Kisah sukses UMKM Karya Winazar Sukabumi tembus pasar internasional

- Redaksi

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produk UMKM CV Karya Winazar Sukabumi - Karya Winazar

Produk UMKM CV Karya Winazar Sukabumi - Karya Winazar

sukabumiheadline.com – Kisah perjalanan bisnis salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menembus pasar internasional bisa menjadi contoh sekaligus inspirasi bahwa ketekunan dan kreativitas pada gilirannya akan membawa kepada kesuksesan.

Hasil karya CV Karya Winazar, produsen peralatan dapur kayu asal Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bahkan berhasil menarik Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengunjungi rumah produksi UMKM tersebut.

Mendag meyakinkan bahwa pemerintah, melalui berbagai kementerian, akan terus mendorong UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi Santoso melihat langsung bagaimana produk Karya Winazar mampu menembus pasar Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Perjalanan menuju kesuksesan

Karya Winazar didirikan oleh Haji Amat Muhamad (59) dan Hajah Tuti Suminar (55). Perusahaan ini bukanlah bisnis yang dibangun secara instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan penuh tantangan.

Asep Mulyadi, menantu dari Haji Amat sekaligus Chief Executive Officer (CEO) CV Karya Winazar, menceritakan bagaimana perjalanan bisnis ini dimulai dari nol.

“Babeh (sapaan akrab Haji Amat) memulai usaha dari menjual sayuran dan barang pecah belah. Beliau rela berkeliling hingga ke luar Sukabumi untuk menjajakan dagangannya. Bahkan, awalnya Babeh harus memikul sendiri barang dagangan hingga ke Tangerang,” ujar Asep dikutip sukabumiheadline.com dari laman Kemendag RI, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga :  Mantan Ojol di Sukabumi Punya Mobil Mewah, Omzet Usaha Bos Arti Sari Rp13 Juta per Hari

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis dengan penuh ketekunan ini mulai berkembang. Pak Amat mulai membeli peralatan dapur dari pengrajin lokal Sukabumi dan memasarkannya di berbagai kota besar, termasuk Tangerang.

Keuletan dan strategi pemasaran yang tepat membuatnya mendapatkan pelanggan tetap, yang akhirnya membuka jalan bagi bisnisnya untuk semakin berkembang.

Buyer dari Tangerang turut membantu mengangkat bisnis yang dijalankan Babeh. Dari situ, Babeh mulai berpikir untuk membangun rumah produksi sendiri di Sukabumi,” tambah Asep.

Rumah produksi yang dibangun Amat awalnya hanya memiliki satu pekerja, kemudian berkembang menjadi dua, dan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan.

Dengan fokus pada kualitas dan strategi pemasaran yang agresif, produk Karya Winazar semakin dikenal. Pada awalnya, produk mereka hanya dijual di pasar tradisional sekitar Jakarta. Namun, seiring dengan keterlibatan generasi muda dalam bisnis keluarga ini, cakupan pemasaran semakin luas hingga ke pasar modern.

“Kami mulai masuk ke ritel modern seperti Mr.DIY yang berbasis di Malaysia dan memiliki ribuan cabang di Indonesia,” kata Asep.

“Selain itu, produk kami juga telah diterima oleh ritel besar lainnya seperti Diamond, Yogya Toserba, Naga, Carefour, Hari-Hari, Mitra, dan juga dipasarkan melalui digital marketing, e-commerce, dan media sosial,” jelas Asep.

Tembus pasar ASEAN

Baca Juga :  Wajar Keripik Tempe Kahla Sukabumi ekspor ke luar negeri, ternyata binaan perusahaan besar

Tak puas dengan keberhasilan di pasar domestik, Karya Winazar mulai merambah pasar ekspor. Pada tahun 2020, produk mereka berhasil masuk ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Tiga tahun kemudian, yaitu pada 2023, produk Karya Winazar juga menembus pasar Thailand.

Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi produk, peningkatan kualitas, serta strategi pemasaran yang terus dikembangkan. Karya Winazar juga aktif mengikuti berbagai even UMKM yang diselenggarakan oleh BUMN dan kementerian terkait.

“Even-even yang difasilitasi pemerintah sangat membantu UMKM untuk naik kelas dan berkembang lebih luas. Namun, tantangan utama yang kami hadapi adalah business matching yang masih dilakukan secara virtual, sehingga buyer belum bisa melihat langsung kualitas produk kami,” ungkap Asep.

Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, Karya Winazar tetap optimistis dan menargetkan ekspansi lebih luas ke pasar global.

“Kami ingin menjadi market leader di Indonesia dan mampu menembus lima benua, yakni Amerika, Afrika, Australia, Asia, dan Eropa,” ucap Asep.

“Saat ini, kompetitor utama kami adalah produk dari China, tetapi kami yakin dengan kualitas yang kami miliki, kami bisa bersaing,” kata Asep dengan penuh keyakinan.

Dengan komitmen tinggi terhadap kualitas dan strategi pemasaran yang tepat, Karya Winazar telah membuktikan bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar internasional dan membawa produk lokal ke panggung dunia.

Berita Terkait

10 kecamatan di Sukabumi dengan IKM Agro terbanyak
Menghitung jumlah nasabah dan pinjaman KUR di Sukabumi di 5 bank penyalur
Kelebihan cabai gerombol dan cara menanam, lebih pedas lebih tahan hama
Menteri UMKM sayangkan pedagang lokal lebih pilih jual barang China
UMKM Sukabumi, ini 18 ide usaha daur ulang sampah bakal tren di 2026
8 tren bisnis UMKM 2026: Conversational commerce hingga dukungan pemerintah
14 produk UMKM Sukabumi dikenal ke mancanegara, dari kuliner hingga kerajinan tangan
UMKM Sukabumi, ini trend bisnis kuliner 2026: Dari cloud kitchen, jenis dan strategi sukses

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:31 WIB

10 kecamatan di Sukabumi dengan IKM Agro terbanyak

Rabu, 24 Desember 2025 - 00:26 WIB

Menghitung jumlah nasabah dan pinjaman KUR di Sukabumi di 5 bank penyalur

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:21 WIB

Kelebihan cabai gerombol dan cara menanam, lebih pedas lebih tahan hama

Rabu, 10 Desember 2025 - 04:00 WIB

Menteri UMKM sayangkan pedagang lokal lebih pilih jual barang China

Kamis, 4 Desember 2025 - 00:01 WIB

UMKM Sukabumi, ini 18 ide usaha daur ulang sampah bakal tren di 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi berwisata malam hari - sukabuniheadline.com

Wisata

Rekomendasi spot wisata malam di Sukabumi

Jumat, 2 Jan 2026 - 04:57 WIB

Pendidikan

Pelajar Sukabumi, simak yuk kalender akademik 2026 ini

Kamis, 1 Jan 2026 - 19:44 WIB