Milangkala Tatar Sunda dan semarak Binokasih Mulang Salaka

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahkota Binokasih Raja Pajajaran terbuat dari emas 8 kg - Ist

Mahkota Binokasih Raja Pajajaran terbuat dari emas 8 kg - Ist

sukabumiheadline.com – Ribuan warga di berbagai daerah di Jawa Barat tumpah ruah di sepanjang rute Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ‘Binokasih Mulang Salaka’ yang berlangsung sejak Sabtu (2/5/2026) lalu.

Berbagai lapisan masyarakat berbaur menyaksikan prosesi budaya sejak dari Keraton Sumedang Larang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang hingga sejumlah kota dan kabupaten yang dilalui kirab budaya.

Logo Milangkala Tatar Sunda - Ist
Logo Milangkala Tatar Sunda – Ist

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memimpin kirab dengan menunggangi kuda sambil menampilkan Mahkota Binokasih asli yang merupakan peninggalan Kerajaan Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iring-iringan diikuti oleh Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang M Fakar Aldila, Keraton Sumedang Larang, hingga parade kreasi kesenian budaya dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

“Terima kasih kepada Keraton Sumedang Larang dan Pemkab Sumedang, juga masyarakatnya yang terus menjaga spirit kebudayaan. Kita bisa melihat bagaimana antusiasme masyarakat begitu luar biasa,” kata Gubernur.

Nantinya rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda terselenggara hingga 17 Mei 2026. Sumedang dipilih sebagai titik awal karena secara historis, Sumedang merupakan tempat disimpannya Mahkota Binokasih yang menjadi simbol penting dalam perjalanan sejarah Sunda.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menguatkan kembali identitas kebudayaan dan nilai-nilai kearifan lokal.

Menurutnya Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengajak masyarakat untuk mengenali, mencintai, serta melestarikan warisan budaya Sunda sebagai identitas bersama.

“Kirab ini memiliki makna untuk mengingatkan kembali jati diri kita sebagai masyarakat Sunda, yang salah satunya tercermin dalam Mahkota Binokasih yang ada di Sumedang,” ujarnya.

Selanjutnya, dari Sumedang prosesi Milangkala Tatar Sunda berlanjut di beberapa titik. Mulai dari Kabupaten Ciamis (3 Mei), Kabupaten Tasikmalaya (4 Mei), Kabupaten Cianjur (5 Mei), Kota Bogor (6 Mei), dan Kota Depok (8 Mei).

Selain itu, mulai besok, Kabupaten Karawang (9 Mei), Kabupaten Cirebon (10 Mei), dan terakhir di Kota Bandung (16-17 Mei). Baca selengkapnya: Milangkala Tatar Sunda: Catat Calendar of Event Mei 2026 start hari ini, dari Tasikmalaya hingga Bogor

Berita Terkait

Mengenal 8 ratu gaib Nusantara, ada Nyi Roro Kidul yang populer di Sukabumi
Milangkala Tatar Sunda: Catat Calendar of Event Mei 2026 start hari ini, dari Tasikmalaya hingga Bogor
Kumpulan puisi karya Joko Pinurbo, sastrawan asal Sukabumi Pulang Malam
Tradisi yang kian memudar dan undak usuk bukan budaya Sunda
Daftar event seru se-Jawa Barat April 2026: Cek tanggal 26 di Sukabumi, kabupaten nihil
Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi: Penantian menuju ninggang mangsa
Nalungtik: The Journey of Beautiful Motifs Batik Lokatmala Sukabumi
Seniman Sukabumi gelar pameran tunggal “Road to IGO” di Yogyakarta

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:49 WIB

Milangkala Tatar Sunda dan semarak Binokasih Mulang Salaka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:00 WIB

Mengenal 8 ratu gaib Nusantara, ada Nyi Roro Kidul yang populer di Sukabumi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:00 WIB

Milangkala Tatar Sunda: Catat Calendar of Event Mei 2026 start hari ini, dari Tasikmalaya hingga Bogor

Senin, 20 April 2026 - 02:26 WIB

Kumpulan puisi karya Joko Pinurbo, sastrawan asal Sukabumi Pulang Malam

Minggu, 19 April 2026 - 21:46 WIB

Tradisi yang kian memudar dan undak usuk bukan budaya Sunda

Berita Terbaru

Wisata

Kemendagri ingin hotel tak minta KTP tamu saat check in

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Kepala BGN, Dadan Hindayana - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

BGN: Tak ada batas usia maksimum untuk kerja di Dapur MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:57 WIB