KRL Bogor mau lanjut ke Sukabumi? Ini komentar Kemenhub terbaru

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRL Commuter Line Jakarta-Bogor - Ist

KRL Commuter Line Jakarta-Bogor - Ist

sukabumiheadline.com – Wacana perpanjangan rute Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor menuju Sukabumi kembali mencuat. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan proyek tersebut masih dalam tahap usulan dan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemerintah akan melakukan evaluasi ulang pada tahun depan untuk menilai kelayakan proyek tersebut dari berbagai aspek, termasuk anggaran dan kesiapan infrastruktur.

Berita Terkait: Cek interior Skybridge Stasiun Paledang, penumpang KA Pangrango dari Sukabumi ke Jakarta harus lewat sini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyebutkan bahwa jalur Bogor-Sukabumi memang cukup panjang dan sudah memiliki layanan kereta eksisting, meski belum berbasis listrik.

“KRL Sukabumi itu jaraknya jauh ya, dari Bogor ke Sukabumi kan cukup jauh, memang ada usulan, dan tahun depan kami akan studi lagi bagian dari rangkaian yang kami jelaskan, bahwa kami akan evaluasi ulang setiap usulan yang ada dan mengsinkronkan anggaran yang ada dan fokuskan juga dampak yang diberikan,” ujar Allan dalam media briefing Kemenhub, Selasa (30/9/2025) malam.

Berita Terkait: Rencana jalur KRL Commuter Line hingga ke Sukabumi, ini penjelasan KAI

Saat ini kereta api ke Sukabumi masih dilayani KA Pangrango. Pemerintah perlu melihat kebutuhan serta pola pergerakan penumpang lebih detail sebelum memutuskan konversi ke sistem KRL.

“Bogor-Sukabumi sudah ada layanan bukan kereta listrik, mungkin kami perlu liat seperti apa. Tahun depan akan evaluasi cek ulang per hari seperti apa dan yang menggunakan standar pelayanan seperti apa dan perlu dicocokkan PT KAI menyediakan rel listrik,” lanjut Allan.

Selain itu, pengadaan sarana KRL juga bukan hal yang instan. Dengan padatnya pekerjaan revitalisasi KRL di kawasan Jabodetabek, Kemenhub dan KAI perlu menyusun prioritas yang realistis berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kesiapan anggaran pemerintah.

“Karena pengadaan KRL nggak cepat, untuk di Jabodetabek sendiri KAI tugasnya besar revitalisasi kereta yang ngga terlalu muda, terkait elektrifikasi di tempat lain kita perlu mengsinkronkan kebutuhan real masyarakat dan kesiapan anggaran pemerintah dan kesiapan KAI dalam pengadaan KRL sarananya,” pungkas Allan.

Dengan begitu, peluang hadirnya KRL di jalur Bogor-Sukabumi masih terbuka, tetapi akan bergantung pada hasil kajian mendalam tahun depan, termasuk sinkronisasi anggaran, kelayakan teknis, dan kesiapan operator. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap pengembangan transportasi massal memberikan manfaat maksimal dan efisien secara biaya.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Kabar gembira bagi pengguna kereta rel listrik atau KRL. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memperluas layanan KRL Commuter Line agar tidak hanya berhenti di Stasiun Bogor, tapi bisa tembus sampai Bogor Selatan. Baca selengkapnya: Rencana jalur KRL Commuter Line hingga ke Sukabumi, ini penjelasan KAI

Berita Terkait

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon
Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
BNN minta semua jenis vape dilarang
Diklaim lebih adil, pemerintah bakal beri bansos digital untuk desil 1 hingga 5 awal 2027

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Berita Terbaru

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

Hikmah

Kapolri minta MUI haramkan vape

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:34 WIB