Hobi Mancing? Ada Nila, Lele, Mas dan Gabus di Situ Cikubang Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 20 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situ Cikubang di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. l Muhammad Fikri

Situ Cikubang di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. l Muhammad Fikri

sukabumiheadline.com l GUNUNGGURUH – Seorang warga Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, bernama Cecep (40), berhasil menangkap ikan mas berukuran besar di Situ Cikubang dengan cara dipancing, Senin (7/3/2022) lalu, sekira pukul 15.00 WIB.

Ikan itu disebut sebagai ikan raksasa, ukurannya berkali-kali lipat lebih besar dari ukuran ikan mas pada umumnya dan memiliki berat 14 kilogram. Cerita keberhasilan Cecep menangkap ikan raksasa ini viral di media sosial setelah diunggah warganet.

Cecep dan ikan mas raksasa hasil tangkapannya. l Istimewa
Cecep dan ikan mas raksasa hasil tangkapannya. l Istimewa

Kabar keberhasilan Cecep memancing ikan mas raksasa, kemudian diunggah Muhammad Fikri (34) ke media sosial Facebook. Unggahan Fikri tersebut kemudian direspons banyak warganet dan viral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak itu, Situ Cikubang yang terletak di Kampung Kutamaneuh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, itu kian dikenal warga Sukabumi sebagai salah satu spot memancing yang menantang. Menurut Fikri, Situ Cikubang terbilang masih alami, karenanya banyak ikan di dalamnya.

Berita Terkait : Warga Cikujang Sukabumi Tangkap Ikan Mas Raksasa di Situ Berusia 50 Tahun

Situ Cikubang di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. l Muhammad Fikri
Situ Cikubang di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. l Muhammad Fikri

“Ada berbagai jenis ikan bisa dipancing, seperti lele, nila dan gabus,” ujar Fikri kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (19/3/2022).

Karenanya, admin Cikujang Facebook itu merekomendasikan Situ Cikubang sebagai spot memancing bagi para pehobi mengail ikan.

“Sudah beberapa kali warga yang memancing di sana dapat ikan mas ukuran besar. Meski, tidak sering. Biasanya dapat ikan nila,” sambungnya.

Diketahui, Situ Kubang sudah ada sejak 50 tahun silam. Awalnya, situ ini hanyalah kolam berukuran kecil, namun irigasi di sana sempat tak berfungsi dan menyebabkan air meluap ke sawah warga hingga kemudian terbentuklah Situ Kubang dengan luas sekitar dua hektare.

“Situ Kubang sekarang masih alami, belum ada pengelolaan dari pihak manapun. Kami justru ingin ada pengelolaan, karena kalau ditata pasti menarik,” kata Fikri.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB