Daihatsu Mira Gino melucur, cek harga dan spesifikasi Daihatsu Ceria versi retro

- Redaksi

Sabtu, 31 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daihatsu Mira Gino melucur, cek harga dan spesifikasi Daihatsu Ceria versi retro - Istimewa

Daihatsu Mira Gino melucur, cek harga dan spesifikasi Daihatsu Ceria versi retro - Istimewa

sukabumiheadline.com – Daihatsu Mira Gino sempat dijual di pasar Jepang sebagai salah satu pilihan mobil di segmen Kei Car. Untuk generasi pertama yang memiliki kode model L700, sehingga sekilas punya siluet bodi mirip Daihatsu Ceria.

Namun untuk detail fascia-nya mengusung gaya retro serba membulat khas hatchback Eropa. Bagian fascia mobil mungil ini dihiasi dengan headlamp membulat serta grill berbentuk lonjong ala MINI Cooper.

Berita Terkait:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau misalnya logo Daihatsu-nya dilepas, pasti banyak yang enggak mengira kalau Mira Gino adalah mobil produksi pabrikan Jepang. Kemudian siluet bodi mobil yang dilansir pertama kali tahun 1999 ini tampak sederhana dan tidak ada detail mencolok.

Namun, berkat desain simpel tersebut Daihatsu Mira Gino punya tampilan timeless dan cocok buat yang suka mobil bergaya retro.

Untuk sektor jantung pacu, Daihatsu Mira Gino dibekali mesin 3-silinder berkubikasi 660 cc, sesuai dengan regulasi Kei Car di Jepang.

Mengutip dari Carfolio, ternyata ada dua varian mesin pada Mira Gino berkode bodi L700 tersebut, yakni N/A (Naturally Aspirated) dan Turbo. Pada versi mesin N/A memiliki tenaga 58 dk, sementara yang bermesin turbo output power-nya mencapai 63 dk.

Berita Terkait: 

Daihatsu Mira Gino
Daihatsu Mira Gino melucur, cek harga dan spesifikasi Daihatsu Ceria versi retro – Istimewa

Daihatsu Mira Gino Turbo rupanya tidak hanya menang soal performa mesin, eksteriornya juga terlihat lebih sporty dibandingkan versi N/A. Meski perbedaannya hanya berupa penambahan dua buah fog lamp bulat pada grill, kesannya jadi agresif karena mirip mobil reli jadul.

Belum ada informasi terkait harga Daihatsu Mira Gino di Indonesia, namun di negara asalnya, untuk mobil keluaran 1999 dijual seharga 600.000 Yen atau setara Rp80 jutaan.

Berita Terkait

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?
Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi
Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan
I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?
22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi
Dua pilihan Redmi Note 15 4G dan 5G: Spesifikasi lengkap, fitur dan harga
Vivo V17 Neo meluncur, cek harga, spesifikasi dan fitur unggulan
6 motor paling laris di Indonesia 2026, cek harga dan spesifikasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Vivo V80 Lite 5G hadir dengan layar AMOLED dan baterai 10.000 mAh, harga?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Spesifikasi dan harga Honor Pad X10 Mini, tablet mungil, ringkas punya layar 9,7 inchi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Oppo A17: Desain premium stylish, kamera dengan fitur AI, baterai tangguh harga Rp1 jutaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:00 WIB

I-SEATER kursi roda otonom untuk lansia dan disabilitas kolaborasi BRIN-Pemprov Jabar, harga?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:03 WIB

22 Oktober: International ShakeOut Day, sebulan Sukabumi diguncang puluhan kali gempa bumi

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB