Membanding produksi telur Sukabumi surplus 46,9 juta kg dan Indonesia

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pegawai sedang panen telur di kandang - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pegawai sedang panen telur di kandang - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menutup pintu investasi di sektor peternakan ayam. Amran menyampaikan hal itu setelah menerima aduan dari Peternak Petelur Ayam Rakyat Indonesia (PPARI) dalam audiensi di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan).

“Ada surat rekomendasi kita akan kirim ke BKPM untuk investasi negative list investasi itu untuk sektor budidaya ayam,” kata Amran, dilansir dari Kompas.

Adapun, Daftar Negatif Investasi (DNI) merupakan kebijakan untuk menutup penanaman modal pada sektor tertentu atau membukanya dengan syarat tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Amran, produksi telur ayam ras dan daging ayam saat ini sudah surplus. Menurut dia, produksi peternak lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional. Data Kementan menyebutkan produksi telur ayam di Indonesia surplus 12 persen.

Amran mengatakan, investor yang berminat masuk ke Indonesia dapat diarahkan ke sektor lain yang masih membutuhkan pengembangan.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) Produsen telur atau harga telur di tingkat kandang sebesar Rp26.500 per kilogram.

Produksi telur Indonesia

Untuk diketahui, produksi telur ayam ras di Indonesia mencapai rekor tertinggi sebesar 6,3 juta ton atau sekira 100 miliar butir pada tahun 2025. Angka ini mencatatkan tren surplus tahunan sebesar 171.400 ton, menjadikan pasokan nasional sangat stabil untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontributor utama disumbang oleh provinsi Jawa Timur yang menghasilkan 2.076.270 ton, Jawa Tengah dengan 833.460 ton, dan Jawa Barat di posisi ketiga dengan 751.970 ton.

Produksi telur Sukabumi

Peternak tradisional sedang mengumpulkan telur di kandang - sukabumiheadline.com
Peternak tradisional sedang mengumpulkan telur di kandang – sukabumiheadline.com

Sementara itu, menurut data Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Produksi Telur Menurut Jenis Unggas di Kabupaten Sukabumi (kg), 2025, mengalami kenaikan sekira 3 juta kg dibandingkan tahun sebelumnya.

Peternak ayam ras petelur di Kabupaten Sukabumi pada 2025 menghasilkan 110.159.000 kg atau 110.159 ton. Untuk perbandingan, pada 2023 sebanyak 116.994.000 kg (116.994 ton), dan 107.693.000 atau 107.693 ton (2024).

Di sisi lain, tingkat konsumsi telur di Kabupaten Sukabumi diperkirakan sejalan dengan tren rata-rata nasional dan Jawa Barat. Konsumsi telur nasional berada di kisaran angka 22,16 kg per kapita/tahun atau sekitar 5 butir per minggu per kapita.

Mengutip data Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat (ribu jiwa), 2021–2025, dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi sebanyak 2.852,11 ribu (2025).

Dengan demikian, konsumsi telur penduduk Kabupaten Sukabumi sebanyak 63.202.757,6 kg (63.202 ton) per tahun 2025. Artinya, produksi telur di kabupaten ini surplus 46.956.242,4 kg atau 46.956 ton.

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB