Kumpulan puisi karya Joko Pinurbo, sastrawan asal Sukabumi Pulang Malam

- Redaksi

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joko Pinurbo, penyair asal Sukabumi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Joko Pinurbo, penyair asal Sukabumi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Joko Pinurbo merupakan salah satu penyair di Indonesia. Ia dikenal sebagai penyair yang sukses menorehkan gaya dan warna tersendiri dalam dunia puisi Indonesia. Ia lahir pada 11 Mei 1962 di Sukabumi, Jawa Barat. Baca selengkapnya: Mengenal Sosok Jokpin, Sastrawan dan Penyair Indonesia asal Sukabumi Raih Penghargaan Internasional 

Sastrawan terbaik Indonesia yang akrab disapa Jokpin sudah gemar puisi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Saking cintanya dengan puisi, ia mengenyam pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Sastrawan tersohor itu sudah menelurkan daftar panjang puisi yang dia tulis. Beberapa karya Joko Pinurbo termasuk Celana (1999), Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung (2007), Di Bawah Kibaran Sarung (2001), Pacarkecilku (2002), hingga Telepon Genggam (2003).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, karyanya juga termasuk Haduh, aku di-follow (2013), Surat dari Yogya: Sepilihan Puisi (2015), Srimenanti (2019), hingga Tak Ada Asu di Antara Kita: Kumpulan Cerpen (2023).

Joko Pinurbo juga memiliki sejumlah antologi yang berjudul Tugu (1986), Tonggak (1987), Sembilu (1991), Ambang (1992), Mimbar Penyair Abad 21 (1996), dan Utan Kayu Tafsir dalam Permainan (1998).

Karya-karyanya juga sukses diterjemahkan ke beberapa bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jerman, hingga Mandarin.

Joko Pinurbo meninggal pada 27 April dinihari, pada usia 61 tahun di RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Baca Juga: Mata Luka Sengkon Karta, Peri Sandi Huizche: 5 Fakta penyair Indonesia asal Sukabumi

Joko Pinurbo
Sastrawan dan penyair, Joko Pinurbo alias Jokpin – Ist

Berikut kumpulan beberapa puisi karya Joko Pinurbo, salah satunya berjudul Pulang Malam, dirangkum sukabumiheadline.com, Senin (20/4/2026).

Doa Seorang Pesolek

Tuhan yang cantik, temani aku yang sedang menyepi di rimba kosmetik.

Nyalakan lanskap pada alisku yang gelap. Ceburkan bulan ke lubuk mataku yang dalam.

Taburkan hitam pada rambutku yang suram.

Hangatkan merah pada bibirku yang resah.

Semoga kecantikanku tak lekas usai dan cepat luntur seperti pupur.

Semoga masih bisa kunikmati hasrat, yang merambat pelan menghangatkanku, sebelum jari-jari waktu yang lembut dan nakal merobek-robek bajuku.

Sebelum Kausenyapkan warna… Sebelum Kauoleskan lipstik terbaik, ke bibirku yang mati kata.

Cita-Cita

Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin sampai rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela.

Ah, cita-cita. Makin hari kesibukan makin bertumpuk, uang makin banyak maunya, jalanan macet, akhirnya pulang terlambat.

Seperti turis lokal saja, singgah menginap di rumah sendiri buat sekedar melepas penat.

Terberkatilah waktu yang dengan tekun dan sabar membangun sengkarut tubuhku,.menjadi rumah besar yang ditunggui seorang ibu… Ibu waktu berbisik mesra, “Sudah kubuatkan sarang senja di bujur barat tubuhmu…

Senja sedang berhangat-hangat di dalam sarangnya.”

Kepada Uang

Uang, berilah aku rumah yang murah saja, yang cukup nyaman buat berteduh senja-senjaku, yang jendelanya hijau menganga seperti jendela mataku.

Sabar ya, aku harus menabung dulu… Menabung laparmu, menabung mimpimu… Mungkin juga harus menguras cadangan sakitmu.

Uang, berilah aku ranjang yang lugu saja, yang cukup hangat buat merawat encok-encokku, yang kakinya lentur dan liat seperti kaki masa kecilku.

Fotoku Abadi

Saban hari ia sibuk, mengunggah foto barunya, hanya untuk mendapatkan gambaran terbaik dirinya.

“Siapa yang merasa paling mirip denganku, ngacung!” ia berseru kepada foto-fotonya.

Semua menunduk, tak ada yang berani angkat tangan.

Dan ia makin rajin berfoto.

Teknologi narsisisme terus dikembangkan, agar manusia selalu mampu menghibur diri dan merasa bisa abadi.

Menunggu Kamar Kosong di Rumah Sakit

Menunggu itu sakit… Sakit itu rumit.

Doa Malam

Tuhan yang merdu, terimalah kicau buruh dalam kepalaku

Pulang Malam

Kami tiba larut malam.

Ranjang telah terbakar dan api yang menjalar ke seluruh kamar belum habis berkobar.

Di atas puing-puing mimpi dan reruntuhan waktu tubuh kami hangus dan membangkai dan api siap melumatnya menjadi asap dan abu.

Kami sepasang mayat ingin kekal berpelukan dan tidur damai dalam dekapan ranjang.

Di Atas Meja

Di atas meja kecil ini,.masih tercium harum darahmu di halaman-halaman buku.

Sabda sudah menjadi saya… Saya akan dipecah-pecah menjadi ribuan kata dan suara.

Teknologi 9.9

Kamu ke mana saja? Hari gini masih mikir… pakai komputer dan ponsel… Ketinggalan zaman.

Sombong amat… Memangnya situ mikir pakai apa? Pakai robot? Pakai otak dong. Ampuh to?

Markipul

Ke mana pun pergi… Markipul selalu membawa rumah… Kepada ponsel yang membuatnya gila, ia pun berkata: mari kita pulang
(ke rumah sakit jiwa).

Artikel ini ditulis oleh Allysa Salsabillah Dwi Gayatri, peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka

Berita Terkait

Tradisi yang kian memudar dan undak usuk bukan budaya Sunda
Daftar event seru se-Jawa Barat April 2026: Cek tanggal 26 di Sukabumi, kabupaten nihil
Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi: Penantian menuju ninggang mangsa
Nalungtik: The Journey of Beautiful Motifs Batik Lokatmala Sukabumi
Seniman Sukabumi gelar pameran tunggal “Road to IGO” di Yogyakarta
Baju hijau hingga hantu tanpa kepala: Lokasi 11 mitos di Sukabumi, terkenal hingga luar daerah
5+3 ratu gaib, siapa paling sakti? Ada Nyi Roro Kidul yang identik Sukabumi
5 tradisi wanita Sukabumi zaman dulu yang perlahan luntur

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 02:26 WIB

Kumpulan puisi karya Joko Pinurbo, sastrawan asal Sukabumi Pulang Malam

Minggu, 19 April 2026 - 21:46 WIB

Tradisi yang kian memudar dan undak usuk bukan budaya Sunda

Minggu, 19 April 2026 - 01:00 WIB

Daftar event seru se-Jawa Barat April 2026: Cek tanggal 26 di Sukabumi, kabupaten nihil

Minggu, 12 April 2026 - 18:09 WIB

Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi: Penantian menuju ninggang mangsa

Sabtu, 11 April 2026 - 03:57 WIB

Nalungtik: The Journey of Beautiful Motifs Batik Lokatmala Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi permainan tradisional Sunda - sukabumiheadline.com

Kultur

Tradisi yang kian memudar dan undak usuk bukan budaya Sunda

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:46 WIB