Carry Pickup Hinggap di Genting Mushala Nagrak Sukabumi, Begini Kronologinya

- Redaksi

Kamis, 2 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Carry pickup hinggap di genting Mushala Al Bahkti. l Istimewa

Carry pickup hinggap di genting Mushala Al Bahkti. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l NAGRAK – Telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal di Kampung Wanamukti RT 01/13, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/6/2022).

Informasi diperoleh sukabumiheadline.com, laka tunggal yang terjadi pada pukul 09.00 WIB tersebut, melibatkan mobil pickup Suzuki Carry F 8059 HF.

Dijelaskan Kapolsek Nagrak, Polres Sukabumi, AKP Deden Sulaeman, Carry Pickup yang dikemudikan Bani Syahban (22) melaju dari arah Nagrak menuju Cisarua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut bermula ketika Kendaraan Suzuki Pickup yang dikemudikan saudara Bani melaju dari arah Nagrak menuju Cisarua setibanya di tempat kejadian melintasi jalan lurus menanjak, kemudian kendaraan tersebut, tidak kuat menanjak,” jelas Deden.

Akibatnya, lanjut Deden, mobil yang dikemudikan warga Kampung Sekarwangi RT 03/18, Kelurahan/Kecamatan Cibadak tersebut, kembali mundur dan mengenai bangunan Mushala Al-Bahkti.

“Karena tidak kuat menanjak, mobil meluncur mundur dan mengenai bangunan Mushala yang berada di sisi kiri jalan, dengan posisi akhir ban kendaraan berada di atas,” kata Deden.

IMG 20220602 123753
Carry hinggap di genting Mushala. l Istimewa

Deden menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam laka tunggal tersebut. Termasuk penanggungjawab mushala Unang Muslihat (63), warga Kampunga Wanamukti RT 01/013, Desa Cisarua, dikabarkan selamat.

“Korban jiwa tidak ada, demikian juga penanggungjawab mushala saudara Unang Muslihat,” jelasnya.

Namun, Deden menambahkan, pengendara pickup nahas tersebut mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Sedangkan kerugian materi ditaksir mencapai Rp30 juta.

“Pengendara, saudara Bani Syahban mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki. Kalau kerugian, sementara ditaksir 39 juta Rupiah,” pungkas Deden.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB