Lansia biadab hamili gadis di bawah umur di Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pria lansia di dalam penjara - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pria lansia di dalam penjara - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Seorang pria berinisial AS biadab asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus menghabiskan masa tuanya di dalam penjara. Pria lanjut usia (lansia) berusia 72 tahun itu diduga telah merudapaksa gadis berusia 13 tahun asal Kecamatan Kebonpedes.

Peristiwa ini pertama kali terungkap ketika ayah kandung korban melihat perubahan fisik sang anak. Sang ayah melihat perut anaknya yang masih duduk di bangku SMP tampak semakin membesar.

Sang ayah kemudian membawa korban untuk menjalani pemeriksaan medis, dan terkejut bahwa anaknya ternyata tengah mengandung. Tak terima dengan perbuatan tersebut, keluarga korban langsung melapor ke Polres Sukabumi Kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sujana Awin Umar menjelaskan, setelah mendapatkan pengakuan mengagetkan dari sang anak, ayah kandung korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Awalnya pelapor (ayah korban) curiga dengan perubahan bentuk perut anaknya. Kemudian pada Sabtu (11/4/2026), korban dibawa ke rumah praktik bidan di Desa Sasagaran untuk diperiksa,” jelas Sujana, Jumat (17/4/2026).

Dari informasi didalami polisi, AS melancarkan aksinya dengan modus iming-iming pemberian uang tunai sebesar Rp10 ribu. AS juga mengancam korban agar tidak mengadu kepada orang tuanya.

“Pelaku awalnya memberikan uang sebesar 10 ribu Rupiah kepada korban. Setelah itu, pelaku melakukan aksi bejatnya. Berdasarkan keterangan sementara, persetubuhan tersebut telah dilakukan sebanyak kurang lebih tiga kali,” ungkapnya.

Korban hamil tujuh bulan

Ilustrasi pencabulan terhadap anak - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pencabulan terhadap anak – sukabumiheadline.com

Berdasarkan pemeriksaan medis, saat ini usia kandungan korban sudah 7 bulan.

“Hasilnya mengejutkan, korban dinyatakan positif hamil dengan usia kandungan sekitar 7 bulan,” ungkap Sujana.

Sang ayah akhirnya mendesak korban untuk mengaku hingga terungkap lansia yang sering dipanggil ‘A’ atau AS sebagai pelaku.

Saat ini, AS sudah diamankan polisi.  Polisi juga mengamankan dua lembar hasil Visum Et Repertum, pakaian milik korban, satu lembar akta kelahiran dan kartu keluarga.

“AS telah diamankan di Mapolres Sukabumi Kota untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” kata Sujana.

Atas perbuatannya, AS dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta pasal-pasal terkait dalam UU No. 1 tahun 2023 tentang KUHPidana, dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Berita Terkait

Bupati Sukabumi: Perbaikan jalan Parungkuda-Kabandungan tak perlu nunggu 2 bulan
Pengakuan siswa SMK Pertanian Sukabumi asal Parungkuda korban pembacokan pelajar
Dua pelajar SMK Pertanian Cibadak Sukabumi dibacok
Andriansyah ditemukan meninggal dunia dalam Alfamart di Sukabumi
Tegur keras pemilik tower nakal, DPRD Kabupaten Sukabumi: Patuhi izin atau ditindak
Respons “ulah ngopi wae”, Bupati Sukabumi naikkan 100% anggaran perbaikan Jalan Parungkuda-Kabandungan
Truk muatan kayu terguling timpa Warung Madura di Parungkuda Sukabumi
Tol Bocimi Seksi 2 longsor lagi, Jalan Nasional ramai lancar

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:54 WIB

Bupati Sukabumi: Perbaikan jalan Parungkuda-Kabandungan tak perlu nunggu 2 bulan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:56 WIB

Pengakuan siswa SMK Pertanian Sukabumi asal Parungkuda korban pembacokan pelajar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

Andriansyah ditemukan meninggal dunia dalam Alfamart di Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

Tegur keras pemilik tower nakal, DPRD Kabupaten Sukabumi: Patuhi izin atau ditindak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:55 WIB

Respons “ulah ngopi wae”, Bupati Sukabumi naikkan 100% anggaran perbaikan Jalan Parungkuda-Kabandungan

Berita Terbaru