Jangan Ditiru, 3 Kali Nikah Tak Punya Anak, Wanita Sukabumi Culik Balita Anak Saudara

- Redaksi

Selasa, 15 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IN, pelaku penculikan bayi. l Istimewa

IN, pelaku penculikan bayi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Banyak pasangan yang sudah berkeluarga mendambakan kehadiran buah hati di tengah keluarga. Tak heran jika banyak pasangan rela melakukan apapun demi mendapatkannya. Dari mulai konsultasi ke dokter hingga menjalani pengobatan alternatif.

Tak cukup sampai di situ, bagi mereka yang memiliki banyak uang tentu bukan hal sulit mengikuti program bayi tabung. Bahkan, banyak kasus pasangan memilih menyewa rahim wanita lain untuk mengandung anak mereka.

Namun, diberitakan detik.com, seorang wanita berinisial IN (38) warga Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, malah harus berurusan dengan penegak hukum sebab keinginan memiliki anak yang begitu besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi diperoleh sukabumiheadline.com, diduga frustrasi menanti kehadiran buah hati, IN nekad melakukan aksi penculikan bayi pada Senin, 21 Februari 2022 lalu. Hal itu, diakui IN karena sudah tiga kali menikah, tapi masih belum memiliki keturunan.

Baca Juga :  Cemburu, pria asal Sukabumi ini kejar lalu tabrak mobil istri dan toko hingga rusak

Kasus percobaan penculikan bayi itu dibenarkan oleh Kapolsek Jampang Tengah AKP, Usep Nurdin.

Usep menjelaskan, kronologi detik-detik IN mencoba menculik anak saudaranya sendiri. IN mendatangi kediaman target dengan modus bersilaturahmi. Bahkan, IN sengaja menginap untuk mencari celah membawa kabur bayi korban.

“Kedatangan IN bertujuan untuk silaturahmi dan terus menginap di rumah korban,” ujarnya dikutip dari kompas.com pada Selasa (15/3/2022).

Kemudian, setelah kedua orang tua bayi tertidur lelap, IN bergegas membawa pergi bayi dari rumah itu.

SD, bapak kandung bayi, terbangun dari tidurnya sekira pukul 00.00 WIB. Ia terkejut manakala mendapati sang buah hati telah hilang.

Baca Juga :  Ditangkap Aparat Polres Sukabumi Kota, RW Diancam 20 Tahun Penjara

“Saat SD masuk ke kamar istrinya SR, terkejut melihat anak kandungnya yang masih balita sudah tidak ada di kamarnya,” ujarnya.

Menaruh curiga kepada IN, SD kemudian mengecek kamar tamu kosong. SD dan istri mendapati kamar yang ditiduri IN telah kosong. Sehingga keduanya langsung menduga anaknya telah diculik oleh IN.

SD pun langsung melapor ke pihak kepolisian setempat. Tidak lama kemudian, IN akhirnya tertangkap saat sedang naik motor yang dikendarai oleh seorang pria sambil menggendong balita.

Kepada polisi, IN mengaku tega membawa menculik anak kandung saudaranya yang masih balita dengan alasan ingin memiliki anak. “IN mengaku sudah menikah tiga kali dan tidak kunjung dikaruniai anak,” tandas Usep.

Berita Terkait

Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir
Hasil forensik NS Sukabumi: Hantaman benda tumpul dan trauma panas organ dalam
DPRD Kabupaten Sukabumi: PT PCI dan PT KKB di Cicurug tak punya Izin
Temuan KPAI di Sukabumi, Diyah: Ayah kandung dan ibu tiri terlibat penyiksaan Nizam
DPR RI minta polisi periksa ayah kandung bocah Sukabumi tewas dianiaya
Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati
Brak! Truk vs Colt Bogoran depan lapak pasir Parungkuda Sukabumi
5 rumah di Bantargadung Sukabumi rusak berat, 25 KK terdampak pergeseran tanah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:59 WIB

Bencana pergerakan tanah Sukabumi: Puluhan rumah rusak, ratusan jiwa terusir

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:58 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi: PT PCI dan PT KKB di Cicurug tak punya Izin

Selasa, 3 Maret 2026 - 02:45 WIB

Temuan KPAI di Sukabumi, Diyah: Ayah kandung dan ibu tiri terlibat penyiksaan Nizam

Senin, 2 Maret 2026 - 20:38 WIB

DPR RI minta polisi periksa ayah kandung bocah Sukabumi tewas dianiaya

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:57 WIB

Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

Sains

Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG

Rabu, 4 Mar 2026 - 08:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131