Ketika Tentara AS Keranjingan Jajanan Khas Sunda, Siomay dan Batagor

- Redaksi

Sabtu, 21 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara AS jajan siomay dan cilok. l Istimewa

Tentara AS jajan siomay dan cilok. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Viral di media sosial (medsos) foto-foto tentara Amerika Serikat yang antre di deoan gerobak jajanan di Kota Bandung.

Diketahui, tentara AS itu ternyata sedang menjalani kunjungan latihan bersama di Indonesia. Dalam kesempatan ini, para tentara AS tak melewatkan kesempatan untuk mencoba street food alias jajanan gerobak khas Jawa Barat, baso tahu.

Tampak di depan sebuah gerobak mereka mengantre panjang menunggu dilayani agar bisa mencicipi batagor dan siomay. Senyum sumringah terlihat jelas di raut wajah mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto-foto tersebut diunggah akun @infokomando.official. Dalam unggahannya, terlihat beberapa tentara tengah mengantre untuk bisa mendapatkan satu porsi batagor dan siomay yang dikemas dalam bungkus plastik.

Mumpung ada di Indonesia borong cilok sebanyak-banyaknya 😂. Tentara dari U.S. Army (25th ID) Angkatan Darat Amerika Serikat mengantri beli siomay dan batagor Bandung. Saking senangnya sampai ada yang mulutnya terisi penuh cilok. 😂😂 lagi2 TNI kita jadi toxic di sana. Kalau kalian ada diantara mereka kira2 apa yang akan kalian tawarkan?,” tulis akun @infokomando.official dilihat detikJabar, Jumat (13/1/2023).

Selain reaksi kocak dari warganet, tak urung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut mengomentari aksi para tentara yang jajan batagor dan siomay itu.

Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil, mengaku bangga dan yakin batagor hingga siomay sudah menjadi makanan yang diakui oleh dunia internasional.

Kalau pencak silat, batik dan angklung bisa menjadi warisan budaya dunia, bukan tidak mungkin siomay, batagor pun suatu hari bisa menjadi kuliner dunia. Seperti halnya rendang yang diakui oleh dunia sebagai salah satu makanan terenak,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Siti Navisyah, Selebgram Cantik Asal Sukabumi Penakluk Gunung

Meskipun mengaku sempat khawatir para tentara AS itu akan mengalami sakit perut usai makan siomay dan cilok, tapi Kang Emil kemudian mengaku merasa senang karena makanan khas dari Tatar Sunda itu kini bisa dikenal oleh masyarakat internasional.

Nah tugas media, wartawan gunakan momen lucu tapi keren itu untuk memviralkan kuliner-kuliner di Jawa Barat. Saya yakin orang amerika tidak hapal singkat batagor. Nanti kita pikirkan cara memviralkannya, tapi intinya saya senang aja. Tadinya saya takut mereka sakit perut, ternyata malah deudeuieun (ketagihan),” kata dia.

Berita Terkait

Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol
Kemendikdasmen guyur Pemkab Sukabumi Rp154 miliar untuk PAUD hingga SMP
Masih menjanda di usia 40, intip 5 pesona artis wanita asal Sukabumi
Natural dan low maintenance, 6 model rambut panjang ber-layer 2026 untuk wanita
Memahami batik dan Lokatmala Sukabumi dalam perspektif Gen Z
Mau merantau? Cek dulu 10 kota dan kabupaten dengan biaya hidup termahal di Jawa Barat
Produksi telur ayam dari Sukabumi, kandungan gizi dan manfaatnya bagi kesehatan
Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen guyur Pemkab Sukabumi Rp154 miliar untuk PAUD hingga SMP

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Masih menjanda di usia 40, intip 5 pesona artis wanita asal Sukabumi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Natural dan low maintenance, 6 model rambut panjang ber-layer 2026 untuk wanita

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Memahami batik dan Lokatmala Sukabumi dalam perspektif Gen Z

Berita Terbaru

Ilustrasi membersihkan masjid - sukabumiheadline.com

Sukabumi

1.654 masjid di Sukabumi terdaftar Program GEBER MAS

Sabtu, 8 Agu 2026 - 20:43 WIB

Ilustrasi kucing jenis Himalaya - sukabumiheadline.com

Khazanah

8 Agustus Hari Kucing Sedunia, kapan tingkat nasional?

Sabtu, 8 Agu 2026 - 20:05 WIB