Lebih Dekat dengan Komunitas Reptile Sukabumi Club Enthusiasm

- Redaksi

Minggu, 9 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com I CIKOLE – Reptile Sukabumi Club Enthusiasm (RESCUE) menjadi salah satu komunitas dengan hobi unik sekaligus menantang adrenalin. Mereka adalah sekumpulan pecinta binatang-binatang reptil.

Komunitas ini dibentuk sejak Maret 2010 silam oleh Aghia Anggala Wicaksana, pendiri pertama komunitas ini. Menurut Ketua RESCUE yang ditunjuk oleh Aghia, Eko Widianto (24), komunitas ini dibentuk dengan tujuan menyediakan wadah bagi para pecinta, sekaligus sebagai fasilitator edukasi reptil kepada warga Sukabumi.

“Dibentuknya komunitas RESCUE ini untuk wadah warga Sukabumi yang mencintai reptil, tidak hanya ular, ada kadal, kura-kura, iguana, biawak dan buaya juga ada. Pokoknya semua jenis reptil di sini kita tampung, sekaligus memberikan edukasi reptil terhadap masyarakat Sukabumi,” jelas Eko kepada sukabumiheadline.com, Ahad (9/1/2022) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, pada awal dibentuknya RESCUE, hanya beranggotakan tujuh orang saja. “Alhamdulillah sekarang sudah banyak, sekira 200 orang,” ungkap Eko.

Untuk kegiatan rutin, komunitas RESCUE, adalah gathering mingguan, sosialisasi, edukasi, herving atau mendata jenis-jenis ular yang masih terjaga kelestariannya di Sukabumi.

“Untuk Kegiatan sih kami sering lakukan gathering mingguan, edukasi ke masyarakat, edukasi ke instansi pemerintah dan lembaga pendidikan, sosialisasi rescue ular masuk rumah, terus mendata ular yang habitatnya masih terjaga, dan kami juga sering membuat kegiatan herping, melihat langsung reptil di alamnya, monitoring ketersediaan pangan, perilisan reptil yang masuk rumah warga.” tutur Eko.

Komunitas Reptile Sukabumi Club Enthusiasm. l Istimewa
Komunitas Reptile Sukabumi Club Enthusiasm. l Istimewa

Uniknya dalam komunitas, tambah Eko, hewan reptil yang dipelihara menjadi sahabat, bukan hanya sekadar hewan peliharaan. “Kami juga tidak menganggap hewan reptil ini sebagai hewan liar, buas ataupun berbahaya,” kata dia lebih jauh.

Buat warga Sukabumi yang berkeinginan memelihara reptil dan bergabung dengan RESCUE, diwajibkan mengisi formulir persetujuan orangtua.

“Jika warga Sukabumi ingin bergabung, persyaratan itu tentunya harus diikuti. Maksud mau belajar itu untuk orang yang memang baru pertama kali memelihara reptil. Adapun, mengisi formulir persetujuan dari orang tua itu untuk yang usianya masih di bawah 18 tahun,” pungkasnya.

Bagaimana, tertarik untuk memelihara binatang reptil, atau sekadar ingin tahu bagaimana caranya memperlakukan binatang reptil? Warga Sukabumi bisa datang ke tempat berkumpulnya komunitas pecinta reptil ini di Jl. Ir. H. Juanda, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tepatnya di depan Gedung DPRD.

Berita Terkait

Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia
Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:33 WIB

Ceperist Sukabumi Ngahidji berbagi di bulan suci, santuni yatim piatu dan lansia

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Berita Terbaru

Ilustrasi seorang pria menggigil kedinginan - sukabumiheadline.com

Sains

Dalam 26 tahun Sukabumi lebih panas 7 derajat Celcius

Jumat, 3 Apr 2026 - 16:55 WIB