Jelang Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Parungkuda dan Cicurug Sukabumi Makin Pedas

- Redaksi

Selasa, 28 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cabai rawit. l Istimewa

Cabai rawit. l Istimewa

sukabumiheadline.com l PARUNGKUDA – Jelang akhir tahun, harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak hampir semua kota di Indonesia. Jenis cabai-cabaian jadi yang paling terasa mencekik.

Di Sukabumi, harga kebutuhan pokok di Pasar Semi Modern (PSM) Parungkuda dan Cicurug mengalami kenaikan.

Muhammad Awaludin (34) dan Mahmud Rido (33), pedagang cabai di PSM Parungkuda dan Cicurug menyebut, dalam 13 hari terakhir harga cabe naik drastis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ya dalam 13 hari terkahir tadinya cabe rawit hijau di kisaran Rp30 ribu per kilo sekarang naik jadi Rp60 ribu per kilo, terus kalau cabe rawit domba tadinya Rp25 ribu per kilo sekarang naik jadi Rp98 ribu per kilo,” papar kedua pedagang cabai kepada sukabumiheadline.com saat di hubungi via WhatsApp, Selasa (29/12/2021).

Pedagang telur di PSM Parungkuda dan Cicurug mengatakan harga telur belum mengalami perubahan harga jual. “Sampai hari ini di Pasar Parungkuda harga telur belum mengalami perubahan, harga masih di harga Rp30 ribu per kilo sedangkan di Pasar Cicurug harga telur tidak jauh beda Rp29.5 ribu per kilonya,” kata pedagang telur di Parungkuda Hilman Septian (28).

Hal sama juga diungkapkan Ade Kurniawan (31), pedagang di PSM Cicurug.

Sementara, untuk daging sapi dalam 13 hari terakhir naik tipis, dari Rp117 ribu per kg naik menjadi Rp120 ribu per kg. Begitupun dengan beras, untuk kategori premium masih dijual Rp10 ribu per kg.

Untuk daging ayam, Iyus Rustandi (36) penjual ayam potong di Parungkuda menyebutkan, sudah tiga hari terjadi kenaikan harga jual. Di PSM Parungkuda yang tadinya Rp25,5 ribu per kilo naik menjadi Rp26,5 ribu per kilo. Sedangkan PSM Cicurug, kata Rahmat Wildansyah (38), harga dari Rp27,5 ribu per kilo menjadi Rp28,5 ribu per kg.

Berita Terkait

Ekonom beri tips agar tak jatuh miskin di usia senja, cegah sandwich generation
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan
Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang
15 kecamatan terbanyak konsumen air bersih dan volume di Kabupaten Sukabumi
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13 WIB

Ekonom beri tips agar tak jatuh miskin di usia senja, cegah sandwich generation

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:08 WIB

Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIB

Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:52 WIB

Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang

Berita Terbaru

Ilustrasi perdamaian dua pihak yang bertikai - sikabumiheadline.com

Internasional

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Senin, 15 Jun 2026 - 19:50 WIB