Jalur Double Track KA Bogor-Sukabumi Segera Beroperasi

- Redaksi

Jumat, 11 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Double Track KA Bogor-Sukabumi. l Istimewa

Double Track KA Bogor-Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Pengerjaan proyek double track atau jalur ganda Bogor-Sukabumi terus di kebut dan rencananya akan diuji coba pada bulan ini. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Jawa bagian Barat, Erni Basri.

Erni menyebut, uji coba jalur ganda ini rencananya akan dilakukan pada 20 Maret 2022. “Baru nanti tanggal 28 Maret mulai pengoperasiannya untuk satu spoor dulu. Saat ini pengerjaan kita sudah 99,1 persen, tinggal beberapa pengerjaan aja yang on progress. Kita kejar selesai sebelum tanggal 20 ini,” kata Erni diberitakan tempo.co pada Senin, 7 Maret 2022.

Erni menjelaskan saat ini pihaknya sudah menyelesaikan total pengerjaan pembangunan PSN Double Track, sejauh 26,6 Kilo meter Spoor (Kmsp) pada proyek dengan total 57,450 Kmsp itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Erni, saat ini pembangunan jalur ganda Kerata Api lintas Bogor-Sukabumi untuk wilayah Cigombong hingga Cicurug sepanjang 7,5 Km’sp dan Paledang hingga Cigombong sepanjang 19,1 Kmsp sudah selesai dikerjakan. “Secara teknis pengerjaan sebetulnya sudah 100 persen, namun karena ada prosedur dan pemantapan keselamatan kita masih lakukan pengecekan maksimal,” kata Erni.

Ditambahkannya, ada sepekan untuk melakukan evaluasi setelah uji coba. Setelah dilakukan uji coba dan pengoperasian satu kereta, akan dipastikan pada 28 April 2022 jalur ganda Paledang-Cicurug bisa beroperasi, dan KA Pangrango bisa kembali beroperasi.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB