Dipenjara karena Bunuh 2 Begal, Murtede: Kalau Saya Mati Siapa Tanggung Jawab?

- Redaksi

Jumat, 15 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Murtede mendapat penangguhan penahanan. l Istimewa

Murtede mendapat penangguhan penahanan. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Murtede alias Amaq Sinta, warga Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mencurahkan isi hatinya karena ditangkap polisi dan dipenjara usai membunuh begal. Murtede mempertanyakan, apa ada yang bertanggung jawab jika dirinya adalah korban tewas oleh begal.

“Saya melakukan itu, karena dalam keadaan terpaksa. Diadang dan diserang dengan senjata tajam, mau tidak mau harus kita melawan. Sehingga seharusnya tidak dipenjara, kalau saya mati siapa yang akan bertanggung jawab,” kata pria 36 tahun itu seperti diberitakan inews.com, Kamis (14/4/2022).

Pria yangtidak bersekolah itu memiliki istri bernama Mariana (32). Ia sehari-hari bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Saya kerja sebagai petani,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat kejadian, ia bermaksud pergi ke Lombok Timur untuk mengantarkan makanan buat ibunya. Sesampai di TKP dia diadang dan diserang para pelaku menggunakan senjata tajam.

Baca Juga :  Foto Babak Belur WNI Pemerkosa Ratusan Pria Inggris Dirilis ke Publik

Selanjutnya dia melawan para pelaku dengan sebilah pisau kecil yang dia bawa. Sambil teriak meminta tolong. Namun, tidak ada warga yang datang membantunya.

Dalam peristiwa di Jalan Raya Desa Ganti pada Ahad (10/4/2022) dini hari lalu tersebut, keempat begal akan merebut sepeda motor milik Murtede. Namun, korban melawan hingga dua pelaku, yakni P (30) dan OWP (21), warga desa Belaka, tewas setelah bersimbah darah. Sedangkan dua pelaku lain melarikan diri setelah dua kawannya tumbang di tempat.

Akibat kejadian itu, Amaq yang memiliki dua orang anak itu badannya terasa sakit akibat terkena senjata tajam dari para pelaku.

“Saya tidak ada kepandaian dan tidak memiliki ilmu kebal. Tapi ini memang saya dilindungi Tuhan,” katanya.

Baca Juga :  Laporan Polisi Kasus Arteria Dahlan Masih Berlanjut

Pasca ditahan dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Lombok Tengah, dia dan keluarganya terguncang dan tidak bisa tidur, karena memikirkan kasus yang menimpanya.

Kini, sindonews.com memberitakan, Murtede merasa agak senang setelah mendapat penangguhan penahanan yang diberikan karena ada dukungan dari masyarakat, terkhusus Lombok Tengah. “Saya berharap bisa dibebaskan murni dan tidak sampai di pengadilan,” pintanya.

Diberitakan suara.com, Murtede bebas setelah mendapat surat penangguhan penahan direspon Polres setempat. “Iya dibebaskan setelah ada surat penangguhan dari keluarga dengan mengetahui pemerintah desa,” kata Kapolsek Praya Timur Iptu Sayum.

Namun, Iptu Sayum tak bisa menjelaskan proses hukum selanjutnya karena kasus tersebut ditangani penyidik dari Polres Lombok Tengah.

Berita Terkait

Januari-10 Februari: 32 pelaku penipuan, pencabulan hingga maling motor di Sukabumi dibekuk
Terjadi di Sukabumi, kenali bahaya child grooming cases, ke mana harus mengadu?
5+1 binatang langka dilindungi di Sukabumi dan sanksi bagi pemburu
Ortu terlantarkan anak luar nikah bisa digugat ratusan juta Rupiah
Mengenal jenis, dampak kejahatan lingkungan di Sukabumi dan hukuman bagi pelaku
Hak tersangka diperkuat dalam KUHP baru
Polisi akan gelar razia gabungan Operasi Keselamatan 2026, siapkan ini
Niat bela istri korban jambret, Hogi Minaya malah ditetapkan tersangka oleh polisi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:08 WIB

Januari-10 Februari: 32 pelaku penipuan, pencabulan hingga maling motor di Sukabumi dibekuk

Senin, 9 Februari 2026 - 22:00 WIB

Terjadi di Sukabumi, kenali bahaya child grooming cases, ke mana harus mengadu?

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:00 WIB

5+1 binatang langka dilindungi di Sukabumi dan sanksi bagi pemburu

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ortu terlantarkan anak luar nikah bisa digugat ratusan juta Rupiah

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:04 WIB

Mengenal jenis, dampak kejahatan lingkungan di Sukabumi dan hukuman bagi pelaku

Berita Terbaru

Ilustrasi Singapura - sukabumiheadline.com

Internasional

Gaji TKI di Singapura kini naik jadi Rp79 juta/bulan

Kamis, 12 Feb 2026 - 20:59 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131