpojok.
Tak heran jika sebagian besar perajin besek bambu memilih alih profesi karena usahanya tidak lagi menjadikan cuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, kemasan jenis besek bambu ini sangat ramah lingkungan. Tapi sayangnya, kini eksistensinya kian terpojok, kalah melawan gempuran serba produk-produk modern.

Namun, di usianya yang tidak lagi muda, Abah Entang, warga Kampung Babakan Jampang RT 001/011, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, tetap setia menjalani usahanya memproduksi besek bambu.
“Berat sekarang mah, lawan kita barang-barang plastik, tapi ya alhamdulillah rezeki mah selalu ada aja,” kata pria 75 tahun itu.
Baginya, usahanya itu bukan sekadar untuk mencari makan, tapi sekaligus upaya dirinya merawat kearifan lokal. Terlebih, saat ini mulai trend go green atau back to nature, yang digaungkan berbagai kalangan.
“Iya ada aja yang mungkin masih peduli terhadap lingkungan atau ingin beda, seperti waktu Idul Adha, ada yang qurban pakai besek bambu,” jelasnya.
Spek dan harga besek bambu
Untuk besek bambunya, Abah Entang menjual model besek ukuran kecil untuk kue Mochi 1 boks berisi 100 pcs seharga Rp70 ribu per boks. Sedangkan, besek bambu ukuran besar, 1 boks berisi 10 pcs dan 20 pcs.
Adapun, ukuran besek bambu yang dijualnya, ukuran 18 cm x 18 cm x 8 cm, 8 cm x 8 cm x 5 cm, dan 18 cm x 9 cm x 8 cm.
Untuk pembelian atau order, bisa melalui nomor WhatsApp 6381285950877 atau datang langsung ke tempat produksi.
“Untuk wilayah Sukabumi bisa sistem pesan antar atau ambil di tempat,” pungkasnya.