Lelah, tentara Israel tolak perintah invasi ke Kota Rafah

- Redaksi

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Israel menangisi rekannya yang tewas di Gaza. l Istimewa

Tentara Israel menangisi rekannya yang tewas di Gaza. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Sebanyak 30 anggota Pasukan Pendudukan Israel (IOF) menolak melakukan invasi ke kota Rafah di Gaza. Puluhan pasukan Israel itu mengaku kelelahan baik fisik dan mental sehingga tidak mampu melanjutkan pertempuran di Gaza yang sudah berlangsung hampir 7 bulan lamanya.

Dilansir dari Al Mayadeen, sebelumnya pasukan dari kompi penerjun payung cadangan Brigade Penerjun Payung reguler dilaporkan menerima perintah untuk bersiap-siap beraksi di Rafah, Gaza.

“Namun mereka kemudian memberitahu atasannya bahwa mereka tidak akan ikut karena tidak mampu lagi,” bunyi laporan Channel 12, (28/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, pejabat militer mengatakan bahwa mereka tidak akan memaksa personel cadangan untuk ikut serta dalam invasi tersebut, dengan alasan menipisnya pasukan cadangan usai bertempur selama berbulan-bulan.

Sebelumnya, Channel 12 melaporkan bahwa lebih dari 100 wajib militer wanita Israel menolak untuk bertugas sebagai tentara pengawas di dekat garis pemisah antara Gaza dan Israel.

Laporan berita Israel mengatakan, ini adalah penolakan ketiga sejak wajib militer 7 Oktober 2023.

Di sisi lain, keluarga pasukan Israel demo tolak invasi Tuntutan menolak invasi Israel ke Rafah di Gaza juga disampaikan keluarga Pasukan Pendudukan Israel (IOF). Keluarga dari 600 pasukan Israel mengirim surat untuk Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dan Kepala Staf Umum Herzi Halevi untuk mundur dari invasi ke Rafah.

Menurut media Israel, Maafiv yang dikutip dari Al Mayadeen, surat tuntutan itu berisi pernyataan mereka tidak percaya dengan Halevi dan Gallant. Mereka memperingatkan, invasi tersebut merupakan jebakan maut.

Tak hanya menolak invasi, keluarga tawanan Israel juga melayangkan protes untuk menggulingkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Selain itu, sekitar 45.000 warga Israel turun ke jalanan di Tel Aviv dan beberapa daerah lainnya pada (22/4/2024). Para pengunjuk rasa itu menuntut agar Netanyahu mengundurkan diri dari jabatannya.

Pihak penyelenggara mengatakan, demonstrasi tersebut jumlahnya mencapai 100.000 orang.

Berita Terkait

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS
Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri
Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia
Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?
Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran
Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei
Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:47 WIB

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:50 WIB

Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 00:40 WIB

Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:13 WIB

Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran

Berita Terbaru

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: Raperda PPT PKSDA dan evaluasi APBD 2026 - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM

Selasa, 4 Agu 2026 - 20:07 WIB