Hutan Samida dan arti catatan Prabu Surawisesa di Prasasti Batu Tulis Bogor

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prasasti Batu Tulis - Istimewa

Prasasti Batu Tulis - Istimewa

sukabumiheadline.com – Nama Prabu Siliwangi tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Sunda. Namany tercatat dalam sejumlah catatan pada teks kuno peninggalan kerajaan Padjajaran, seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Carita Purwaka Caruban Nagari, Bujangga Manik, dan banyak lainnya. Baca selengkapnya: Bujangga Manik, merekam perjalanan petualang Sunda mengelilingi tanah Jawa

Keberadaan Prabu Siliwangi yang paling kuat tertulis pada prasasti Batu Tulis di Kota Bogor, Jawa Barat. Teks itu diukir Prabu Surawisesa, Raja Padjajaran yang berkuasa selama 14 tahun (1521-1535 M).

Berita Terkait:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bunyi dari teks pada prasasti itu menceritakan seorang anak bernama Prabu Surawisesa yang kagum pada kepempimpinan ayahnya sebelum meninggal dunia, yakni Sri Baduga Maharaja yang disebut dalam teks Pasasti Batu Tulis sebagai Prabu Siliwangi.

Berita Terkait:

Tulisan Prasasti Batu Tulis
Tulisan Prasasti Batu Tulis – Istimewa

Teks Prasasti Batutulis:

Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun, diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana. di wastu diya Prabu Siliwangi, di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata. pun ya nu nyusuk na pakwan. diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang. ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyan sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi.”

Baca Juga:

Terjemahan Prasasti Batutulis:

Semoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhum, dinobatkan dia dengan nama Prabu Siliwangi, dinobatkan dia sebagai Guru Dewataprana, dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga (Maharaja) Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan, dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang. Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida, membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka “Panca Pandawa Ngemban Bumi.”

Baca Juga: Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Adapun, sejumlah pakar sejarah menyebut lokasi yang dimaksud Hutan Samida, adalah Kebun Raya Bogor saat ini.

Sedangkan Sangkala, dalam prasasti berarti angka 5541. Apabila dibaca terbalik, menjadi 1455 Saka atau 1533 Masehi.

Berita Terkait

Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi
Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905
Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat
Mengenal agama Suku Sunda
Kampanye hemat air, AMDK Organic Spring Australia sertakan hadits Nabi SAW di tag
Mengenal komunitas Muslim Cham, fans Timnas Indonesia tidak shalat dan puasa
Ustadz Zaidul Akbar: Suami dungu yang serahkan semua gajinya ke istri

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:02 WIB

Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya

Sabtu, 5 September 2026 - 00:58 WIB

Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi

Jumat, 4 September 2026 - 01:47 WIB

Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Mengenal agama Suku Sunda

Berita Terbaru