Ma’ruf Amin Minta MUI Tak Ikut Campur Urusan Capres 2024

- Redaksi

Kamis, 28 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maruf Amin. l Ilustrasi: Feryawi Heryadi

Maruf Amin. l Ilustrasi: Feryawi Heryadi

SUKABUMIHEADLINE.com l Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak ikut ribut-ribut soal urusan calon presiden (Capres) atau wakil presiden (Cawapres) yang akan maju pada Pilpres 2024 nanti.

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin dalam pidato di Milad MUI ke-47 di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (26/7/2022).

“MUI tak terlibat dalam menentukan calon presiden dan calon wakil presiden. Dan yang menentukan partai politik atau gabungan parpol. Jadi kita tak perlu ribut-ribut urusan capres. Itu nanti parpol dan gabungan parpol,” kata Ma’ruf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Ma’ruf mengatakan MUI punya peran penting mengarahkan umat supaya memilih capres terbaik. Baginya, hal demikian sudah diamanatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Karena itu kita arahkan pilih yang afdol. Jangan yang tak afdol. Tentu yang punya kapasitas, integritas, akhlak mulia, yang terbaik supaya yang dipilih dari calon yang ada. Itu tugas MUI arahkan ke umat ke sana, bukan A atau B,” kata dia.

Ma’ruf Amin menambahkan MUI berstatus sebagai mitra pemerintah untuk menjaga keutuhan bangsa. Terlebih untuk menghadapi ajang Pemilu tahun 2024 mendatang.

Ia berharap tak sampai muncul konflik di antara umat Islam imbas perbedaan pilihan di Pemilu 2024 mendatang. Ia mengatakan masyarakat harus saling menghormati meskipun berbeda-beda pilihan dalam pilpres.

“Prinsip yang kita lakukan Lakum capresikum‘ (bagimu capresmu), walana capresuna (bagi kami capres kami). Capres ente, capres ente, capres saya, capres saya. Tak perlu jadi benturan,” kata dia.

Berita Terkait

Dikenal tukang kritik pemerintah, kini Rocky Gerung jabat Wantimpres bersama 25 tokoh lain
Ulik tren elektabilitas 5 parpol Oktober 2025-Agustus 2026 versi Poltracking Indonesia
Gerindra: Era Prabowo jauh lebih demokratis dibanding pemerintah sebelumnya
Ketum Projo: Pemilu 2029, kalau terjadi percepatan kita siap enggak?
Mulai 2029 Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah dipisah, begini aturannya
Distribusi Program MBG ke sekolah cukup 3 kali sepekan
MK putuskan pilkada langsung, tak ada lagi wacana oleh DPRD
Survei Puspoll Indonesia: Mayoritas masyarakat mau Pilkada langsung

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Dikenal tukang kritik pemerintah, kini Rocky Gerung jabat Wantimpres bersama 25 tokoh lain

Rabu, 23 September 2026 - 23:52 WIB

Ulik tren elektabilitas 5 parpol Oktober 2025-Agustus 2026 versi Poltracking Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 01:33 WIB

Gerindra: Era Prabowo jauh lebih demokratis dibanding pemerintah sebelumnya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Ketum Projo: Pemilu 2029, kalau terjadi percepatan kita siap enggak?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Mulai 2029 Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah dipisah, begini aturannya

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB