Hobi Nge-games, Pemuda Cicurug Sukabumi Dirikan fajarconvert.com Omzet Ratusan Juta Rupiah

- Redaksi

Rabu, 27 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fajar Muharam, pendiri fajarconvert.com. l Istimewa

Fajar Muharam, pendiri fajarconvert.com. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Fajar Muharam, pemuda asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini terbilang beruntung. Pasalnya, ia mampu cuan dari awalnya sekadar hobi, yakni bermain games online seperti Mobile Legend, Free Fire dan PUBG.

Sekian lama bermain games, Fajar kemudian berinsiatif mengembangkan bisnis yang dinilainya akan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Usai lulus S1 Fakultas Ekonomi, Fajar kemudian memutuskan pulang ke kampung halamannya. Di Sukabumi inilah ia melihat ada potensi besar yang belum digarap, yakni berbagai transaksi kebutuhan gamers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan latar belakang sebagai seorang gamers, dia memahami betul berapa kocek yang harus dikeluarkan oleh penikmat game online untuk top up voucher, isi credit game, membership, hingga tiket untuk mengikuti turnamen E-sport.

“Saya sendiri seorang gamers. Jadi, tahu betul apa saja kebutuhan dan berapa uang yang biasa dikeluarkan untuk membeli sekian banyak jenis games dan pernak-perniknya,” kata Fajar kepada sukabumiheadline.com, Rabu (26/9/2023) dinihari.

“Dari situlah saya terpikir membuat platform penyedia credit game dengan menyediakan sistem pembayarannya memakai pulsa untuk memudahkan para gamers,” ungkap Fajar.

Terhitung sejak 8 Mei 2019, Fajar me-launching sebuah platform layanan berbasis web yang diberi nama Fajar Convert. Layanan ini dapat diakses oleh siapa pun melalui browser di laman fajarconvert.com.

Di platform ini, Fajar menyediakan beragam kebutuhan gamers dengan sistem pembayaran yang mudah, yaitu hanya dengan menggunakan pulsa.

Selain untuk kebutuhan terkait games, Fajar Convert juga menyediakan layanan menukar atau convert pulsa telepon menjadi uang atau e-wallet secara otomatis.

Setelah berjalan 4 tahun, Fajar Convert saat ini sudah memiliki 5.000 member, dan 1.000 di antaranya adalah member aktif yang melakukan transaksi setiap bulannya.

“Dari rata-rata jumlah member tersebut, omzet dari Fajar Convret kurang lebih Rp200 juta sebulan atau sekitar Rp8 juta per hari,” ungkapnya.

Saat ini, Fajar bertekad untuk terus mengembangkan usahanya yang saat ini sudah memiliki satu cabang itu.

Fajar menyadari betul pentingnya merawat dan meningkatkan kepercayaan serta kredibilitas di mata pelanggan, salah satunya adalah dengan mendaftarkan usahanya di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

“Kini, usaha saya memiliki badan hukum, namanya PT Fajar Ekosistem Digital,” katanya.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, Fajar pun tetap yakin bisnis yang dijalani akan terus bertahan.

fajarconvert.com pun memiliki keunggulan di bandingkan layanan lain, yakni sistem pembayaran otomatis via pulsa dan pilihan pembayaran yang beragam mulai dari transfer bank, virtual account, in store payment (Alfamart & Indomaret), e-wallet (OVO, Gopay, Dana) hingga QRIS.

Berita Terkait

Jumlah penumpang KA Pangrango dan KA Siliwangi tujuan Sukabumi sepekan terakhir
15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat
32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak
Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan
Upah buruh Iran naik 60 persen jadi 166 juta Rial Iran meskipun sedang perang
Syarat, cara dan jadwal daftar Sarjana Penggerak Kopdes Merah Putih 2026
Kecamatan penghasil kakao Sukabumi dan 11 kabupaten produsen cemilan para dewa di Jawa Barat
Pertamina jamin ketersediaan BBM Sukabumi dan Cianjur, program spesial di Palabuhanratu

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:04 WIB

Jumlah penumpang KA Pangrango dan KA Siliwangi tujuan Sukabumi sepekan terakhir

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:56 WIB

15 kecamatan penghasil buah salak di Sukabumi, 1.000 ton buah bersisik kaya serat

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:09 WIB

32 kecamatan penghasil 332 ton buah nenas Sukabumi, tak sekadar enak

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:00 WIB

Menghitung jumlah rumah makan Sunda di Sukabumi, antara peluang dan tantangan

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:00 WIB

Upah buruh Iran naik 60 persen jadi 166 juta Rial Iran meskipun sedang perang

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur

Kamis, 19 Mar 2026 - 08:00 WIB